kehamilan

Bun, Kenali 4 Perkembangan Sensoris pada Janin

Annisa Karnesyia Sabtu, 30 Mar 2019 17:31 WIB
Bun, Kenali 4 Perkembangan Sensoris pada Janin
Jakarta - Banyak perkembangan fisik terjadi pada janin selama kehamilan. Salah satunya perkembangan organ mereka. Selain itu, perkembangan sensoris janin juga terjadi dengan cepat bahkan di trimester pertama kehamilan, Bun.

"Penelitian baru-baru ini fokus menunjukkan perkembangan sensoris pada janin yang luar biasa. Sebagian besar terbentuk dari keterikatan janin dengan ibu dalam kandungan," kata Jamie Morgan, M.D, dokter obgyn, dilansir UT Southwestern Medical Center.

Perkembangan sensoris yang terjadi melibatkan panca indra janin yang terbentuk bersamaan dengan berkembangnya organ tubuh. Hasil penelitian juga menunjukkan, pengaruh ibu dan lingkungan luar selama kehamilan ikut berperan dalam perkembangan janin.

"Saat bayi lahir, perkembangan sensorisnya akan bergantung pada lingkungan dan stimulasi yang diberi ibu. Banyak dari bayi yang baru lahir memiliki daya respons atau refleks yang baik setelah diberi stimulasi oleh ibu saat di kandungan," ujar Morgan.

perkembangan janinPerkembangan janin/ Foto: istock



Nah, berikut adalah perkembangan sensoris janin selama masa kehamilan yang penting Bunda ketahui.

1. Sentuhan

Saat usia 8 minggu, indra perasa pertama kali dibentuk. Rasa sentuhan dimulai dengan perkembangan reseptor sensoris di wajah, sebagian besar di bibir dan hidung. Selama beberapa bulan, reseptor sentuhan mulai berkembang di bagian tubuh lain, seperti telapak tangan dan kaki setelah usia kehamilan 12 minggu dan di perut saat usia 17 minggu.

"Namun, dari hasil skrining otak pada bayi belum lahir menunjukkan janin baru bisa merasakan sakit di usia kehamilan di atas 30 minggu. Selain itu, janin bisa merasakan sensasi panas, dingin, dan tekanan pada pertengahan trimester ketiga," tutur Morgan.

2. Penglihatan

Meskipun di dalam kandungan gelap, kulit ibu hamil bisa memberi penerangan bagi janin yang sedang berkembang. Menurut psikolog Vincet Reid dari University of Lancaster, secara mengejutkan, rahim adalah tempat yang cukup bercahaya. Analoginya, janin di kandungan seperti berada di ruangan dengan lampu dimatikan namun tirainya ditarik.

Reid dan peneliti lainnya telah mempelajari reaksi janin pada titik merah bersinar ke dalam rahim pada trimester ketiga. Mereka menemukan bahwa janin mungkin dapat melacak pergerakan titik merah bersinar melalui pola dan preferensi sama yang ditunjukkan bayi baru lahir.

3. Suara

Pada tahun 1980, peneliti pertama kali menemukan kemungkinan bayi bisa mendengar dan mengidentifikasi suara saat di dalam kandungan. Hasilnya juga menunjukkan bahwa bayi lebih suka suara ibunya saat lahir.

Dalam percobaan lainnya, peneliti meminta ibu hamil untuk membaca buku The Cat in the Hat untuk janin berulang-ulang selama tujuh minggu dengan total 5 jam. Saat lahir, bayi-bayi diberi pilihan dua buku cerita berbeda yang salah satunya adalah buku The Cat in the Hat. Hasilnya, bayi-bayi lebih memilih untuk dibacakan cerita The Cat in the Hat. Inilah awal dimana para peneliti percaya perkembangan sensoris bayi dimulai saat menjadi janin.

4. Penciuman dan Perasa

Keduanya saling berkaitan karena sekitar 90 persen indra perasa kita dimulai dari indra penciuman. Beberapa makanan yang dimakan ibu saat hamil disalurkan melalui air ketuban ke janin. Pada beberapa penelitian, ditemukan bahwa anak yang baru lahir memiliki kesukaan makanan yang sama dengan asupan ibu selama hamil.


[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi