sign up SIGN UP search


kehamilan

10 Perbedaan Hamil Anak Laki-laki dan Perempuan, Mitos atau Fakta Sih Bun?

Annisa Karnesyia Senin, 04 Jan 2021 18:35 WIB
Pregnant woman with her husband holding ultrasound scan and blue and red post its with words boy or girl caption
Jakarta -

Bunda, pernah mendengar perbedaan saat hamil anak perempuan dan laki-laki? Katanya, jenis kelamin bayi bisa dilihat dari perut ibu hamil. Mitos atau fakta ya?

Pada umumnya, kita dapat melihat jenis kelamin anak yang diperiksa ultrasonografi (USG). Selain itu, wanita biasanya juga merasakan perbedaan saat hamil anak laki-laki dan perempuan.

Menurut dokter obgyn, Dr. Sangeeta Agrawal, jenis kelamin bayi ditentukan oleh susunan kromosomnya pada saat pembuahan, yakni saat sperma bertemu sel telur. Embrio akan menerima 23 kromosom dari masing-masing orang tua, di mana satu pasangan terdiri dari kromosom seks yang menentukan jenis kelamin bayi.


"Jika bayi memiliki dua kromosom X, berarti itu adalah bayi perempuan. Jika memiliki satu kromosom X dan Y, maka itu adalah anak laki-laki," kata Agrawal, dilansir Mom Junction.

Perbedaan jenis kelamin bayi dimulai sekitar minggu ketujuh kehamilan. Hal ini dibangun oleh faktor genetik dan lingkungan, Bunda.

Beberapa orang percaya jika ada perbedaan saat ibu hamil anak laki-laki atau perempuan. Tanda-tanda yang muncul biasanya sangat berbeda lho.

Mengutip berbagai sumber, berikut 10 perbedaan anak laki-laki dan perempuan, beserta mitos dan faktanya:

1. Morning sickness

Morning sickness atau mual muntah di pagi hari perawatan dengan jenis kelamin anak Bunda. Bila morning sickness yang dirasakan parah, kata ibu tengah mengandung anak perempuan.

Banyak orang percaya jika ibu tidak mengalami morning sickness, artinya dia hamil anak laki-laki. Penelitian tentang morning sickness memang ada yang menjelaskan hubungannya dengan jenis kelamin anak.

Dalam studi di tahun 2017, wanita yang mengandung anak perempuan lebih sering mengalami infeksi ketika sistem kekebalan tubuh terpapar bakteri. Penelitian membandingkan tanda-tanda hamil anak laki-laki yang berhubungan dengan wanita.

Meski begitu, faktanya morning sickness terjadi sekitar 70 sampai 80 persen pada ibu hamil. Sebagian besar wanita mengalaminya di trimester pertama atau bahkan sampai melahirkan.

"Perubahan hormon yang disebabkan sebagai penyebab morning sickness," ujar Agrawal.

2. Detak jantung

Perubahan irama detak jantung janinĀ juga kerap dihubungkan dengan jenis kelamin anak dalam kandungan. Detak jantung di bawah 140 per menit menunjukkan bahwa ibu hamil anak laki-laki. Malah, detak jantung cepat atau di atas 140 per menit kerap perawatan dengan anak perempuan.

Sayangnya, penelitian justru tidak menemukan fakta bahwa detak jantung dan jenis kelamin bayi, Bunda. Studi yang berjudul 'Perbedaan Terkait Gender dalam Denyut Jantung Janin Trimester Pertama' mengatakan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara detak jantung anak laki-laki dan perempuan di trimester pertama.

Kebenaran dari jenis kelamin anak, detak jantung janin normalnya adalah 120 hingga 160 per menit. Di awal kehamilan, detak jantung bisa lebih tinggi (140 sampai 160 per menit) atau lebih rendah menuju persalinan (120 sampai 140 per menit).

3. Perubahan kulit dan rambut

Beberapa orang yang percaya bahwa ibu akan berjerawat saat hamil anak perempuan, sementara kulit ibu akan terlihat bersinar dan sehat saat hamil anak laki-laki. Selain itu, ibu hamil anak laki-laki akan memiliki rambut yang berkilau dan tumbuh subur.

D mengutip Healthline, klaim tentang perubahan kulit dan rambut ini belum terbukti benar ya, Bunda. Hingga kini, belum ada penelitian yang mendukung hal tersebut.

Perubahan kulit dan rambut ibu selama hamil disebabkan hormon. Perubahan hormon dapat memengaruhi semua ibu hamil secara berbeda.

4. Mengidam

Perbedaan hamilĀ anak laki-laki dan perempuan bisa dilihat dari cara ibu mengonsumsi makanan atau ngidam. Saat hamil anak laki-laki, wanita umumnya ngidam makanan asin dan gurih. Sementara saat hamil anak perempuan, wanita yang suka makanan manis, seperti cokelat atau permen.

Sebenarnya, tidak ada penelitian yang pasti tentang hal ini. Ngidam pada ibu hamil lebih berkaitan dengan perubahan kebutuhan nutrisi, hormon, faktor budaya, atau psikososial, Bunda.

5. Perubahan postur tubuh ibu

Perut ibu yang terlihat baik dan besar biasanya disebut-sebut menjadi ciri hamil anak perempuan. Sedangkan, ibu yang tidak mengalami kenaikan berat badan atau perubahan postur tubuh signifikan, dikatakan tengah mengandung anak laki-laki.

Sebuah studi yang diterbitkan jurnal Birth menjelaskan bahwa perubahan postur ibu tidak berkaitan dengan jenis kelamin bayi. Hal ini mungkin berhubungan dengan ukuran bayi dan bentuk rahim.

Ibu hamilIlustrasi Ibu Hamil/ Foto: iStock

6. Perubahan mood

Ibu hamil yang mudah tersinggung, depresi, atau marah, mungkin tengah hamil anak perempuan. Malah, ibu yang tidak mengalami perubahan suasana hati kemungkinan sedang hamil anak laki-laki.

Faktanya, perubahan mood ibu hamil tidak terkait dengan jenis kelamin anak lho. Perubahan suasana hati bisa disebabkan faktor hormonal, Bunda.

7. Perubahan warna urine

Warna urine yang tampak gelap menandakan bahwa ibu tengah hamil anak laki-laki. Sementara, bila berwarna kuning kusam artinya Bunda tengah hamil anak perempuan.

Namun, sesuai perubahan warna urine dan jenis kelamin bayi ini hanya mitos ya. Faktanya, perubahan warna urine memang syringe kehamilan kehamilan.

Warna gelap menandakan Bunda mengalami dehidrasi, kemungkinan karena mual dan muntah. Warna urine juga dapat berubah karena konsumsi makanan, obat-obatan, atau suplemen.

8. Ukuran payudara

Saat hamil anak laki-laki, payudara kanan ibu zona akan berukuran lebih besar dari payudara kiri. Sedangkan, jika payudara kiri tampak lebih besar dari yang kanan, beberapa orang yakin itu ciri hamil anak perempuan.

Faktanya, perubahan hormon selama hamil yang menyebabkan perubahan ukuran dan jaringan payudara. Jadi, bukan karena jenis kelamin buah hati ya, Bunda.

Payudara cenderung membesar saat ibu mempersiapkan suplai ASI untuk menyusui bayinya setelah lahir. Sejauh ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa ukuran payudara ibu berhubungan dengan jenis kelamin bayi yang dikandungnya.

9. Kaki dingin

Perbedaan hamil anak laki-laki dan perempuan juga bisa diketahui dari perubahan kaki ibu. Jika kaki ibu sedingin es, kemungkinan dia tengah hamil anak laki-laki.

Sayangnya, ini semua hanya mitos. Dari segi medis, kaki dingin pada ibu hamil disebabkan oleh sirkulasi darah yang buruk, masalah diabetes, atau perubahan cuaca. Ibu yang mengalami kondisi ini sebaiknya segera konsultasi ke dokter ya.

10. Penambahan berat badan

Hamil anak laki-laki sering juga merawat badan ibu yang naik, terutama di bagian perut. Sementara itu, badan ibu yang berat anak perempuan akan bertambah di seluruh tubuh, termasuk wajahnya.

Bunda tahu perlu, sebagian besar wanita akan mengalami kenaikan berat badan selama hamil. Kenaikan berat badan ini menjadi patokan kehamilan yang sehat, bukan untuk menentukan kehamilan anak laki-laki dan perempuan.

Cara Mengetahui Perbedaan Hamil Anak Laki-laki dan Perempuan

Bunda dapat mengetahui jenis kelamin anak yang dikandung dengan melakukan pemeriksaan medis ya. Selain USG, ibu bisa melakukan skrining Non Invasive Prenatal Testing (NIPT) atau Nuchal Translucency (NT) Scan.

Melansir dari Parenys, NIPT merupakan skrining genetik yang bisa dilakukan sekitar minggu ke-10 kehamilan. Jenis kelamin bayi dapat diketahui oleh dokter melalui pemeriksaan ini, Bunda.

Sementara itu, NT Scan merupakan pemeriksaan USG menyeluruh yang sering dilakukan dengan tes darah NIPT. Tes ini dilakukan sekitar minggu ke-12 kehamilan.

NT Scan menyaring berbagai penanda sindrom sindrom pada janin, termasuk sindrom down, trisomi 13, trisomi 18, atau kelainan kromosom lainnya. Melalui pemeriksaan ini, ibu juga bisa melihat jenis kelamin buah hatinya. Apakah Bunda sedang hamil anak laki-laki atau perempuan bisa dilihat secara lebih akurat.

Simak juga tanda kehamilan dilihat dari perubahan kulit, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Maia Estianty Sembuh Covid-19Foto: Mia Kurnia Sari
(ank/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi