sign up SIGN UP search


kehamilan

Berniat Hamil di Atas Usia 35 Tahun, Bunda? Cek 3 Risikonya

Ratih Wulan Pinandu Senin, 18 May 2020 07:00 WIB
Asian pregnant woman sleeping
on the sofa 3 risiko Ibu hamildi atas usia 35 tahun/ Foto: iStock
Jakarta -

Majunya pendidikan dan karier perempuan, dipercaya membuat kehamilan di atas usia 35 tahun meningkat. Tak hanya itu saja, perubahan sosial, budaya, serta kesempatan mendapatkan kontrasepsi yang lebih baik membuat wanita memilih untuk hamil di usia yang lebih matang.

Apakah Bunda salah satunya? Melansir Medical News Today, wanita yang baru hamil di atas usia 35 tahun disebut sebagai ibu lanjut usia (advanced maternal age). Namun sebutan ini masih menjadi perdebatan, karena istilah ibu lanjut usia dinilai berkonotasi negatif, Bun.

Wanita yang melahirkan pertama kali di usia 35 tahun atau lebih, memiliki risiko kesehatan lebih tinggi. Seiring bertambahnya usia wanita, kemungkinan untuk hamil jadi berkurang karena menurunnya jumlah sel telur. Serta kualitasnya yang juga ikut berkurang nih, Bun.


"Kami sudah tahu bahwa wanita yang lebih tua lebih mungkin mengalami masalah kesehatan daripada wanita yang lebih muda terkait kehamilan," kata Dr. Adnan I. Qureshi, direktur Institut Stroke Zeenat Qureshi di St. Cloud, MN.

Hal yang sama juga terjadi pada pria di usia 35 tahun ke atas. Pertambahan usia mengakibatkan menurunnya jumlah sperma, motilitas dan volume semen. Gabungan faktor di antara hal itu akan membuat peluang kehamilan ikut menurun.

Ibu hamil3 risiko Ibu hamildi atas usia 35 tahun/ Foto: iStock

Saat berhasil mendapatkan kehamilan, Bunda disarankan untuk mendapatkan konsultasi secara intensif oleh dokter kandungan. Beberapa risiko berikut juga sebaiknya diwaspadai oleh ibu hamil di atas 35 tahun:

1. Risiko genetik

Risiko genetik tertentu lebih sering muncul dalam kehamilan, seiring bertambahnya usia wanita. Misalnya, melahirkan bayi down syndrom. Penelitian yang diterbitkan di Nature Communication mencari tahu mengapa ibu yang berusia lebih tua berisiko melahirkan anak dengan kelainan bawaan. Hal itu ditanda dengan angka kromosom abnormal.

Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Albert Einstein di Universitas Yeshiva di New York mengatakan, proses genetik rekombinasi dapat menyebabkan peningkatan kondisi seperti down syndrom.

Rekombinasi adalah proses di mana pasangan kromosom bertukar bahan genetik sebelum berpisah. Tim menemukan bahwa pada ibu yang lebih tua, proses rekombinasi mungkin kurang diatur, yang dapat menyebabkan angka kromosom abnormal dalam sel seks atau pengaturan ulang kromosom besar.

2. Keguguran

Risiko keguguran naik secara bertahap seiring bertambahnya usia ibu. Penelitian yang diterbitkan dalam BMJ menunjukkan bahwa risiko keguguran berkisar 8,9 persen untuk wanita hamil di usia 20-24 tahun. Risiko ini meningkat sekitar 74,7 persen untuk wanita berusia 45 tahun ke atas. Penurunan kualitas sel telur wanita disebut sebagai faktor yang bertanggung jawab atas tingginya tingkat keguguran.

3. Kelahiran mati

Kelahiran mati mungkin terjadi pada wanita yang melahirkan anak di usia matang. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Canandian Medical Association Journal menemukan bahwa lahir mati sekitar 1,2 hingga 2,23 kali lebih tinggi pada ibu hamil berusia matang.

Selain itu, tingkat lahir mati telah terbukti lebih tinggi pada orang yang memiliki anak pertama di usia 35 tahun atau lebih. Wanita berusia 35 tahun atau lebih tua, sering direkomendasikan untuk diinduksi ketika mendekati persalinan. Hal itu untuk menurunkan risiko lahir mati.

Sekitar 1 dari 1.000 wanita di bawah 35 tahun berisiko mengalami kelahiran mati selama usia kehamilan 39 dan 40 minggu. Hal itu memiliki perbandingan 1,4 dari 1.000 wanita berusia 35 hingga 39 tahun, dan 2 dari 1.000 wanita pada usia 40 tahun ke atas.

Namun, jangan berkecil hati dulu ya, Bunda. Bukan berarti semua ibu berusia 35 tahun ke atas akan mengalami masalah kehamilan yang serius.

"Ini sebuah label, bukan diagnosis," jelas Alan Fleischman, MD, direktur medis March of Dimes dilansir Parents.

Fleischman menyaran agar Bunda berusia 35 tahun atau lebih menjaga gaya hidup sehat untuk mendapatkan kehamilan yang sehat. Terpenting tetap optimis dan berpikir positif ya, Bunda.

Bunda, simak juga yuk ciri-ciri hamil dari perubahan kulit seperti dijelaskan dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi