kehamilan

Janin Hilang dalam Kandungan, Seperti Apa Gejala & Penanganannya

Annisa Karnesyia Kamis, 03 Oct 2019 14:54 WIB
Janin Hilang dalam Kandungan, Seperti Apa Gejala & Penanganannya
Jakarta - Secara medis, kondisi janin hilang tiba-tiba dalam kandungan belum bisa dijelaskan, Bunda. Namun, beberapa orang percaya, penyebabnya dikaitkan dengan hal mistis.

Penyebab masuk akal dari janin hilang tiba-tiba bisa karena masalah psikologis. Dikutip dari WebMD, kondisi ini disebut pseudocyesis atau kehamilan palsu.

Seseorang dengan pseudocyesis merasa dirinya hamil karena mengalami tanda seperti orang hamil. Tanda ini bisa berlangsung selama beberapa minggu hingga sembilan bulan. Pada kondisi tertentu bisa sampai tahunan.


Kata ahli pediatri dan penyakit dalam, Katie Mena, MD, secara fisik, gejala yang paling umum kehamilan palsu adalah perut membuncit, mirip seperti ada bayi. Perut membuncit bisa disebabkan karena tumpukan gas, lemak, feses, atau urine. Tapi, bisa juga disebabkan haid tidak teratur.

"Tidak teraturnya siklus haid adalah gejala fisik paling umum. Antara setengah sampai tiga perempat wanita yang mengalami pseudocyesis melaporkan jika merasa seperti ada janin bergerak dalam perutnya," kata Mena, dilansir Healthline.

"Banyak juga yang merasakan janin itu menendang, meskipun tidak pernah ada bayi yang hadir," lanjutnya.

Tanda-tanda hamilTanda-tanda hamil/ Foto: iStock

Beberapa gejala lain pseudocyesis yang sulit dibedakan dengan kehamilan, yaitu:

- morning sickness (mual dan muntah)
- payudara mengeras
- ukuran dan warna payudara berubah
- sakit seperti mau melahirkan
- pusar hilang seperti ibu hamil
- nafsu makan meningkat
- perbesaran rahim
- serviks seperti melunak

Untuk mengetahui hamil atau tidak, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Jika kondisi ini tidak merugikan secara fisik, tidak ada perawatan khusus yang diperlukan.

"Bila pseudocyesis menyebabkan haid tidak teratur, dokter biasanya memberikan obat. Tapi, jika ini mengganggu psikologis, sebaiknya segera konsultasikan ke psikoterapis," pungkas Mena.

Bunda, simak juga cara menghitung usia kehamilan di video berikut ya.

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi