HaiBunda

KEHAMILAN

Kisah Zara Tindall tentang 2 Kali Keguguran yang Dialaminya

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Selasa, 31 Jul 2018 08:07 WIB
Cerita Zara Tindall tentang 2 Kali Keguguran yang Dialaminya/ Foto: Getty Images
London, Inggris - Keguguran adalah mimpi buruk semua ibu hamil. Baru-baru ini cucu Ratu Elizabeth II, Zara Tindall buka suara soal pengalaman kegugurannya.

Beberapa tahun lalu, di usia kehamilan empat bulan, Zara Tindall mengalami keguguran. Kakak laki-lakinya, Peter Phillips, sangat melindungi dirinya dan prihatin.

"Saat-saat itu adalah waktu keluarga saya untuk menenangkan karena saya membutuhkan mereka," tutur Zara Tindall kepada The Sunday Times.




Setelah itu, Zara Tindall kembali mendapat pengalaman keguguran. Peristiwa ini terjadi sebelum Zara hamil dan melahirkan anak keduanya, Lena.

Zara Tindall kala itu mengumumkan kehamilannya pada November 2016. Nggak lama kemudian, seorang juru bicaranya bilang Zara Tindall mengalami keguguran. Soal keguguran kedua ini nggak banyak yang tahu karena Zara Tindall nggak pernah membicarakannya kepada publik.

"Saya harus melalui periode saat saya tidak membicarakannya karena hal tersebut bukan berita baik," kata Zara Tindall.

Nggak terlalu jelas kapan keguguran Zara terjadi, tetapi itu diperkirakan terjadi antara Desember 2016 hingga Oktober 2017 sebelum Zara hamil anak keduanya, Lena. Zara Tindall menambahkan bahwa bagian tersulit dari keguguran pertamanya adalah ketakutan akan berita buruknya itu tersebar.

Sementara itu suaminya, Mike, selalu mengambil pelajaran dari apa yang dilalui istrinya. Dia berpikiran positif dengan mengingat bahwa mereka nggak sendirian. Ya, masih banyak orang di luar sana yang sama-sama mengalami keguguran.

Membicarakan pengalaman keguguran memang nggak semudah yang dibayangkan, beberapa orang tua memilih untuk bungkam dan nggak ingin berbagi dengan orang tua lainnya. Menurut Ruth Bender Atik dari Asosiasi Keguguran di Inggris, berbicara tentang keguguran adalah suatu keputusan yang sangat pribadi. Namun, nggak masalah juga jika membagikan pengalaman itu ke orang-orang karena siapa tahu bisa membantu secara mental.

"Beberapa wanita dan pasangannya tidak ingin mendiskusikan apa yang telah terjadi, sementara yang lain mungkin ingin mendapatkan dukungan simpati dan dukungan dari teman dan keluarga yang membantu. Tetapi ini sangat merupakan pilihan individual," kata Ruth dikutip dari Daily Mail.

(aci)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Mengapa Bayi Kagetan saat Tidur? Ketahui Faktanya

Parenting Kinan

Resep Bubur Suro Khas Jawa dan Aneka Makanan Tradisional untuk Sambut Tahun Baru Islam

Mom's Life Amira Salsabila

6 Tanaman Jadul yang Kembali Naik Daun pada 2026

Mom's Life Arina Yulistara

Pasangan Lebih Sering Bertengkar saat Punya Anak, Normalkah?

Mom's Life Angella Delvie & Fauzan Julian Kurnia

Peneliti Usulkan Penggunaan Pankreas Buatan pada Ibu Hamil dengan Diabetes Tipe 1

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang Cerdas dari 11 Hal yang Berani Mereka Tolak saat yang Lain Setuju

Pasangan Lebih Sering Bertengkar saat Punya Anak, Normalkah?

Mengapa Bayi Kagetan saat Tidur? Ketahui Faktanya

Peneliti Usulkan Penggunaan Pankreas Buatan pada Ibu Hamil dengan Diabetes Tipe 1

Resep Bubur Suro Khas Jawa dan Aneka Makanan Tradisional untuk Sambut Tahun Baru Islam

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK