kehamilan

Bunda, Waspadai Risiko Konsumsi Fluoride Saat Hamil Anak Laki-laki

Asri Ediyati Minggu, 25 Aug 2019 19:00 WIB
Bunda, Waspadai Risiko Konsumsi Fluoride Saat Hamil Anak Laki-laki
Jakarta - Menambah fluoride di air memang bermanfaat untuk menghindari gigi berlubang. Akan tetapi, wanita yang mengonsumsi minuman mengandung fluoride saat hamil berisiko pada janin mereka. Terutama pada organ otak.

Peneliti asal Kanada menyebutkan bahwa konsumsi fluoride saat hamil bisa 'memangkas' jumlah I.Q (kualitas kecerdasan) anak. Terutama, jika Bunda hamil anak laki-laki. Penelitian yang dipublikasikan di JAMA Pediatrics ini mengamati konsumsi fluoride oleh wanita hamil.

Para peneliti melihat pengaruhnya terhadap bayi mereka pada usia 3 atau 4. Efeknya jelas bagi anak laki-laki.

Perempuan, di sisi lain, menunjukkan peningkatan di I.Q., tapi itu tidak signifikan secara statistik, yang berarti itu bisa terjadi karena kebetulan. Perbedaan gender dapat mencerminkan fakta dan otak pria dan wanita dapat berkembang secara berbeda, kata para peneliti.


Untuk ibu hamil di kelompok penelitian yang menambahkan fluoride ke dalam air minum, penurunan I.Q. adalah 1,5 poin (hanya untuk anak laki-laki) atau 2,3 poin, tergantung pada bagaimana paparan fluoride diukur.
ilustrasi ibu hamil/ ilustrasi ibu hamil/ / Foto: iStock
"Kami berbicara tentang janin dan saat ini sama sekali tidak ada manfaat yang diperoleh untuk janin dari fluoride. Jika ada, ada potensi risiko," kata penulis senior Christine Till dari York University di Toronto dikutip dari Reuters Health.

Fluoride hanya melindungi terhadap gigi berlubang ketika diaplikasikan langsung pada enamel gigi, sehingga tidak ada manfaatnya bagi bayi sampai gigi anak muncul.

Lalu, berdasarkan temuan baru dan penelitian baru dari Mexico City yang menemukan hal yang sama yakni penurunan I.Q., membuat salah satu penulis penelitian, David Bellinger makin yakin bahwa fluoride adalah hal serius. "Hipotesis yang mengemukakan bahwa fluoride adalah racun perkembangan saraf sekarang harus dipertimbangkan secara serius," kata Bellinger dari Boston Children's Hospital.

Rekan penulis studi Angeles Martinez-Mier, seorang ahli fluoridasi dan seorang profesor di Sekolah Kedokteran Gigi Indiana University di Indianapolis, mengatakan bahwa meskipun wanita hamil harus mengurangi asupan fluoride mereka, para peneliti tidak memiliki cukup informasi untuk membuat rekomendasi kebijakan.

Dia juga mengatakan, fluoride mungkin berasal dari sumber yang berbeda, tergantung pada daerahnya. Di Meksiko, sumber utamanya adalah garam berfluoridasi. Di AS, selain air berfluoridasi, mineral ini ditemukan dalam teh, daging olahan, sarden, anggur, dan kismis.

Terakhir, menurut Pamela Den Besten, seorang dokter gigi di University of California San Francisco, jika Bunda memutuskan untuk tak mengonsumsi fluoride, maka Bunda harus merawat gigi dengan mengurangi gula.

"Dan menggunakan bentuk lain dari fluoride topikal yang tidak tertelan," ujar Den Besten yang tidak terlibat dalam penelitian.

Simak juga fakta air kelapa untuk ibu hamil.

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi