sign up SIGN UP search


kehamilan

Ibu Hamil Perlu Waspada Nih, Peneliti Sebut Janin Bisa Terinfeksi Corona Lewat Plasenta

Asri Ediyati Jumat, 17 Jul 2020 09:19 WIB
A female doctor and pregnant woman are inside a hospital room. The doctor is looking at a computer screen while performing an ultrasound. caption
Jakarta -

Setelah kasus pertama janin terinfeksi Corona ditemukan di Prancis, kini peneliti di Amerika Serikat melaporkan kasus serupa dalam The Pediatric Infectious Disease Journal, Bunda.

Laporan menunjukkan bahwa virus Corona dapat melewati plasenta selama kehamilan. Dengan kata lain, jika Bunda terinfeksi virus saat hamil, Bunda berpotensi menularkan Corona ke janin melalui rahim.

Dilansir Forbes, untuk laporan kasus, tim dari University of Texas Southwestern Medical Center yang terdiri dari Julide Sisman, MD, dan rekan-rekan menggambarkan apa yang terjadi pada seorang wanita 37 tahun yang sedang hamil 34 minggu dan dirawat di rumah sakit untuk persalinan prematur.


Kehamilannya sedikit rumit karena wanita tersebut mengidap diabetes mellitus Kelas B, obesitas, dan sifilis laten. Kemudian dilakukan tes swab hasilnya pun positif. Dokter kemudian menempatkan wanita itu di ruang isolasi untuk mencegah orang lain terkena virus.

Sesaat setelah bayi lahir, dokter dengan cepat memisahkan bayi dari ibunya. Biasanya kebanyakan anak ditaruh di dekapan sang ibunda namun dalam kasus ini, dokter ingin mencegah bayi dari terinfeksi COVID-19.

bayi sakitilustrasi bayi sakit/ Foto: thinkstock

Selama hari pertama, bayi itu tampaknya tidak memiliki masalah bernafas. Kemudian para dokter menempelkan kapas pada bagian dalam hidung mungil si bayi.

Para dokter mendapatkan sampel pada tanda 24 dan 48 jam pertama setelah dilahirkan dan menguji sampel untuk mengetahui adanya COVID-19 atau tidak. Ternyata semua hasilnya positif, menunjukkan bayi itu terinfeksi virus.

Di hari kedua, bayi mengalami demam dan kesulitan bernapas. Kandungan oksigen dalam darahnya turun dari hampir 100 persen hingga 78 persen. Para dokter pun memberikan bayi oksigen tambahan.

Melihat ini terjadi pada hari kedua dan bukan hari pertama, dokter beranggapan bahwa ini tidak ada hubungannya dengan kelahirannya yang prematur. Dokter juga memeriksa plasenta untuk mencari bukti virus tersebut di bawah mikroskop elektron.

Antibodi berlabel untuk Corona juga menempel di berbagai bagian sampel. Hal tersebut menunjukkan indikasi bahwa bayi itu telah terinfeksi melalui plasenta.

Untungnya, masalah pernapasan bayi hanya berlangsung selama tiga hari. Pada hari kelima, bayi tidak lagi membutuhkan oksigen tambahan. Lalu, akhirnya ibu dan anak itu pulang ke rumah pada hari ke-21.

Seperti yang ditunjukkan oleh penulis laporan kasus, ini bukan laporan pertama bayi yang kemungkinan mendapatkan virus corona dari ibu mereka melalui plasenta. Tidak jelas seberapa umum penularan semacam itu terjadi, tetapi sejauh ini tampaknya masih jarang.

Tentu saja perlu penelitian lebih lanjut tentang penularan Corona selama kehamilan dan apa yang mungkin terjadi pada janin. Meski demikian, setidaknya kasus ini membuat Bunda lebih waspada saat hamil.

Simak juga asupan alami untuk meningkatkan imunitas tubuh di kala pandemi:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi