HaiBunda

KEHAMILAN

Berapa Kali Sebaiknya Bumil Kontrol Saat Pandemi, Ini Anjuran Dokter

Maya Sofia   |   HaiBunda

Minggu, 22 Nov 2020 13:55 WIB
Ilustrasi ibu hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/torwai
Jakarta -

Bunda sedang hamil? Sebisa mungkin Bunda tetap berada di rumah ya selama pandemi COVID-19. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan Bunda dan janin. Lalu kapan Bunda boleh keluar rumah? Bunda boleh keluar rumah hanya untuk kontrol rutin kehamilan ke rumah sakit.

"Sebisa mungkin tetap di rumah, kecuali keluar untuk memeriksakan kesehatan kandungan," ujar Spesialias Obstetri dan Ginekologi dr. Kathleen Juanita Gunawan, Sp.OG dalam talkshow Perlindungan Ibu, Anak, dan Balita dari COVID-19 di Media Center Satgas COVID-19 Graha BNPB Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut dr. Kathleen, ibu hamil dengan risiko kehamilan rendah disarankan melakukan cek kehamilan minimal enam kali. Dengan jadwal kehamilan saat di bawah tiga bulan, trimester kedua atau sekitar tujuh bulan, serta di atas tujuh bulan hingga melahirkan.


Adapun bagi ibu hamil dengan risiko tinggi atau mereka yang memiliki penyakit asma, diabetes, dan hipertensi, disarankan lebih sering melakukan cek kehamilan. Hal tersebut guna memastikan kondisi kesehatan kandungan.

Selain itu, Bunda yang punya riwayat dengan risiko tinggi di kehamilan sebelumnya, seperti bayi meninggal dalam kandungan, gangguan pertumbuhan, hingga lahir prematur, disarankan melakukan kontrol ke dokter lebih sering. 

"Jangan sampai kondisi COVID-19 ini, ibu takut untuk melakukan pengecekan kehamilan terutama tiga bulan akhir menjelang persalinan yang berdampak pada kesehatan janin dalam kandungannya," kata dr. Kathleen.

dr. Kathleen mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada rekomendasi bagaimana cara paling aman proses persalinan mencegah COVID-19. Tapi kembali pada indikasi apakah ada gejala pada ibu hamil atau bayi yang harus dilakukan tindakan.

Selain rutin kontrol kesehatan, Bunda yang sedang hamil juga diminta patuh menerapkan protokol kesehatan untuk kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. Jangan lupa biasakan pakai masker jika keluar rumah, jaga jarak dan hindari kerumunan, serta cuci tangan pakai sabun di air mengalir.

Sementara itu, Spesialis Anak dr. Charles M.Sc., Sp.A mengatakan bahwa anak-anak memiliki risiko sama besar seperti yang lainnya. Menurut Charles, anak lebih rentan terpapar virus corona karena keterbatasan pengetahuannya, terutama pada penggunaan masker.

"Anak-anak lebih rentan karena belum tahu bagaimana fungsi penggunaan masker," ungkapnya.

Jangan lupa juga yuk selalu #ingatpesanbunda #ingatpesanibu, untuk #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitanganpakaisabun sesuai imbauan #satgascovid19.



(som/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Anak Perempuan 4 Tahun Terserang Stroke, Berawal Keluhkan Gejala Tak Biasa Ini

Parenting Pritadanes

Momen Shireen Sungkar Dampingi Sang Anak yang Alami Autisme Adaptasi di Tempat Baru

Parenting Annisa Karnesyia

Audy Item Alami Keguguran Hamil Anak Ketiga, Kehilangan Janin di Usia 7 Minggu

Kehamilan Annisa Karnesyia

Setop Bilang 'Enggak Ada Uang' ke Anak! Ini Kalimat yang Lebih Baik Menurut Pakar

Parenting Annisya Asri Diarta

Kisah Anak 2 Th Bantu Selamatkan Adik dI Kandungan, Berawal dari Gerakan Janin Tak Terasa

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Unik! Prilly Latuconsina Hadiahkan 270 Pohon Kopi untuk Omara Esteghal yang Berulang tahun

Audy Item Alami Keguguran Hamil Anak Ketiga, Kehilangan Janin di Usia 7 Minggu

Anak Perempuan 4 Tahun Terserang Stroke, Berawal Keluhkan Gejala Tak Biasa Ini

Momen Shireen Sungkar Dampingi Sang Anak yang Alami Autisme Adaptasi di Tempat Baru

Kisah Anak 2 Th Bantu Selamatkan Adik dI Kandungan, Berawal dari Gerakan Janin Tak Terasa

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK