HaiBunda

KEHAMILAN

Penyebab dan Gejala Varises Saat Hamil yang Perlu Bunda Tahu

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Selasa, 11 Jun 2019 19:00 WIB
Ilustrasi varises/ Foto: iStock
Jakarta - Ketika hamil, ada istilah varises yang bisa terjadi pada sang ibu. Varises adalah pelebaran pembuluh darah dan menonjol pada kulit. Menurut dr.Arie Adrianus Polim, D.Mas, Sp.OG(K), saat hamil jumlah darah meningkat dan seringkali tak teratasi oleh katup yang mengalirkan darah ke jantung.

Itu lah sebabnya pembuluh darah melebar dan menonjol. Varises biasanya terjadi pada pembuluh darah di kaki, dan makin jelas terlihat pada trimester akhir. Namun, tenang Bun, biasanya varises akan lenyap dalam waktu 2 - 3 bulan setelah melahirkan.


"Awalnya varises muncul dalam bentuk varises kecil atau venule yang bisa makin melebar atau membesar membentuk jalur-jalur biru," tulis Arie di buku 30 Perubahan Tubuh Selama Hamil.


Varises bisa menjadi masalah serius apabila pecah karena bisa menjadi perdarahan. Saran dari Arie, jika terjadi perdarahan, untuk menghentikannya, jangan membungkuk. Lalu, berikan tekanan pada titik perdarahan sambil berbaring dan mengganjal kaki hingga posisinya lebih tinggi. Segera ke dokter bila posisinya makin parah.

Selain di kaki, varises juga bisa terjadi pada vulva atau bagian luar vagina, terutama pada kehamilan trimester ketiga. Tanda-tandanya adalah pembengkakan enggak teratur pada salah satu bibir kemaluan dan terasa bila ibu hamil berdiri terlalu lama. Untungnya, varises di vulva bisa hilang bila ibu hamil beristirahat.

"Varises pada vulva bisa terjadi pada pembuluh vulva itu sendiri atau pembuluh yang berhubungan dengan kaki. Umumnya tidak menimbulkan kesulitan saat melahirkan tapi tetap waspada, bila varises cukup besar bisa pecah saat melahirkan," tulisnya.
Ilustrasi varises/ Foto: iStock

Lalu, bagaimana cara untuk menghindari dan mengatasi varises secara alami? Berikut tips dari American Pregnancy Associations.

1. Hindari duduk atau berdiri di posisi yang sama untuk waktu yang lama. Pastikan untuk beristirahat untuk mengubah posisi.

2. Hindari memakai sepatu hak tinggi. Lebih baik memakai sepatu hak rendah atau flat untuk mendorong sirkulasi yang sehat.

3. Olahraga teratur. Bicaralah dengan dokter untuk memastikan apakah aman untuk berolahraga selama kehamilan.

4. Kenakan kaus kaki pendukung bersalin. Ini memberi tekanan pada kaki, menstimulasi aliran darah ke kaki menuju jantung. Namun, hindari mengenakan selang ketat yang memotong sirkulasi.

5. Hindari menyilangkan kaki saat duduk.

6. Tinggikan kaki secara berkala untuk meningkatkan sirkulasi.

7. Tidur di sisi kiri. Ini akan membantu mengurangi tekanan pada vena cava inferior.

8. Kurangi asupan natrium untuk meminimalkan pembengkakan pembuluh darah.

9. Minumlah banyak air dan makan serat yang cukup untuk mencegah sembelit.

(aci/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK