sign up SIGN UP search


kehamilan

Benarkah Daun Kemangi Bisa Mengatasi Keputihan pada Ibu Hamil?

Haikal Luthfi Jumat, 18 Sep 2020 15:22 WIB
fresh basil herb in flowerpot on window caption
Jakarta -

Keputihan merupakan masalah yang umum dialami oleh wanita, apalagi ketika Bunda sedang hamil. Volume keputihan biasanya akan terus meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan.

Keputihan ini terjadi karena adanya peningkatan kadar hormon estrogen tubuh selama kehamilan. Hormon tersebut meningkatkan aliran darah ke area panggul dan menstimulasi selaput lendir.

"Jika keputihannya tidak gatal, berbau, itu hal yang normal," kata Dr. Finekri Abidin SpOG(K) dari RS YPK Mandiri, beberapa waktu lalu.


Keputihan biasanya ditandai dengan perubahan warna pada cairan organ reproduksi wanita. Dalam kondisi normal, cairan ini berfungsi sebagai pembersih liang vagina, pelumas, dan pertahanan dari infeksi. Secara umum, cairan yang keluar akan berwarna bening, tidak berbau (atau berbau khas), dan tidak menimbulkan iritasi.

Hal ini tentu bertolak belakang dengan saat terjadi keputihan abnormal yang ditandai dengan perubahan warna, berbau tajam dan rasa gatal. Biasanya ini akan keluar dalam jumlah yang banyak, Bunda.

Mengutip Medical News Today, jumlah keputihan dapat sangat bervariasi. Warna, konsistensi, dan jumlahnya juga dapat berubah dari hari ke hari, tergantung di mana seseorang berada dalam siklus menstruasinya, yang meliputi:

Hari 1-5: Terjadi pada awal siklus menstruasi. Biasanya cairan akan berwarna merah atau berdarah, karena tubuh melepaskan lapisan rahim.

Hari 6-14: Setelah menstruasi, seseorang mungkin melihat lebih sedikit keputihan dari biasanya. Saat sel telur mulai berkembang dan matang, lendir serviks akan menjadi keruh dan berwarna putih atau kuning. Ini mungkin akan terasa lengket.

Hari 14-25: Beberapa hari menjelang ovulasi, lendir akan menjadi encer dan licin, mirip dengan konsistensi putih telur. Setelah ovulasi, lendir akan kembali menjadi keruh, putih atau kuning, dan mungkin lengket.

Hari 25-28: Lendir serviks akan menjadi lebih ringan, dan seseorang akan melihat lebih sedikit, sebelum mendapatkan menstruasi berikutnya.

Di samping itu, keputihan yang dialami oleh ibu hamil biasanya terjadi dengan normal. Jika terdapat sesuatu seperti warna, bau, atau konsistensi yang tampak berbeda dari biasanya, dapat dipastikan ini disebabkan karena infeksi atau penyebab lainnya, Bunda.

Young woman having painful stomachache with hands holding pressing her crotch lower abdomen. Medical or gynecological problems, healthcare conceptIlustrasi keputihan/ Foto: iStock

Dikutip dari WebMD, beberapa hal yang dapat memengaruhi keputihan abnormal, seperti penggunaan antibiotik atau steroid, pil KB, kanker serviks, penyakit radang panggul, trikomoniasis atau infeksi parasit yang tertular dari hubungan intim, serta yang paling umum disebabkan infeksi karena jamur.

Manfaat daun kemangi atasi keputihan

Nah Bunda, salah satu cara untuk menangani keputihan pada organ intim wanita dengan menggunakan daun kemangi. Jenis tumbuhan yang satu ini ternyata tidak hanya sebagai hidangan pelengkap lalapan saja.

Meskipun ini bisa diatasi dengan obat-obatan, semisal obat antijamur dalam bentuk krim atau gel ataupun dengan pil atau krim antibiotik, daun kemangi merupakan cara alami sekaligus alternatif selain penggunaan obat-obatan kimia, Bunda.

Di dalam daun kemangi terdapat kandungan antibiotik alami yang mampu membunuh kuman penyebab keputihan. Sehingga, daun kemangi sangat bagus dikonsumsi wanita karena kandungannya tersebut.

Mengutip buku yang berjudul '56 Makanan Ajaib dan Manfaatnya untuk Kesehatan dan Kecantikan (2018)', senyawa eugenol merupakan kandungan yang dapat mengatasi jamur yang menyebabkan keputihan. Konsumsi daun kemangi segar secara rutin akan memberikan dampak yang cukup efektif.

Selain itu, kandungan minyak atsiri, flavonoid, saponin pada daun kemangi berfungsi sebagai antijamur. Sebuah studi menjelaskan, saponin dapat merusak sel membran, flavonoid menghambat pertumbuhan sel Candida albicans, yaitu sejenis jamur yang biasa terjadi di kulit, mulut dan organ intim.

Senada dengan itu, menurut Bambang Soekardjo dalam bukunya yang berjudul 'Prinsip-Prinsip Rancangan Obat (1995) menyebutkan bahwa minyak atsiri pada daun kemangi mengandung eugenol yang tergolong turunan senyawa fenol yang mempunyai efek antiseptik dan bekerja dengan merusak membran sel. Jadi, bagi ibu hamil bisa mencoba cara ini untuk mengatasi keputihan.

Dilansir dari Mom Junction, Kemangi aman dikonsumsi selama kehamilan, Bunda. Namun perlu diingat untuk tidak mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan.

Di samping itu, ibu hamil juga harus mencuci daun kemangi sebelum mengonsumsinya karena kemangi yang tidak dicuci mungkin mengandung parasit dan bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan infeksi dan penyakit yang ditularkan melalui makanan, seperti listeriosis dan toksoplasmosis.

Pastikan juga untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum Bunda memulai makan daun kemangi saat hamil. Ini demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta tetap menjaga kondisi ibu agar tetap prima, beserta buah hati ya.

Simak juga Bunda, mitos atau fakta mentimun sebabkan keputihan pada video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(haf/haf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi