HaiBunda

KEHAMILAN

Alasan Berat Badan Ibu Hamil Tidak Boleh Naik Berlebihan

Ratih Wulan Pinandu   |   HaiBunda

Minggu, 08 Sep 2019 10:32 WIB
Bahaya obesitas ibu hamil/ Foto: iStock
Jakarta - Bunda, berat badannya sudah naik berapa kilo nih selama hamil? Kalau kata dokter kandungan, idealnya selama 9 bulan kehamilan Bunda hanya mengalami kenaikan berat badan 9 kilogram saja.

Tapi, banyak yang bilang, baru hamil trimester pertama sudah naik 4 - 5 kilogram. Wah, enggak heran ya kalau sampai jelang melahirkan kenaikan berat badan bisa naik hingga 20 kg.


Kalau sudah seperti ini harus hati-hati lho, karena kenaikan berat badan yang terlalu banyak bisa membahayakan Bunda. Mengutip buku Hamil Tanpa Galau, kenaikan berat badan ibu hamil yang berlebihan atau obesitas bisa menimbulkan risiko keguguran.


Selain itu, Bunda juga bisa mengalami diabetes gestasional, yaitu penyakit yang terjadi selama kehamilan. Bunda yang mengalami kenaikan berat badan drastis biasanya akan mendapatkan janin terlalu besar, proses persalinan yang sulit, preeklampsia, hingga melahirkan prematur.

Bahaya obesitas ibu hamil/ Foto: iStock

Bahkan, bisa memengaruhi kondisi anak setelah dilahirkan seperti mengalami obesitas dan diabetes pada anak. Sebab, kenaikan berat badan yang terlalu drastis saat hamil dapat mengubah gen bayi yang sedang berkembang dalam mengendalikan nafsu makan.

Penelitian yang dilakukan oleh University of North Carolina menunjukkan, kenaikan berat badan berlebihan saat hamil mengakibatkan persalinan yang lebih menyakitkan, dengan proses lebih lama.

Selain itu, Bunda juga berisiko mengalami hipertensi selama hamil, hingga berujung pada preeklampsia. Keduanya bisa menyebabkan komplikasi kehamilan dan persalinan.

Sedangkan menurut ulasan Health Line, komplikasi selama kehamilan jauh lebih mungkin dialami ibu hamil yang obesitas. Risiko komplikasi seperti preeklampsia, diabetes gestasional, persalinan caesar, dan kelahiran prematur paling tinggi terjadi pada wanita yang memiliki berat badan berlebih selama hamil.

Para peneliti dari Belanda menemukan, 34 persen wanita dengan berat badan normal mengalami komplikasi kehamilan, dibandingkan dengan lebih dari 60 persen wanita yang sangat gemuk ketika mereka hamil. Studi ini didasarkan pada analisis data pada lebih dari 190 ribu ibu dan anak-anaknya di Eropa dan Amerika Serikat.

"Kami sangat terkejut dengan persentase komplikasi kehamilan yang tinggi ini tergantung pada berat wanita sebelum kehamilan," ungkap Dr. Romy Gaillard, asisten profesor di departemen pediatri di Erasmus MC University Medical Center di Rotterdam.

Untuk mencegah kenaikan berat badan yang terlalu drastis, ibu hamil disarankan berkonsultasi dengan dokter kandungan setiap kontrol. Biasanya, dokter akan membantu Bunda mengatur kenaikan berat badan setiap bulan.

Bunda bisa menanyakan pula asupan apa saja yang kira-kira berpotensi meningkatkan berat badan selama kehamilan. Jadi, berat badan tetap terkontrol selama kehamilan.

Semoga membantu!

Bunda, cari tahu yuk pijatan yang enak buat ibu hamil seperti penjelasan di bawah ini:

(rap/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kisah Cinta Chef Arnold dan Istri, Banjir Ungkapan 'I Miss U' sejak Kenal

Mom's Life Amira Salsabila

7 Resep Jamu setelah Melahirkan Caesar hingga Pervaginam

Kehamilan Melly Febrida

Anak Oki Setiana Dewi Alami Gangguan Bicara tapi Bersyukur Bisa Hafal Alfatihah di Usia 5 Th

Parenting Amira Salsabila

234 Nama India Aesthetic untuk Anak Laki-laki dan Artinya yang Islami dan Manis Maknanya

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

5 Anak Artis yang Kini Sudah Gadis, Intip Potretnya Tak Kalah Cantik dari Sang Bunda

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Momen Anggun Habiskan Waktu Bareng Suami Bule, Intip 5 Potretnya

Apakah saat Maulid Nabi Boleh Puasa? Ketahui Hukumnya dalam Islam

Mantan Pelayan Kerajaan Ungkap Sisi Lain Pangeran Harry yang Jarang Terungkap, Ternyata...

7 Resep Jamu setelah Melahirkan Caesar hingga Pervaginam

Kisah Cinta Chef Arnold dan Istri, Banjir Ungkapan 'I Miss U' sejak Kenal

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK