sign up SIGN UP search


kehamilan

5 Alasan Ibu Hamil Jadi Sensitif dan Benci Suami Beserta Solusinya

Annisa Afani Kamis, 25 Jun 2020 15:08 WIB
Man being mad at his girlfriend caption
Jakarta -

Kehamilan yang dialami oleh seorang wanita, diisi dengan banyaknya hal yang berubah. Dimulai dari perubahan dari hal kecil yang tidak kentara hingga hal besar seperti membenci suaminya sendiri.

Perubahan perasaan ibu hamil terhadap suami mungkin hanya dirasakan bagi sebagian orang. Namun hal tersebut memang benar dapat terjadi dan disebabkan oleh hormon-hormon yang meningkat pada sang ibu.

Dikutip dari Romper, Dr Judith M. Thorne selaku dokter psikolog mengatakan, "Ini tentu normal. Tubuh seorang wanita berubah secara drastis dan hormon-hormonnya berfluktuasi."


Namun, dilansir dari Baby Gaga, terkadang perasaan ini juga bisa disebabkan oleh reaksi dari Ayah sendiri, Bunda. Ini bisa dikatakan sebagai masalah yang cukup rumit.

Ibu hamil bisa menjadi lebih sensitif hingga membenci suaminya karena beberapa alasan. Berikut ini 5 alasan yang membuat timbulnya perasaan tidak senang pada pasangan ketika hamil:

1. Cemburu dengan normalitasnya

Kebanyakan ibu hamil mengakui bahwa kadang sulit untuk tidak merasa iri pada Ayah. Saat ibu hamil sulit menikmati makanan dengan bau yang tajam, suami justru dapat menikmatinya tanpa merasakan masalah.

Faktanya, ibu hamil secara keseluruhan hanya bisa cemburu bahwa suami dapat terus memiliki kehidupan yang normal, sementara dia merasa kesusahan dengan kehamilan.

Dalam beberapa kasus, solusi terbaik adalah suami perlu mengakui perubahan pada istrinya dan menyesuaikan diri. Misalnya, setuju untuk melakukan rutinitas yang sama seperti ibu, mungkin pergi jogging dengannya atau membantunya memasak makanan enak atau menghabiskan akhir pekan bersama, alih-alih berkumpul bersama teman-teman.

2. Mudah kepanasan

Alasan lainnya mengapa beberapa ibu hamil menjadi pemarah adalah karena merasa panas akibat peningkatan metabolisme yang terjadi bersamaan dengan kehamilan. Salah satu cara terbaik untuk menahan emosi adalah tetap tenang, mandi air dingin atau dengan menyalakan AC.

Jika suami ingin melakukan upaya ekstra agar ibu hamil tidak membencinya, mungkin bisa membawa pulang es krim atau smoothie kesukaannya.

3. 'Dia penyebab semua ini'

Alasan lain mengapa ibu hamil mulai membenci pasangannya adalah karena suami dianggap menjadi penyebab ibu hamil mengalami hal yang tengah dia rasakan. Ini adalah sentimen umum untuk kehamilan yang tidak direncanakan.

4. Insecure

Dengan semua perubahan yang terjadi pada tubuhnya, seorang ibu hamil bisa merasa tidak aman. Banyak dari perubahan yang terjadi pada kehamilan, seperti perut dan payudara yang bertambah besar, hingga menimbulkan efek samping seperti kaki bengkak karena retensi cairan tubuh.

Mother to be getting ready for a partyIlustrasi ibu hamil dandan/ Foto: Getty Images/iStockphoto/nicoletaionescu

Semua hal tersebut bisa membuat ibu hamil merasa kurang cantik. Meski begitu, cara mendukungnya adalah Ayah harus tetap memuji, mendukung, dan memastikan bahwa ibu hamil tidak seburuk yang mereka bayangkan.

5. Tidak membantu

Penting untuk berbicara tentang berbagi beban pekerjaan rumah tangga selama kehamilan. Walaupun ibu hamil tetap tinggal di rumah, bagaimanapun juga, mungkin terlalu berlebihan jika mengharapkannya untuk melakukan semua pekerjaan. Apalagi tengah merasakan gejala kehamilan yang tidak membuat nyaman.

Ayah bisa membantu berbelanja, mencuci piring, atau kegiatan lainnya. Bekerja sama menyelesaikan pekerjaan rumah tangga sebaiknya dimulai sejak awal pernikahan agar menjadi kebiasaan. Bagaimanapun, membesarkan anak juga akan membutuhkan banyak kerja sama, sehingga cara yang terbaik adalah membiasakan untuk bekerja sama.

Bunda, simak juga ciri hamil dari perubahan kulit dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/kuy)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi