sign up SIGN UP search


kehamilan

Bunda, Yuk Kenali Penyebab Risiko Plasenta Previa dalam Kehamilan

Dwi Indah Nurcahyani Minggu, 15 Nov 2020 13:31 WIB
Doctor explaining medical records to pregnant woman sitting with man. Male professional is discussing with mid adult couple. They are in hospital ward. caption

Jakarta - Tak sedikit ibu hamil mengalami kondisi plasenta previa dalam kehamilannya. Tetapi, tak banyak yang tahu kondisi apa sebenarnya plasenta previa itu. Padahal, plasenta previa sangatlah berisiko terutama bagi kesehatan ibu dan juga janin. Yuk, cari tahu apa itu plasenta previa agar Bunda bisa meminimalisir risikonya ketika hamil!

Melansir Mayo Clinic, plasenta previa terjadi ketika plasenta bayi menutupi sebagian atau seluruh serviks ibu, saluran keluar uterus. Plasenta previa juga dapat menyebabkan perdarahan hebat selama kehamilan dan persalinan.

Jika terjadi plasentra previa, kemungkinan Bunda akan mengalami perdarahan selama kehamilan dan selama persalinan. Untuk itu, beberapa tindakan dari tim medis pun akan dilakukan.


Biasanya, dokter akan merekomendasikan untuk menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan kontraksi, termasuk berhubungan seks, douching, menggunakan tampon, atau melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan risiko perdarahan, seperti berlari, jongkok, dan melompat.

"Risiko plasenta previa akan lebih berisiko jika Bunda berusia lebih tua dan sebelumnya pernah memiliki riwayat plasenta previa atau pernah hamil sebelumnya," ujar Titi Otunla, seorang bidan bersertifikat di Texas Children Pavilion For Women di Houston, seperti dikutip dari laman Parents.

Lebih lanjut Otunla mengatakan bahwa kondisi plasenta previa juga akan bergantung pada usia ibu, tergantung pada berapa banyak kehamilan yang dia alami sebelumnya dimana ada kemungkinan besar terjadi plasenta previa.

Dalam kebanyakan kasus, perdarahan biasanya merupakan gejala pertama dari plasenta previa. Munculnya perdarahan vagina tanpa rasa sakit ini terutama setelah minggu ke-12 kehamilan. Jika itu terjadi, biasanya USG dilakukan untuk memeriksa penempatan plasenta. Tetapi, seringkali juga Bunda bisa perdarahan tanpa mengalami plasenta previa.

Tetapi, Bunda tidak perlu khawatir karena mayoritas kasus plasenta previa akan sembuh dengan sendirinya. Sebab, saat rahim tumbuh, ia akan menarik plasenta, dan posisinya menjadi normal dalam 20 minggu. 

Ketika melewati 20 minggu dan plasenta previa masih ada, biasanya akan dilakukan ultrasound  setiap 2 hingga 4 minggu untuk memantaunya sehingga bisa dilakukan langkah terbaik.

Nah, semoga membantu ya, Bunda!

 

Bunda, simak juga yuk penyebab utama terjadinya preeklamsia dalam video di bawah ini: 

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi