sign up SIGN UP search


kehamilan

Perubahan Psikologis pada Ibu Hamil Tiap Trimester & Cara Mengatasinya

Annisa Afani Kamis, 25 Jun 2020 16:13 WIB
Young happy pregnant mother posing next to a window at home and touching her belly caption
Jakarta -

Ketika hamil, Bunda akan mengalami perubahan fisik dan fisiologis. Dengan perubahan yang dialami tubuh, Bunda juga akan mengalami perubahan emosional dan psikologis.

Penting untuk dipahami bahwa perubahan ini disebabkan oleh lonjakan hormon yang sepenuhnya terjadi secara normal dan alami. Namun semua perubahan ini bersifat sementara dan akan berlalu saat bayi dilahirkan.

Meski begitu, penting bagi Bunda untuk menjaga diri agar tetap dalam kondisi kesehatan yang optimal, baik secara fisik maupun mental demi diri sendiri dan buah hati.


Adapun lonjakan hormon kehamilan, seperti estrogen dan progesteron membantu bayi berkembang, tapi juga memiliki pengaruh pada saraf Bunda. Itu sebabnya, Bunda juga akan mengalami beberapa kondisi seperti kelelahan, kesal, marah, tertekan dan banyak emosi kehamilan negatif lainnya.

Dilansir dari Parenting First Cry, perubahan-perubahan akibat lonjakan hormon ini memiliki tahap yang memengaruhi psikologis sesuai dengan trimester kehamilan. Berikut ini penjelasannya dan cara mengatasinya:

1.Trimester pertama

Dalam beberapa bulan pertama kehamilan, Bunda akan mengalami kelelahan, mual, nyeri punggung bawah dan sebagainya. Progesteron juga dikaitkan dengan perubahan suasana hati, kewaspadaan, dan menangis tanpa alasan.

Sangat umum bagi ibu yang baru pertama kali mengalami gejala kecemasan ringan. Ini disebabkan oleh rasa takut kehilangan anak, dan hampir setiap ibu hamil dalam situasi ini memiliki kekhawatiran yang sama persis.

Cara mengatasinya:

1. Cari kesibukan agar Bunda tidak memiliki celah untuk berpikir hal-hal negatif dan stres.

2. Cari dukungan agar Bunda tidak merasa kesepian. Komunikasikan segala yang Bunda rasakan dan butuhkan kepada orang tua, keluarga dan teman.

3. Memahami situasi yang sedang terjadi itu penting, sehingga Bunda bisa mengatasinya.

4. Meditasi atau melakukan yoga bisa menjadi solusi untuk menghilangkan stres dan membuat rileks selama kehamilan.

2. Trimester kedua

Pada trimester sebelumnya, seperti kelelahan, perubahan suasana hati, mual di pagi hari biasanya hilang pada trimester kedua. Tapi sebagai gantinya, Bunda mungkin akan menjadi pelupa dan kurang teratur dari biasanya.

Peningkatan berat badan dan ekspansi fisik tubuh juga bisa menimbulkan masalah pada tampilan. Meski emosi kehamilan pada trimester ini biasanya tidak terlalu ekstrem, tapi tetap dapat mempengaruhi secara signifikan.

Cara mengatasinya:

1. Belajar menangani beberapa hal yang dikhawatirkan. Dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan tes darah atau tes amniosentesis untuk memprediksi cacat lahir pada janin seperti Down's Syndrome. Meski kemungkinan anak mengalami cacat jenis kecil, tetapi membantu untuk siap.

2. Bangun ikatan dengan pasangan. Penting bagi Bunda dan Ayah menghabiskan waktu berkualitas bersama. Cara ini berguna untuk mempertahankan ikatan emosional Bunda.

New parents enjoying pregnancy touching belly at homeIbu hamil dan suami/ Foto: iStock

3. Belajar untuk mencintai diri sendiri meskipun mengalami perubahan fisik dalam perkembangan janin. Jika kenaikan berat badan sangat mempengaruhi, Bunda dapat mencoba latihan kardio sederhana yang disetujui oleh dokter. Selain tetap fit, kardio dapat mengurangi kemungkinan diabetes saat kehamilan.

3. Trimester ketiga

Pelupa dan hal lain dari trimester sebelumnya mungkin masih Bunda alami. Namun saat semakin mendekatinya tanggal kelahiran, Bunda mungkin mulai mengalami sedikit kecemasan tentang persalinan.

Bunda juga akan mengalami lebih banyak sakit fisik, seperti sakit punggung, leher, kaki dan tulang rusuk. Rasa sakit ini akan memperburuk suasana hati.

Cara mengatasinya:

1. Tetap tenang meski merasa cemas dengan waktu persalinan yang semakin dekat. Bunda sudah mulai bisa untuk mempertimbangkan proses persalinan dan dampak yang akan dimiliki bayi. Stres emosional selama kehamilan dapat memiliki efek negatif pada bayi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang memiliki jumlah hormon stres yang tinggi, kortisol, jauh lebih mungkin mengalami keguguran. Karena itu, Bunda bisa melakukan latihan yoga, pernapasan dan meditasi agar lebih rileks dan positif.

2. Kunjungan dokter kandungan di trimester akhir ini sangat penting. Hormon Bunda akan mengalami perubahan lebih dari sebelumnya, sehingga menanyakan pada dokter tentang bagaimana cara menghadapinya menjadi cara yang bijak.

3. Persiapkan rumah untuk menyambut bayi yang baru lahir. Ini termasuk membuat ruang tidur anak dan memastikan memiliki persediaan dasar seperti popok, obat bayi, botol susu, dan sebagainya. Selain itu, ini bisa menjadi pengalihan dari stres dan kecemasan tentang persalinan yang akan datang.

Bunda, simak juga penyebab preeklampsia dalam video berikut

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi