sign up SIGN UP search


kehamilan

Waspadai Risiko Pembekuan Darah pada Ibu Hamil

Dwi Indah Nurcahyani Selasa, 28 Jul 2020 07:14 WIB
Ibu hamil Pembekuan darah saat hamil/ Foto: iStock
Jakarta -

Bagi banyak wanita, kehamilan menjadi momen yang sangat membahagiakan. Tetapi, bagi sebagian wanita dengan riwayat pembekuan darah, hal tersebut akan menjadi hal yang penuh ketidakpastian.

Perlu Bunda tahu, kehamilan memang dapat meningkatkan risiko pembekuan darah karena kadar esterogen lebih tinggi dari jumlah normal. Melansir laman Natfonline, pembekuan darah juga bisa terjadi karena tubuh sedang bersiap untuk melahirkan.

"Ketika Bunda melahirkan, ada perdarahan. Tubuh akan sedikit lebih cenderung ke arah pembekuan, sehingga Bunda dapat menyembuhkan dan menghentikan perdarahan," ujar Dr Gregory Piazza, seorang spesialis kedokteran kardiovaskular di Brigham and Women's Hospital.


Ibu hamil sakit kepala atau stresRisiko pembekuan darah pada ibu hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/LittleBee80

Menurut pengalaman Piazza yang sering menangani ibu dengan risiko pembekuan darah selama hamil, hal tersebut berkaitan dengan masa lalunya. Menurutnya, Bunda yang menggunakan kontrasepsi berbasis estrogen, perlu mengambil tindakan pencegahan ketika hamil atau ketika berencana untuk hamil.

"Jika Bunda sudah memiliki gumpalan darah karena estrogen yang tinggi dari pil KB, Bunda akan membutuhkan perlindungan," jelas Piazza.

Pada kasus pembekuan darah, ibu hamil juga dikhawatirkan mengalami komplikasi tambahan. Di mana biasanya ibu hamil cenderung mengembangkan pulmonary embolis (PE) dan deep vein thrombosisi (DVT), tetapi juga dapat mengalami thrombosis vena panggul.

Vena panggul merupakan vena yang menuju ke kaki, tetapi lebih tinggi. Bagian ini dapat trombosis dan menyebabkan pembengkakan kaki secara masif.

Selain itu, ibu hamil juga bisa mendapatkan gumpalan darah di pembuluh darah ovarium di mana hal ini ini dapat menyebabkan sakit perut, panggul, atau samping. Dan, gumpalan darah juga dapat mempengaruhi bayi yang sedang berkembang.

Melansir dari laman CDC, ketika DVT dibiarkan dan tidak diobati, sebagian dari pembekuan darah dapat terputus dan menyebar ke paru-paru. Ini akan menyebabkan penyumbatan yang disebut pummonary embolism (PE). PE dapat menghentikan darah dari mencapai paru-paru dan bisa mematikan.

Guna mencegah risiko ini terjadi, ada baiknya Bunda mendiskusikan kesehatan selama kehamilan dengan dokter. Terutama bagi Bunda yang memiliki riwayat pembekuan darah pada kehamilan terdahulu.

Semoga sehat selalu ya, Bunda.

Bunda, simak juga yuk kenali faktor yang meningkatkan peluang hamil anggur yang berisiko tinggi dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi