kehamilan

Fungsi Kognitif Anak Dipengaruhi Kondisi Ibu Sebelum Hamil

Annisa Karnesyia Kamis, 11 Jul 2019 07:59 WIB
Fungsi Kognitif Anak Dipengaruhi Kondisi Ibu Sebelum Hamil
Jakarta - Anak lahir sehat adalah harapan semua orang tua. Tapi, apa pernah terpikir perkembangan anak saat dewasa dan hari tuanya bisa dipengaruhi sebelum Bunda hamil?

Salah satu yang bisa dilihat adalah perkembangan otak anak saat kecil berpengaruh pada fungsi kognitif saat dia menua. Demikian disampaikan Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UNIKA Atma Jaya, Dr.dr.Yuda Turana, SpS, dalam acara 'Grand Opening RS Atma Jaya Paviliun Bonaventura' di Rumah Sakit Atma Jaya, Penjaringan, Jakarta Utara, baru-baru ini.

"Ada studi yang menarik, pada balita yang tidak kreatif, pada usia lanjut dia akan mengalami gangguan kognitif," kata Yuda.


Studi yang dilakukan ini cukup panjang, Bun. Anak-anak yang masuk taman kanak-kanak dicek tingkat kreativitasnya, saat mereka usia 60 tahun, data ini dibuka dan dilihat. Ternyata anak yang kreatif di taman kanak-kanak, gangguan kognitifnya lebih sedikit saat usia lanjut.

Kemudian, menurut Yuda, anak yang kreatif bisa dipengaruhi kondisi ibu saat hamil. Bahkan sebelum ibu hamil, atau masih menjadi calon ibu.

"Jadi dari segi edukasi, nasib kita ini ditentukan bukan saat kita di kandungan tapi sebelum di kandungan dan dilahirkan, bahkan saat si ibu baru menjadi calon ibu," pungkasnya.

Fungsi Kognitif Anak Dipengaruhi Kondisi Ibu Sebelum HamilFungsi Kognitif Anak Dipengaruhi Kondisi Ibu Sebelum Hamil/ Foto: iStock

Faktor penentunya adalah calon ibu yang mengalami gangguan kesehatan dan gaya hidup tidak sehat, seperti, anemia, kurang gizi, dan merokok. Calon ibu dengan kondisi demikian cenderung menghasilkan bayi yang malnutrisi, berat badan lahir rendah (BBLR) dan fungsi kognitif terganggu sehingga anak tidak kreatif.

"Tantangannya sekarang, kita harus intervensi calon-calon ibu. Apalagi di Indonesia masih ada masalah kawin muda, punya anak usia muda, ditambah lagi perempuan lebih banyak putus sekolah dibandingkan laki-laki," ujar Yuda.

Dari penelitian di manapun, salah satu cara untuk mengubahnya bukan budaya tapi edukasi atau perbaikan tingkat pendidikan perempuan. Bila si perempuan memiliki pengetahuan, pasti akan merencanakan kehamilan dengan baik. Nantinya perkembangan otak terutama fungsi kognitif anak sejak lahir hingga menua juga akan baik.

Bila si kecil hobi nonton TV, baiknya dibatasi, Bun. Dampak kebanyakan nonton TV pada anak bisa disaksikan di video berikut.

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi