sign up SIGN UP search


kehamilan

Jangan Panik! Ini Serba-serbi dan 4 Cara Mengatasi Sesak Napas saat Hamil

Kinan Selasa, 08 Jun 2021 14:10 WIB
Ilustrasi latihan pernapasan saat hamil caption

Saat usia kehamilan semakin bertambah, Bunda mungkin akan merasa lebih mudah lelah. Napas pun menjadi semakin terengah-engah. Jika sudah demikian, bagaimana cara mengatasi sesak napas saat hamil yang aman?

Dilansir What to Expect, umumnya sesak napas saat hamil disebabkan oleh faktor hormonal. Selain itu, ukuran bayi yang semakin besar juga turut membuat beban tubuh Bunda kian bertambah. Akibatnya sesak napas pun jadi sering terjadi.

Apakah normal merasa sesak napas saat hamil?

Meskipun sesak napas ringan bisa jadi kurang nyaman, ini sebenarnya sangat umum terjadi pada bunda hamil. Keluhan ini juga hampir tak memengaruhi bayi karena ia tetap mendapatkan oksigen melalui plasenta.


Kebanyakan keluhan sesak napas saat hamil mulai terjadi sejak trimester kedua. Nantinya di trimester ketiga, frekuensi keluhan sesak napas mungkin akan meningkat seiring pertumbuhan bayi.

Apa penyebab sesak napas saat hamil?

Hormon-hormon tubuh selama kehamilan merangsang otak untuk meningkatkan frekuensi dan kedalaman napas. Dengan demikian, Bunda akan 'mengambil' lebih banyak oksigen untuk bayi yang sedang bertumbuh.

Hormon-hormon ini juga turut membengkakkan kapiler di saluran pernapasan dan mengendurkan otot-otot paru-paru serta saluran bronkial. 

Selain itu, saat kehamilan sudah semakin besar, rahim Bunda akan mendorong diafragma. Ini menekan paru-paru dan membatasi kemampuannya untuk mengembang penuh saat Bunda menarik napas.

Kondisi ini pun menyebabkan Bunda merasa seperti sesak napas dan jeda napas terasa sangat pendek.

Cara mengatasi sesak napas saat hamil 

Meskipun Bunda mungkin tidak dapat sepenuhnya menghilangkan keluhan yang umum ini, tapi ada beberapa cara mengatasi sesak napas yang bisa dicoba untuk meringankannya:

1. Mengatur postur tubuh dengan tepat

Kerap dianggap sepele, postur tubuh yang tepat justru sebenarnya dapat memberi paru-paru sedikit lebih banyak ruang untuk melakukan tugasnya.

Misalnya jika Bunda bekerja sambil duduk, cobalah untuk duduk dengan tegak dan tidak membungkuk. Pengaturan posisi dan postur tubuh memungkinkan agar rahim menjauh dari diafragma sebanyak mungkin. 

Jika perlu, Bunda bisa menggunakan sabuk penyangga kehamilan atau maternity belt guna melatih postur yang tepat.  

2. Pastikan posisi tidur nyaman

Agar posisi tubuh lebih nyaman dan Bunda bisa tidur lebih nyenyak, cobalah untuk berbaring miring ke kiri. Ini merupakan posisi terbaik untuk melancarkan sirkulasi darah dan oksigen ke seluruh tubuh.

Dikutip dari Medical News Today, ada baiknya juga Bunda tidur dengan bantal yang menopang punggung bagian atas. Posisi ini memungkinkan gravitasi 'menarik' rahim ke bawah dan memberi paru-paru lebih banyak ruang. 

3. Tarik napas dalam

Saat napas terasa sesak, cobalah untuk tetap tenang dan menarik napas dalam. Dengarkan ritme yang diberikan oleh tubuh dan jangan memaksakan diri jika sudah merasa lelah.

4. Cukupi kebutuhan istirahat tubuh

Sangat penting untuk beristirahat dan tidur jika pernapasan terasa semakin pendek. Khususnya pada tahap akhir kehamilan, Bunda mungkin tidak dapat melakukan aktivitas fisik pada tingkat yang sama seperti sebelumnya.

Ini merupakan kondisi yang wajar kok, Bunda. Atur jadwal tidur supaya lebih teratur, ya.

Kapan saya sesak napas perlu diperiksakan ke dokter? 

Sesak napas secara signifikan mungkin akan berkurang pada akhir kehamilan, khususnya ketika posisi bayi sudah makin turun ke panggul. Kondisi ini membantu 'membebaskan' lebih banyak ruang untuk paru-paru.

Jika berbagai cara mengatasi sesak napas ini sudah dilakukan tapi keluhan tak kunjung membaik, segera konsultasikan ke dokter kandungan Bunda, ya.

Sesak napas terkadang dapat disebabkan oleh anemia karena berkurangnya sel darah merah pembawa oksigen. Jika demikian, pemeriksaan kadar zat besi pun menjadi penting.

Selain itu, jika Bunda mengalami kesulitan bernapas disertai bibir atau ujung jari yang tampak membiru, atau nyeri dada dan denyut nadi cepat, segera hubungi dokter juga, ya.

Demikian ulasan tentang keluhan dan cara mengatasi sesak napas saat hamil. Pada intinya, kondisi ini sangat wajar dialami, namun jangan lupa untuk cukup istirahat dan tidak memaksakan diri. Segera cek ke dokter juga jika keluhan tak membaik dan justru bertambah semakin buruk. 

(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi