HaiBunda

KEHAMILAN

3 Tanda Masa Subur untuk Hamil yang Paling Umum

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Kamis, 12 Mar 2020 07:02 WIB
3 Tanda Masa Subur untuk Hamil yang Paling Umum/ Foto: iStock
Jakarta - Saat merencanakan kehamilan, hal yang terpenting adalah mengetahui masa subur Bunda. Hal ini diungkap oleh perawat senior Chaunie Brusie, RN, dengan mempersempit masa subur, kita dapat meningkatkan aktivitas seksual pada waktu tersebut. Kemungkinan untuk hamil juga akan tinggi, Bunda.

"Setelah kita mengenali waktu dan tanda-tanda ovulasi, kita dapat merencanakan untuk berhubungan seksual untuk meningkatkan peluang hamil," kata Bruise, dikutip dari Healthline.


Nah, apa saja tiga tanda masa subur untuk hamil yang paling umum dialami wanita? Berikut dilansir Parents tanda-tandanya:


1. Nyeri ovulasi

Juga disebut sebagai mittelschmerz, beberapa wanita dapat mengalami kram ovulasi atau kedutan ketika telur dilepaskan. Gejalanya dapat berupa nyeri tumpul atau tajam dan tiba-tiba yang umumnya ringan. Biasanya berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam, tetapi dapat berlangsung selama satu atau dua hari.

2. Peningkatan suhu tubuh basal

Menurut American College of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG), segera setelah ovulasi, sebagian besar wanita mengalami sedikit peningkatan tetapi dapat dideteksi dalam suhu tubuh normal mereka.

Dengan memantau suhu tubuh basal hal pertama di pagi hari dan melacak hasilnya pada grafik suhu tubuh basal, Bunda dapat menentukan bahwa ovulasi telah terjadi. Namun, kondisi seperti demam, tidur gelisah, dan aktivitas dapat mempengaruhi keakuratan pembacaan suhu.
Ilustrasi wanita/ Foto: Getty Images/iStockphoto/RyanKing999

3. Debit ovulasi dan lendir serviks

Menurut ACOG, cara lain untuk mendeteksi ovulasi atau masa subur yang akan datang adalah dengan memantau cairan vagina atau lendir serviks dengan memeriksa lendir secara teratur pada pembukaan vagina. Secara umum, vagina menghasilkan sekresi paling sedikit segera setelah siklus menstruasi berakhir. Jumlah dan konsistensi cairan vagina mengikuti pola.

Jadi setelah siklus menstruasi berakhir, Bunda mungkin melihat sekresi vagina yang lengket. Lalu, sebelum ovulasi, sebagian besar wanita biasanya mendeteksi peningkatan sekresi vagina yang basah dan licin (mirip dengan konsistensi putih telur mentah).

Umumnya, tubuh menghasilkan jumlah terbesar dari jenis keputihan tersebut pada hari ovulasi. Setelah hari ovulasi, keputihan secara bertahap menjadi lebih tebal dalam konsistensi, dan semakin sedikit yang dikeluarkan.


Simak juga ciri hamil yang bisa kita lihat dari perubahan kondisi kulit:



(aci/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Suri Jabrik Keponakan Luna Maya Jalani Ritual Sambut Momen Dewasa, Ini Potretnya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Anak Kurang Tidur di Usia Dini Bisa Tingkatkan Risiko Depresi saat Remaja

Parenting Elia Amaliana

Cara Membuat Roti Tawar Lembut dan Mengembang, Mudah untuk Pemula

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Orang yang Punya Pengaruh Positif, Mampu Bikin Orang Lain Jadi Lebih Baik

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ciri Kepribadian Orang Kreatif, Sering Punya Kebiasaan Ini

Parenting Sandra Odilifia & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Suri Jabrik Keponakan Luna Maya Jalani Ritual Sambut Momen Dewasa, Ini Potretnya

Anak Kurang Tidur di Usia Dini Bisa Tingkatkan Risiko Depresi saat Remaja

Apakah Paparan Produk Plastik Bisa Bikin Sulit Hamil? Simak Faktanya

Cara Membuat Roti Tawar Lembut dan Mengembang, Mudah untuk Pemula

Ciri Orang yang Punya Pengaruh Positif, Mampu Bikin Orang Lain Jadi Lebih Baik

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK