sign up SIGN UP search


kehamilan

Perkembangan Janin 4 Bulan yang Perlu Bunda Ketahui

Haikal Luthfi Senin, 11 Jan 2021 21:04 WIB
Ilustrasi hamil muda caption
Jakarta -

Kehamilan merupakan proses dimulainya konsepsi sampai lahirnya janin. Memasuki trimester kedua, usia kandungan sudah memasuki sekitar minggu ke-14 sampai 27 kehamilan, Bunda. Lantas bagaimana perkembangan si kecil di dalam kandungan?

Secara keseluruhan, trimester kedua kehamilan adalah periode pertumbuhan dan perkembangan janin yang ditandai dengan terbentuknya organ-organ secara lengkap dan juga berfungsinya organ-organ tersebut, Bunda.

Dilansir dari laman clevelandclinic.org, detak jantung bayi mulai dapat terdengar melalui alat yang disebut doppler. Jari tangan dan kaki terlihat jelas. Kelopak mata, alis, bulu mata, kuku, dan rambut telah terbentuk. Gigi dan tulang menjadi lebih padat. Bahkan bayi tersebut dapat menghisap jempolnya, menguap, dan meregangkan tubuh.


Sistem saraf mulai berfungsi. Organ reproduksi dan alat kelamin telah berkembang sepenuhnya. Sehingga, dokter dapat melihat melalui USG jika bayi tersebut adalah laki-laki ataupun perempuan.

Selain itu, periode ini juga ditandai dengan semakin banyaknya gerakan janin yang dapat dirasakan oleh ibu hamil, seperti menggeliat dan menendang.

Janin 4 bulan

Memasuki minggu ke 17 kehamilan atau pada bulan ke 4, perkembangan janin sudah semakin terlihat. Mengutip WebMD, ukuran si kecil sudah sebesar buah alpukat dengan panjang sekitar 13 sentimeter dan berat 140 gram. Kondisi ini merupakan awal dari benjolan atau pembengkakan perut karena rahim yang membesar pada ibu hamil.

Wajah janin sudah mulai terlihat, yang terdiri dari kelopak mata, hidung, alis, dan telinga. Kulitnya transparan mulai berwarna merah muda. Tulang dan gigi sudah mulai terbentuk. Memiliki beberapa rambut yang mulai tumbuh serta yang paling penting jenis kelamin mereka sudah dapat diketahui lho Bunda.

Selain itu sistem saraf janin juga mulai terbentuk sehingga pada fase ini ibu hamil memerlukan asupan gizi yang memadai. Jadi, hindari mengonsumsi cokelat dan kafein karena dapat berisiko mengganggu perkembangan saraf pusat janin.

Gerakan janin

Mengutip Healthline, gerakan janin 4 bulan tergantung di mana letak plasenta, bagaimana posisi bayi di dalam rahim, dan berapa banyak lemak tubuh yang dimiliki. Ibu hamil mungkin mulai merasakan gerakan janin di dalam kandungan.

weekly development of a human fetus - week 40Ilustrasi janin/ Foto: iStock

Beberapa gerakan janin dapat dirasakan. Si kecil sudah bisa menendang, meronta-ronta, hingga dapat membuat gerakan menggenggam. Biasanya gerakan janin dapat dikatakan normal jika Bunda merasakan setidaknya 10 gerakan dalam kurun waktu 2 jam. Namun, ini juga bisa dirasakan dalam waktu kurang dari itu.

Menghitung gerakan janin dapat dilakukan dengan mencatatnya, Bunda. Adapun caranya sebagai berikut:

  1. Buatlah daftar dari gerakan satu hingga sepuluh yang bisa diberi tanda centang.
  2. Catat waktu saat Bunda merasakan gerakan janin yang pertama.
  3. Centang untuk setiap gerakan yang dirasakan
  4. Catat waktu pada saat bayi melakukan gerakan kesepuluh.

Dengan menerapkan pencatatan saat menghitung gerakan janin, dapat membantu Bunda untuk mengetahui berapa lama bayi biasanya bergerak 10 kali, Bunda.

Janin kembar saat hamil 4 bulan

Saat hamil 4 bulan dengan bayi kembar, kondisi ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kehamilan tunggal. Ukuran janin kembar juga sebesar alpukat dan berkembang di sepanjang kurva pertumbuhan yang sama.

Satu-satunya perbedaan kecil adalah berat badan tubuh ibu hamil yang mungkin akan bertambah serta benjolan bayi yang mungkin cukup terlihat menonjol karena terdapat dua janin di dalamnya.

Kapan harus ke dokter

Biasanya kondisi ibu hamil cukup terlihat baik selama bulan ke-4 kehamilan. Akan tetapi jika Bunda mengalami gejala-gejala berikut, sebaiknya segera menghubungi dokter, gejala tersebut meliputi:

  • Terdapat peningkatan bercak yang signifikan
  • Pendarahan yang membasahi bantalan
  • Sakit punggung atau perut yang parah
  • Demam tinggi
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Penglihatan kabur
  • Keputihan berair, seolah-olah ketuban sudah pecah
  • Sakit kepala parah secara terus-menerus
  • Muntah atau diare terus-menerus

Memiliki salah satu dari gejala ini mungkin bukan merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang salah dengan kehamilan seseorang, beberapa kondisi tersebut memungkinkan Bunda bisa saja terinfeksi virus ataupun mengalami dehidrasi.

Sangat mudah bagi ibu hamil mengalami dehidrasi selama kehamilan yang dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan juga pusing.

Simak juga Bunda, tips mencegah kehamilan ektopik pada video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(haf/haf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi