Sign Up search


kehamilan

3 Fakta Kalkulator Masa Subur yang Harus Bunda Tahu

Annisa Karnesyia Kamis, 20 Feb 2020 18:34 WIB
3 Fakta Kalkulator Masa Subur yang Harus Bunda Tahu caption
Jakarta - Kalkulator masa subur online menjadi salah satu cara untuk menghitung kapan terjadinya ovulasi. Dengan metode ini, kita harus mencatat siklus haid, Bun.

Mengutip laman Stanford Children's Health, seorang wanita dapat hamil (subur) hanya pada waktu tertentu dari siklus haidnya, yaitu sebelum dan selama ovulasi. Dengan mengetahui waktu ovulasi, kita dapat memprediksi kapan masa subur.


Beberapa kalkulator masa subur dapat menghitung perkiraan waktu ovulasi dan masa subur pada wanita yang mengalami siklus haid teratur. Kebanyakan sulit menentukan pada wanita yang siklus haidnya tidak teratur.


Penulis buku The Doula Advantage, Rachel Gurevich mengatakan, kalender atau kalkulator ovulasi adalah alat daring yang membantu wanita menentukan masa suburnya. Alat ini juga untuk membantu wanita mengatur waktu berhubungan seksual selama kehamilan.

"Kalkulator mungkin tidak selalu 100 persen akurat, metode lain untuk mendeteksi ovulasi dan masa subur jauh lebih baik. Tetapi ada kalanya cara ini dapat membantu," kata Gurevich, dikutip dari Very Well Family.

Ilustrasi menghitung masa subur dari kalenderIlustrasi menghitung masa subur dari kalender/ Foto: iStock

1. Cara kerja kalkulator masa subur

Cara kerja paling dasar dari kalkulator atau kalender masa subur online adalah menanyakan tanggal hari pertama haid terakhir dan panjang rata-rata siklus haid. Jika Bunda tidak tahu, sebagian besar kalender akan menyarankan kita menulis atau memilih dalam 28 hari. Ini dianggap waktu rata-rata, karena siklus haid normal dapat berkisar 21 hingga 35 hari.

Kemudian, kalkulator masa subur biasanya akan mengasumsikan fase luteal selama 14 hari. Fase luteal adalah waktu antara ovulasi dan hari pertama haid.

"Fase luteal normal dapat singkat, yaitu 10 hari atau selama 15 hari. Kalender ovulasi yang lebih baik akan menanyakan berapa lama fase luteal kita," ujar Gurevich.

Selanjutnya, berdasarkan informasi ini, kalkulator masa subur akan membuat perkiraan hari paling mungkin subur dan mungkin mengalami ovulasi. Jika kalender menunjukkan bahwa siklus rata-rata adalah 35 hari, dan fase luteal rata-rata adalah 15 hari, mungkin masa subur ada di hari 17, 18, 19, dan 20 dari siklus haid, Bun. Ini mengetahui waktu ovulasi dengan menghitung mundur 15 hari dari hari ke-35 siklus haid.

"Beberapa kalender akan menunjukkan kemungkinan masa subur dan waktu paling subur, misalnya di hari 19 dan 20," tutur Gurevich.

2. Keakuratan kalkulator masa subur

Gurevich mengatakan, tidak ada yang namanya akurat dalam kalender dan kalkulator masa subur. Artinya semua itu hanya berbasis waktu rata-rata. Banyak orang menggunakan cara ini bukan untuk menentukan tanggal yang akurat dan spesifik, tetapi untuk melihat rentang waktu yang luas dan bagus.

Jika Bunda ingin menghitung masa subur yang sedikit lebih akurat, pertimbangkan untuk menggunakan aplikasi kesuburan atau ovulasi pada ponsel. Beberapa aplikasi kesuburan akan meminta suhu tubuh basal dan tanda-tanda subur lainnya yang lebih akurat.

Aplikasi biasanya dapat memperhitungkan panjang siklus rata-rata selama berbulan-bulan. Kemudian, akan memberi tahu kapan kemungkinan masa subur dari ponsel.

Ilustrasi menghitung masa suburIlustrasi menghitung masa subur/ Foto: iStock

3. Fungsi kalkulator masa subur

Beberapa orang mencoba menggunakan kalkulator masa subur atau ovulasi sebagai KB alami. Biasanya seseorang mencari prediksi masa subur dan menghindari berhubungan seksual ketika kalkulator mengatakan mereka subur.

Meski begitu, jangan mengandalkan cara ini kalau tidak ingin hamil. Ada risiko signifikan melakukan hubungan seksual ketika sedang subur. Kalkulator masa subur hanya menggunakan tanggal, tidak dapat memberi tahu dengan pasti kapan wanita tidak subur.

Dilansir The Times of India, kalkulator masa subur atau ovulasi dapat memahami bagaimana tubuh kita bekerja, terutama untuk menjadi sehat. Cara ini menjadi penting bukan cuma untuk mengetahui masa subur untuk hamil dan tidak hamil, Bun. Kalkulator juga berguna kalau Bunda mau memeriksa gejala-gejala ovulasi seperti bercak ringan, nyeri payudara, kram ringan, kembung perut, atau dorongan seksual yang meningkat.


Selain menggunakan kalkulator masa subur, sebaiknya kita selalu mencatat siklus haid, semua gejala seperti kram perut, nyeri payudara, dan perubahan suasana hati. Ini akan membantu Anda merencanakan kehamilan dengan lebih baik.

Jangan lupa untuk mengingat grafik masa ovulasi dan perhatikan gejalanya. Terakhir adalah memantau suhu tubuh basal setidaknya selama tiga periode siklus haid.

Simak juga cara menghitung usia kehamilan, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi