sign up SIGN UP search


kehamilan

5 Fakta Ibu Dipaksa Lahiran Normal Berujung Bayi Meninggal, Ternyata Alami Preeklamsia

Tim HaiBunda   |   Haibunda Rabu, 03 Aug 2022 22:30 WIB
Ilustrasi Ibu Melahirkan 5 Fakta Ibu Dipaksa Lahiran Normal Berujung Bayi Meninggal / Foto: Getty Images/iStockphoto/staticnak1983
Jakarta -

Seorang Bunda di Jombang, Jawa Timur harus kehilangan nyawa bayi yang baru saja dilahirkan karena diduga dipaksa melahirkan secara normal.

Kisah pilu tersebut viral di media sosial usai dibagikan oleh akun Twitter @MinDesiya pada Minggu (31/7/22). Dalam cuitannya, pemilik akun itu menceritakan tentang pengalaman istri dari adik sepupunya.

Wanita itu disebutkan menjalani proses persalinan secara normal di RSUD Kabupaten Jombang. Padahal, ia mengaku sebelumnya telah mendapatkan surat rujukan dari puskesmas untuk melakukan tindakan operasi caesar.


Bunda, berikut ini fakta mengenai peristiwa meninggalnya bayi di Jombang usai dilahirkan secara normal:

1. Bayi meninggal saat dilahirkan

Kisah pilu ini dialami oleh pasangan Yopi Widianto (26) dan Rohma Roudotul Janah (29). Mereka harus menelan kenyataan pahit usai mengetahui buah cinta mereka meninggal dunia.

Kejadian bermula pada Kamis (28/7/22) pekan lalu, ketika Rohma melakukan pemeriksaan ke Puskesmas Sumobito, Jombang. Usia kandungan Rohma telah memasuki 9 bulan, Bunda.

Ketika menjalani pemeriksaan di puskesmas, ternyata ia diketahui sudah mengalami bukaan 3. Ia pun langsung dirujuk ke RSUD Jombang. Yopi mengaku bahwa mereka telah mendapatkan rujukan untuk tindakan caesar.

"Kata istri saya sih gitu (pihak puskesmas merujuk ke RSUD Jombang agar dioperasi caesar), saya kurang tahu juga. Saat tanggal 13 Juli kontrol di sini juga menyarankan caesar. Karena istri saya mengidap gula darah dan darah tinggi, bayinya juga gemuk," kata Yopi kepada wartawan di Sekretariat PWI Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, dikutip dari detikcom.

Yopi dan Rohma akhirnya tiba di RSUD Jombang. Sesampainya di sana, Rohma telah memasuki bukaan 5. Kemudian pada sore hari pukul 17.00 WIB, ia sudah mencapai bukaan 8.

Petugas medis kemudian melakukan observasi dan memutuskan persalinan normal pada pukul 18.30 WIB.

"Saat itu disuruh lahiran normal, sedangkan istri saya sudah tanya dua tiga kali ke perawat, kok tidak caesar? 'Kita usahakan', begitu jawabannya," kata warga Dusun Slombok, Desa Plemahan, Sumobito, Jombang ini.

Yopi terus mendampingi istrinya hingga pukul 20.00 WIB, namun Rohma tak kuat mengejan dan sudah lemas. Dokter akhirnya melakukan tindakan vakum. Ketika kepala bayi keluar, anak mereka dinyatakan sudah meninggal.

"Kemudian divakum atau disedot hanya bisa keluar kepalanya, kondisi bayi sudah meninggal. Para perawat panik, menelepon dokter, dokter datang, ditangani tidak berhasil. Sampai 4 dokter tidak berhasil," ungkap Yopi.

Persalinan dihentikan sementara hingga pukul 21.00 WIB. Pada akhirnya, dokter meminta izin untuk melakukan pemisahan anggota tubuh agar bayi bisa dikeluarkan dari rahim Rohma dan demi menyelamatkan nyawa wanita itu.

"Saya setujui proses itu karena tidak ada cara lain agar bayi bisa keluar dan ibunya bisa selamat. Pasti saya kecewa. Meskipun bayi saya tidak selamat, setidaknya tanpa pemisahan tubuh," tuturnya.

Setelah bayi perempuan itu berhasil dikeluarkan hingga tengah malam, jenazah tersebut dijahit kembali dan dibawa pulang oleh Yopi untuk dimakamkan.

Meski Yopi mengaku telah mendapatkan rujukan caesar, pihak puskesmas membantah hal tersebut, Bunda. Baca di halaman berikutnya.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Saksikan juga video tentang penyebab janin meninggal di dalam kandungan:

[Gambas:Video Haibunda]



PUSKESMAS BANTAH BERI RUJUKAN CAESAR
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!