kehamilan

Janin Hilang dalam Kandungan? Ini Lho Penjelasan Ilmiahnya

Annisa Karnesyia Kamis, 03 Oct 2019 10:15 WIB
Janin Hilang dalam Kandungan? Ini Lho Penjelasan Ilmiahnya
Jakarta - Kehamilan menjadi hal yang ditunggu-tunggu wanita. Namun, bagaimana jadinya jika ibu hamil mengalami kejadian aneh, seperti janin hilang tiba-tiba?

Beberapa wanita mengaku pernah mengalami kejadian ini, Bunda. Lalu benar enggak ya janin bisa hilang tiba-tiba?

Menurut dr.Kanadi Sumapraja SpOG(K), secara medis hilangnya janin tiba-tiba kelihatannya tidak mungkin terjadi. Secara ilmu kebidanan, enggak ada kondisi patologi yang bisa menjelaskan fenomena ini.


"Usia kehamilan sangat fantastis. Umumnya seorang ibu melahirkan bayinya di usia kehamilan cukup bulan (37-42 minggu)," kata Kanadi.

Namun, perasaan wanita yang kerap merasa dirinya hamil bisa terjadi karena masalah psikologi yang sering disebut pseudocyesis atau kehamilan palsu. Mengutip WebMD, kondisi ini membuat seorang wanita yakin dirinya mengandung bayi.

Orang dengan pseudocyesis mengalami hampir semua gejala kehamilan. Sampai saat ini dokter belum menemukan penyebab pasti pseudocyesis, Bunda. Namun, mereka curiga semua disebabkan faktor psikologi.

Ahli pediatri dan penyakit dalam, Katie Mena, MD, mengatakan ada tiga teori yang bisa menjelaskan penyebab pseudocyesis. Beberapa pakar kesehatan mental percaya ini dikaitkan dengan keinginan atau ketakutan wanita untuk hamil.

"Ketika seorang wanita ingin hamil, mungkin mereka pernah mengalami keguguran, infertilitas, atau ingin menikah. Perubahan tertentu dalam tubuh diartikan sebagai tanda kehamilan," ujar Mena, dilansir Healthline.

Ilustrasi cek kehamilanIlustrasi cek kehamilan/ Foto: iStock

Selain itu, pseudocyesis bisa dipengaruhi sistem endokrin. Hal ini pada akhirnya menyebabkan tubuh mengalami gejala kehamilan. Teori terakhir tentang janin hilang di kandungan bisa karena perubahan kimia dalam sistem saraf yang dikaitkan dengan gangguan depresi. Bisa jadi ini yang bertanggung jawab atas gejala kehamilan palsu.

"Beberapa peneliti bahkan menghubungkan masalah ini dengan kurangnya pengetahuan, tingkat pendapatan, atau masa lalu wanita, salah satunya bisa memegang peran dalam memicu kehamilan palsu," kata Mena.

Untuk mengetahui janin hilang atau tidak, tentu melalui pemeriksaan medis. Dokter kandungan dr.Frizar Irmansyah, SpOG, mengatakan kalau mual, muntah, atau terlambat haid belum tentu tanda-tanda kehamilan. Paling efektif Bunda melakukan cek lewat ultrasonografi (USG).

"Tanda-tanda objektif harus dites lewat USG kehamilan. Menggunakan test pack juga bisa salah, bisa jadi alatnya rusak. Intinya tidak bisa dipercaya 100 persen," tutur Frizar, mengutip detikcom.

Bicara soal kehamilan, simak juga tips hamil anak perempuan atau laki-laki di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi