sign up SIGN UP search


kehamilan

Sakit Pinggang Sebelah Kiri Saat Hamil, Begini Cara Mengatasinya Bun

Haikal Luthfi Jumat, 06 Nov 2020 20:40 WIB
A portrait of pregnant young woman indoors at home, feeling tired. caption
Jakarta -

Selama hamil, tubuh akan mengalami perubahan besar yang bisa membuat ibu hamil seringkali merasa tidak nyaman. Salah satu perubahan tersebut bisa menyebabkan ketidaknyamanan, seperti sakit pinggang, Bunda.

Terkadang wanita hamil memang kerap mengalami sakit pinggang dan dalam kasus yang jarang terjadi, sakit pinggang bisa dikeluhkan di sebelah kiri. Meski begitu, belum ada studi yang membahas secara spesifik mengenai ini. Namun, secara umum, sakit pinggang lumrah dialami pada masa kehamilan.

Ya, sakit punggung bagian bawah atau sakit pinggang merupakan salah satu masalah paling umum yang terjadi selama kehamilan. Mengutip buku berjudul Simple Guide Back Pain, nyeri pinggang selama kehamilan merupakan masalah yang relatif umum. Ini terjadi karena seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, posisi bayi dalam rahim dapat menekan saraf dan menyebabkan nyeri pinggang.


Penyebab sakit pinggang

Nyeri pinggang terjadi bisa karena beberapa faktor. Nah, berikut ini faktor penyebabnya, dikutip dari berbagai sumber:

Perubahan hormon

Nyeri pinggang selama kehamilan diakibatkan karena meningkatnya hormon yang merangsang peregangan otot-otot pada area pinggang. Hormon kehamilan melemahkan dan mengendurkan ligamen dan otot untuk membantu tubuh bersiap-siap melahirkan bayi. Ketika otot atau ligamen ini lemah, lebih mudah untuk meregangkannya dan mendapatkan sakit pinggang.

"Hormon yang dilepaskan dalam tubuh dapat melonggarkan sendi dan ligamen di daerah panggul sebagai persiapan untuk persalinan, yang dapat menyebabkan banyak ketidaknyamanan," kata Marianne Ryan, ahli terapi fisik seperti dilansir dari New York Times.

Berat badan meningkat

Mengutip WebMD, selama kehamilan yang sehat, berat badan ibu hamil akan bertambah 11 hingga 16 kilogram (kg). Tulang belakang harus menopang beban tersebut, sehingga bisa menyebabkan sakit pinggang. Berat bayi dan rahim yang sedang tumbuh juga memberi tekanan pada pembuluh darah dan saraf di panggul dan punggung.

Perubahan postur tubuh

Kehamilan menggeser pusat gravitasi, sehingga ibu hamil secara bertahap dan mungkin tanpa sadar mulai menyesuaikan postur dan cara bergerak. Ini berpotensi menyebabkan sakit pinggang atau ketegangan.

Peregangan otot

Saat rahim mengembang, dua lembar otot paralel, yang membentang dari tulang rusuk ke tulang kemaluan, dapat terpisah, sehingga memperburuk sakit pinggang.

Seperti yang diketahui, sakit pinggang akan semakin meningkat ketika usia kehamilan terus berkembang. Umumnya, sakit pinggang dapat terjadi pada trimester 3 kehamilan yang menyebabkan beban pada perut serta tulang pinggang bagian bawah terutama pada area pinggul tulang belakang membengkok dan ligamen merenggang. Hal inilah yang membuat pinggang ibu hamil sering pegal bahkan terasa nyeri.

Mengutip Spine Health, ketidakstabilan mekanis pada tulang belakang bagian bawah dan panggul biasanya menyebabkan sakit pinggang bawah pada ibu hamil. Tulang belakang mengalami lordosis kompensasi peningkatan kelengkungan terbalik berbentuk C yang menyebabkan ketegangan berlebih pada sendi lumbal, otot, ligamen, dan cakram.

Otot psoas pada area pinggul, yang menstabilkan tulang belakang dan membantu gerakan pinggul dan kaki, yang dipersingkat karena lordosis kompensasi, memperburuk gejala sakit pinggang. Gejala nyeri ini dapat dimulai kapan saja selama kehamilan, Bunda. Gejala mungkin terasa seperti:

Nyeri tumpul atau nyeri tajam yang membakar di area pinggang

Nyeri satu sisi di area kanan atau kiri punggung bawah dan tengah

Nyeri yang menjalar ke bagian belakang paha dan tungkai, terkadang ke kaki

Foot drop, atau kondisi yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengangkat bagian depan kaki saat berjalan

Wanita dengan riwayat nyeri punggung atau pinggang yang sudah ada sebelumnya, kehamilan kembar atau bagi mereka yang berada di kelompok usia lebih muda atau lebih tua memungkinkan berisiko lebih tinggi mengalami sakit pinggang selama kehamilan.

Mengatasi sakit pinggang saat hamil

American Pregnancy Association memperkirakan, sekitar 50 sampai 70 persen ibu hamil berjuang melawan rasa sakit pinggang atau punggung selama kehamilan. Meski begitu, ternyata ada beberapa teknik yang bisa membantu ibu hamil mengurangi efek rasa sakit pada pinggang.

Adapun cara mengatasinya dirangkum dari berbagai sumber, yang meliputi:

Gunakan bantal penyangga saat istirahat

Bantal penyangga terutama saat duduk atau tidur di malam hari, bisa sangat membantu, Bunda. Wanita hamil dengan sakit pinggang biasanya akan tidur menyamping dengan bantal penyangga di antara lutut yang ditekuk yang merupakan posisi paling nyaman.

Olahraga ringan secara teratur

Selain tidur menyamping (posisi miring), olahraga diperlukan demi mengurangi rasa nyeri di pinggang. Olahraga secara teratur dapat memperkuat otot dan meningkatkan fleksibilitas. Cara ini juga bisa meredakan nyeri pada tulang belakang.

Olahraga yang aman untuk wanita hamil sebaiknya yang sifatnya ringan, Bunda. Seperti berjalan selama 20 hingga 30 menit, atau mengendarai sepeda statis selama 30 menit sehari untuk membangun kekuatan kaki.

Kompres air hangat atau dingin

Menempelkan kompres air hangat atau dingin pada bagian pinggang yang terasa sakit juga dapat meringankan nyeri lho, Bunda. Mengutip Very Well Family, tak sedikit wanita hamil menemukan kelegaan dengan menggunakan terapi kompres air hangat atau dingin untuk meredakan sakit pinggang.

Meski begitu, cara ini belum tentu lebih baik dari yang lain. Beberapa wanita hamil mungkin menemukan hasil yang lebih baik dengan terapi air dingin, sementara yang lain mungkin merasa lega dengan air hangat.

Akupuntur

Penelitian menunjukkan bahwa akupuntur efektif dalam meredakan nyeri pinggang selama kehamilan. Kendati demikian, konsultasi lebih dahulu ke dokter sebelum mencoba cara ini ya, Bunda.

Cara lain yang bisa dilakukan, seperti menggunakan kaki untuk mengambil ketika ada sesuatu yang jatuh dibanding membungkuk, jangan menggunakan sepatu hak tinggi, dan jangan tidur telentang.

Bunda sebaiknya ke dokter jika sakit pinggang bertambah parah, nyeri kram ritmik, dan kesulitan buang air kecil atau kesemutan. Dalam kasus yang jarang terjadi, sakit pinggang terkait dengan masalah seperti osteoporosis terkait kehamilan, osteoporosis tulang belakang, atau artritis septik. Jadi jika ibu hamil mengalami gejala ini, penting untuk memeriksakan diri ke dokter. 

Bunda bisa simak 14 ciri hamil yang jarang disadari:

[Gambas:Video Haibunda]



(jue/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi