sign up SIGN UP search


kehamilan

Tanda-tanda Akan Melahirkan Prematur, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Senin, 26 Oct 2020 07:00 WIB
Pregnant woman show sign of discomfort, stomachache, labour pain caption
Jakarta -

Melahirkan dini juga dikenal dengan melahirkan prematur merupakan komplikasi kehamilan yang sangat serius, Bunda. Sayangnya, banyak wanita tidak memahami tanda-tanda akan melahirkan prematur.

Melahirkan prematur didefinisikan sebagai persalinan yang dimulai sebelum usia kehamilan 37 minggu. Kondisi ini terjadi jika ibu hamil mengalami kontraksi dan perubahan pada serviks, pelebaran atau penipisan.

Beberapa wanita memiliki resiko lebih besar melahirkan prematur dan siapa pun bisa mengalaminya selama kehamilan. Karena itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda melahirkan prematur.


Semakin cepat Bunda mengetahui tanda-tandanya, maka makin cepat melahirkan prematur dapat dicegah dan memungkinkan Bunda melahirkan cukup bulan atau memberi kesempatan kepada bayi untuk bertahan hidup lebih baik.

Obgyn di Rose Medical center di Denver, Lauren Kauvar mengatakan bahwa jika ibu hamil tampaknya akan melahirkan sebelum 34 minggu, dokter kemungkinan akan memberikan suntikan kortikosteroid. Ini untuk mengurangi kemungkinan bayi dilahirkan dengan komplikasi pernapasan berbahaya dan masalah lain yang terkait dengan paru-paru yang belum sempurna.

"Anda juga mungkin akan diberikan magnesium sulfat, yang dapat membantu mengurangi resiko cerebral palsy pada bayi prematur," kata dia, dikutip dari The Bump.

Tanda-tanda akan melahirkan prematur

Ada beberapa tanda yang ditunjukkan jika ibu akan melahirkan prematur. Namun tanda-tanda melahirkan prematur ini sulit dikenali, Bunda.

"Banyak tanda melahirkan prematur adalah hal yang sangat umum dan normal selama kehamilan," ujar spesialis kedokteran ibu-janin di Duke University Medical Center di Durham, North Carolina, Sarahn Wheeler, MD.

Berikut ini beberapa tanda-tanda melahirkan prematur yang bisa Bunda perhatikan, dikutip dari Pampers:

  • Kontraksi yang muncul tidak berhenti, menjadi lebih sering, teratur, dan tidak nyaman seiring berjalannya waktu.
  • Merasakan kram seperti mengalami menstruasi di atas tulang kemaluan.
  • Merasakan sakit di panggul, paha, atau selangkangan.
  • Merasa nyeri punggung bawah atau ada tekanan.
  • Kram usus atau diare.
  • Meningkatnya jumlah keputihan.
  • Muncul cairan encer berwarna merah muda, kecoklatan, atau darah dari vagina.

Sementara itu, jika Bunda ragu apakah mengalami kontraksi asli atau palsu, mengalami salah satu tanda tersebut, atau merasakan lebih dari empat kontraksi dalam 1 jam, segera hubungi dokter. Bunda mungkin diminta untuk ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penyebab melahirkan prematur

Para ahli masih belum yakin apa yang menyebabkan ibu melahirkan prematur, tetapi mereka tahu bahwa kondisi dan perilaku tertentu bisa meningkatkan risiko. Beberapa risiko tersebut, yakni:

  • Memiliki riwayat melahirkan prematur
  • Hamil lebih dari satu bayi
  • Mengalami infeksi selama kehamilan
  • Merokok saat hamil
  • Terpapar obat dan bahan kimia tertentu
  • Menjadi kurus atau kelebihan berat badan sebelum hamil
  • Memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti hipertensi dan diabetes
  • Memiliki masalah serviks
  • Berusia 35 tahun
  • Hamil kurang dari enam bulan setelah melahirkan terakhir
  • Cairan ketuban terlalu banyak atau sedikit
  • Tidak menerima perawatan prenatal

Sementara itu, ibu hamil yang melahirkan secara prematur dapat menempatkan risiko pada bayinya, Bunda. Beberapa hal yang mungkin dapat dialami oleh bayi prematur, di antaranya:

  • Lahir dengan berat badan yang rendah.
  • Mengalami beberapa komplikasi kesehatan pada kesehatan.
  • Mengalami masalah terkait pernapasan.
  • Adanya organ tubuh yang belum berkembang maksimal.
  • Resiko masalah pada penglihatan atau pendengaran.
  • Berisiko mengalami gangguan dalam berperilaku dan masalah dalam belajar.

Mencegah ibu melahirkan prematur

Ada beberapa cara yang bisa ibu hamil lakukan untuk mencegah kelahiran prematur. Berikut beberapa cara tersebut:

1. Hindari stres

Studi mengungkapkan bahwa tingginya kadar hormon stres kortisol bisa menjadi salah satu penyebab yang dapat memicu kelahiran prematur. Karena itu, ibu hamil harus tetap tenang dan berpikir positif.

Nah, jika Bunda memiliki banyak kekhawatiran tentang kehamilan, bicarakan dan minta bantuan kepada dokter atau orang terdekat. Selain itu, istirahat yang cukup, dan lakukan meditasi atau yoga untuk menghindari atau mengurangi stres.

2. Terhidrasi

Salah satu hal yang biasa dokter sarankan untuk ibu hamil agar tak mengalaminya, yaitu dengan tetap terhidrasi dengan baik. Ini disarankan karena kasus melahirkan prematur menjadi lebih tinggi saat musim panas, dan kebanyakan ibu hamil yang mengalami teridentifikasi dehidrasi. Dehidrasi bisa membuat rahim ibu hamil lebih rentan terhadap kontraksi.

"Dehidrasi, volume darah menurun, dapat meningkatkan konsentrasi oksitosin, yakni hormon yang menyebabkan kontraksi uterus. Menghidrasi diri sendiri akan meningkatkan volume darah," kata doula bersertifikat Robin Elise Weiss, PhD, MPH, dikutip dari Very Well Family.

3. Tambah berat badan

Konsumsi makanan sehat, dan cobalah menambah berat badan antara 11 sampai 16 kilogram (kg) selama kehamilan. Angka ini bagi ibu hamil yang memulai kehamilan dengan BMI normal, namun bisa bervariasi untuk bobot awal lainnya.

4. Hindari infeksi saluran kemih

Setelah buang air, selalu lap dari depan ke belakang untuk membantu mencegah infeksi saluran kemih.

5. Jangan memaksakan diri

Jangan mengangkat benda berat dan istirahat jika mengalami kontraksi yang tidak berhenti dalam waktu singkat.

Terpenting, apabila ibu hamil mengalami gejala-gejala dan merasa tak nyaman, segera untuk mendapatkan pemeriksaan dari dokter sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini. Pastikan juga untuk meminta dokter agar menjelaskan tanda dan gejala melahirkan prematur kepada agar dapat mewaspadainya.

Jika merasa yakin dan tahu bahwa bayi kemungkinan besar akan lahir lebih awal, maka ibu hamil mungkin akan dibawa unit perawatan intensif neonatal (NICU). Selain itu, ibu hamil mungkin juga akan memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan dokter spesialis untuk menentukan perawatan yang dibutuhkan.

Bunda, simak juga nutrisi untuk anak lahir prematur dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi