sign up SIGN UP search


kehamilan

Orgasme di Awal Kahamilan, Berbahaya untuk Janin Enggak Sih?

Dwi Indah Nurcahyani Sabtu, 01 Aug 2020 17:14 WIB
happy pregnant couple expecting baby and listen to baby Orgasme di awal kehamilan/ Foto: iStock
Jakarta -

Banyak pasangan menghindari berhubungan seks di awal kehamilan. Sebagian Bunda khawatir jika aktivitas seksual bisa membahayakan janin yang masih rentan.

Melansir dari Healthwise, seorang peneliti dari Nigerian Institute of Medical Research, Yaba, Lagos, Prof. Oliver Ezechi, mengatakan bahwa pasangan tidak perlu menunda berhubungan seks selama tak ada larangan dari dokter.

Secara umum, dokter mencatat bahwa tidak semua pasangan tahu bahwa sebenarnya mereka bisa terus melakukan hubungan seksual tanpa membahayakan janin. Bahkan, seks boleh dilakukan sejak pembuahan hingga persalinan, selama tidak ada masalah medis yang dapat dibuktikan.


Dokter menegaskan bahwa seks tidak akan membahayakan janin, pada tahap apa pun selama kehamilan yang khas dan tidak rumit. Sebab, bayi dilindungi oleh otot-otot rahim yang kuat, cairan ketuban, dan sumbat lendir yang berkembang di sekitar leher rahim.

Future parents. Happy expecting couple hugging and smiling while standing near the window at home, free spaceOrgasme bahayakan janin?/ Foto: Getty Images

"Rahim memiliki otot yang kuat. Selama hubungan intim, Mr P tidak melampaui vagina, sehingga bayi akan aman. Pastikan pasangan tidak menurunkan beban tubuhnya di atas perut Bunda," ujar Dr. Sanjana Sainan, seorang obgyn, dikutip dari Parenting First Cry.

Untuk itu, selama dilakukan dengan aman, tentu saja seks di awal kehamilan masih bisa dilakukan kok, Bunda. Apalagi, seks memberikan manfaat pada kehamilan Bunda. Di antaranya dapat membakar kalori yang membuat Bunda dan Ayah lebih aktif secara fisik dan bugar.

Nah, tunggu apalagi. Selamat mencoba dengan Ayah ya, Bunda.

Bunda, simak penjelasan dokter mengenai hubungan intim saat hamil dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi