sign up SIGN UP search


kehamilan

Rajin Olahraga Saat Hamil Bantu Percepat Durasi Persalinan

Melly Febrida Rabu, 28 Mar 2018 07:07 WIB
Bunda lagi hamil? Yuk rajin olahraga. caption
Jakarta - Buat Bunda yang lagi hamil pasti pengen ya kalau proses persalinannya bisa berjalan dengan cepat. Jadi, nyeri dan kontraksi yang dialami nggak terlalu lama gitu, he-he-he. Ini bisa kok kita lakukan, Bun, salah satunya dengan rajin berolahraga.

Baru-baru ini, studi yang diterbitkan di European Journal of Obstetrics and Gynecology menemukan ibu yang rutin olahraga selama hamil, proses persalinannya bisa terbantu jadi lebih cepat. Tim peneliti dari Technical University of Madrid secara acak mengamati 508 wanita hamil yang dibagi jadi dua kelompok. Satu kelompok diminta olahraga aerobik tiga kali seminggu dan satu kelompok nggak diminta berolahraga.

"Kami menemukan ibu yang rutin berolahraga tiga kali seminggu memiliki waktu persalinan 50 menit lebih cepat. Meskipun kami juga melihat faktor lain yang turut memengaruhi persalinan seperti usia ibu, proses persalinan, berat badan ibu, riwayat melahirkan prematur, pemakaian epidural dan berat badan bayi saat lahir," kata penulis studi dalam laporannya dikutip dari ABC News.


Kemudian, ibu yang rutin berolahraga dalam studi itu dilaporkan memiliki risiko lebih sedikit menggunakan epidural, Bun. Selain itu, mereka juga lebih sedikit melahirkan bayi dengan makrosomia. Meski rutin berolahraga dianjurkan banget untuk ibu hamil, kita tetap mesti memperhatikan kondisi ibu hamil ya.

Seperti rekomendasi The Royal Australian and New Zealand College of Obstetricians and Gynaecologists (RANZCOG), pada ibu hamil dulunya jarang aktif berolahraga, obesitas, dan mengalami komplikasi kehamilan, kalau hendak rutin latihan perlu konsultasi ke dokter lebih dulu. Kalau Bunda termasuk kategori 'aman' rutin berolahraga, beberapa hal ini patut diperhatikan seperti disampaikan RANZCOG dikutip dari Essential Baby:

1. Frekuensi berolahraganya kalau bisa setiap hari sekitar 30 menit.
2. Intensitas olahraga disesuaikan dengan kebiasaan olahraga sebelum hamil.
3. Jenis latihan yang dianjurkan adalah aerobik dan kekuatan. Misalnya jalan santai, berenang, atau naik sepeda statis.



Tapi, segera hentikan olahraganya dan segera hubungi dokter kalau Bunda mengalami beberapa kondisi ini:

1. Nyeri di dada
2. Napas pendek tanpa sebab
3. Pusing, sakit kepala, akan pingsan
4. Mengalami kelemahan otot, nyeri betis, bengkak, dan kemerahan
5. Wajah, pergelangan tangan dan kaki tiba-tiba membengkak
6. Mengalami perdarahan vagina dan cairan ketuban merembes
7. Gerakan janin menurun.

Diet untuk Ibu Hamil

Kehamilan memang menjadi waktu yang luar biasa ya, Bun, karena banyak hal yang terjadi di dalam tubuh kita. Nah, selain olahraga rutin berolahraga ibu hamil juga harus memperhatikan pola makannya, Bun.

Dilansir NdTv, konsultan Ahli Gizi Dr Rupali Datta, yang bukan bagian dari penelitian di atas menyebutkan beberapa hal yang perlu dikonsumsi ibu hamil agar kehamilannya sehat yaitu:

1. Protein
Protein sangat penting untuk pertumbuhan janin yang sehat dan untuk menjaga kesehatan ibu. Protein membentuk blok bangunan untuk darah, tulang, organ, otot, dan jaringan.

Makanan harian yang dikonsumsi ibu hamil harus memiliki 0,5 gram protein tambahan pada trimester pertama, 6,9 gram tambahan selama trimester kedua dan tambahan 22,7 gram pada trimester ketiga. Jadi Bunda membutuhkan sekitar total 78 gram protein pada trimester ketiga kehamilan.

2. Asam folat atau Folat
Asam Folat berperan penting dalam mencegah cacat tabung saraf, kelainan serius dari sumsum tulang belakang dan otak. Konsumsi asam folat juga membantu meningkatkan berat badan lahir dan sintesis hemoglobin. Jumlah asam folat yang disarankan untuk dikonsumsi ibu hamil adalah 500 micro gram per hari.

3. Besi
Dalam membentuk hemoglobin, besi sangat penting untuk membawa oksigen dalam darah kita. Selama kehamilan tubuh perlu meningkatkan volume darah untuk memenuhi kebutuhan janin yang sedang tumbuh. Sehingga, mengonsumsi lebih banyak zat besi dalam diet sangat penting. Anemia adalah salah satu penyebab utama kelahiran prematur dan berat lahir rendah. Nah, ibu hamil membutuhkan 35 mg zat besi per hari.

4. Kalsium
Kalsium diperlukan untuk membentuk tulang dan gigi bayi yang sehat. Indian Council of Medical Research (ICMR) telah mencantumkan kebutuhan harian kalsium untuk ibu hamil yakni 1.200 mg. Salah satu faktor penting dalam memilih sumber kalsium adalah bioavailabilitasnya. Susu adalah salah satu sumber kalsium terbaik yang tersedia secara biologis.

5. Vitamin A
Vitamin A diperlukan untuk penglihatan yang sehat, fungsi kekebalan tubuh dan pertumbuhan dan perkembangan janin. Sumber vitamin A yang bisa Bunda konsumsi antara lain sumber hewani seperti susu, mentega, telur dan ikan. Selain itu, sumber-sumber vegetarian kaya beta karoten dalam makanan sehari-hari juga dapat membantu mencapai cukup vitamin A.

Nah, gimana, Bun, sudahkah Bunda berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang hari ini?

(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi