KEHAMILAN
Kenali Manfaat Suntik Pematangan Paru Janin, Pahami Efek Samping & Waktunya
Asri Ediyati | HaiBunda
Kamis, 02 Feb 2023 20:55 WIBKelahiran prematur dapat menyebabkan masalah pada paru-paru, jantung, otak, dan sistem tubuh bayi yang baru lahir. Akan tetapi, kemajuan penelitian di bidang kesehatan memperoleh hasil bahwa terdapat prosedur yang bisa mencegah komplikasi tersebut. Salah satunya adalah suntik pematangan paru janin.
Beberapa bunda memang didiagnosis untuk melahirkan sangat awal karena faktor risiko tertentu. Jika seorang bunda melahirkan sebelum 34 minggu, menerima suntikan kortikosteroid dapat meningkatkan peluang bayi dalam kondisi optimal. Ini membantu paru-paru bayi berfungsi.
Steroid biasanya disuntikkan ke salah satu otot besar (lengan, kaki, atau bokong) pada ibu hamil. Lebih lengkapnya, simak penjelasan mengenai suntik pematangan paru berikut ini!
Suntik Pematangan Paru Janin
Suntik pematangan paru janin merupakan suntik steroid yang membantu mempercepat perkembangan paru-paru bayi. Suntik ini sangat meningkatkan peluang bayi prematur untuk bertahan hidup. Itu sebabnya mereka direkomendasikan oleh National Institutes of Health (NIH) dan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).
Mengutip Baby Center, jika seorang wanita hamil hamil antara 24 dan 34 minggu dan kemungkinan akan melahirkan bayi prematur di minggu depan, NIH dan ACOG merekomendasikan satu rangkaian kortikosteroid antenatal (ACS). Suntik ini adalah jenis steroid yang melintasi plasenta lebih baik daripada jenis lainnya. Dalam kasus tertentu, ACS dapat diberikan antara 34 dan 36 minggu.
Dokter mungkin merekomendasikan pengobatan jika ibu hamil mengalami gejala persalinan prematur atau jika ibu hamil dirawat di rumah sakit karena kondisi yang mungkin (atau dijadwalkan) mengakibatkan persalinan dini, seperti persalinan prematur, pecah ketuban (PPROM), kolestasis kehamilan, atau preeklamsia dini.
Manfaat suntik pematangan janin
Dikutip dari laman NCBI, manfaat yang terbukti dari suntik pematangan paru janin meliputi:
1. Kesempatan bayi prematur yang lebih baik untuk bertahan hidup
Tanpa suntik pematangan paru, sekitar 10 dari 100 bayi prematur meninggal dalam beberapa minggu setelah dilahirkan. Dengan suntik pematangan paru, sekitar 7 dari 100 bayi prematur meninggal dalam beberapa minggu setelah dilahirkan. Dengan kata lain, pengobatan ini dapat mencegah kematian sekitar 3 dari 100 bayi prematur dalam beberapa minggu pertama kelahiran.
2. Risiko lebih rendah alami masalah pernapasan serius
Tanpa suntik pematangan paru pada janin, sekitar 18 dari 100 bayi prematur mengalami masalah pernapasan serius. Dengan suntik pematangan paru, hanya sekitar 12 dari 100 bayi prematur yang mengalami masalah pernapasan serius. Dengan kata lain, perawatan ini dapat mencegah masalah pernapasan serius setelah lahir pada sekitar 6 dari 100 bayi prematur.
3. Risiko pendarahan di otak jauh lebih rendah
Tanpa suntik pematangan paru, sekitar 12 dari 100 bayi prematur mengalami pendarahan di otak. Dengan suntik pematangan paru, sekitar 6 dari 100 bayi prematur terpengaruh. Jadi pengobatan mencegah pendarahan semacam ini pada sekitar 6 dari 100 anak.
4. Risiko lebih rendah dari kondisi usus serius yang disebut necrotizing enterocolitis (NEC)
Tanpa disuntik, sekitar 6 dari 100 bayi prematur mengalami kondisi usus serius ini. Dengan pengobatan, sekitar 3 dari 100 bayi prematur terpengaruh. Dengan kata lain, pengobatan mencegah NEC pada sekitar 3 dari 100 bayi prematur.
Bahkan satu rangkaian pengobatan steroid dapat membantu paru-paru bayi bekerja lebih baik setelah ia lahir. Lalu, apa efek sampingnya? Baca di halaman berikutnya ya, Bunda.
Bunda ingin membeli produk kesehatan dan kebutuhan ibu hamil lainnya langsung aja yuk, Bun klik di sini.
Simak video cara membuat bunda hamil rileks di bawah ini!
(rap/rap)
EFEK SAMPING SUNTIK PEMATANGAN PARU
Halaman Selanjutnya
Simak video di bawah ini, Bun:
Bisa Bikin Rileks saat Hamil, Minta Ayah Lakukan Pijat di Area Ini Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kenali Cara Mendeteksi Kelahiran Prematur Lewat Tes Darah
Makanan yang Bisa Menyebabkan Bayi Lahir Prematur, Hindari Bun
Bunda dengan Masalah Kesehatan Mental Lebih Berisiko Melahirkan Bayi Prematur
Bayi Prematur 8 Bulan: Risiko, Keistimewaan & Ciri Bayi Prematur Sehat
TERPOPULER
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar
REKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Yogurt Rendah Gula Tanpa Tambahan Perasa, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil
KinanREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi
5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari
7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen
Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret
Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Apa Itu Tedak Siten? Tradisi Budaya yang Dijalani Arash Anak Thariq Halilintar
-
Beautynesia
4 Manfaat Jalan Kaki Mundur yang Tidak Diketahui Banyak Orang
-
Female Daily
Goodbye Bibir Kering! 3CE Velvet Plush Lip Tint Hadir dengan Tekstur Velvet Super Nyaman
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Pesona Maia Estianty Berkebaya Hitam, Pancarkan Aura Cantik Wanita Indonesia
-
Mommies Daily
Tips Berhubungan Intim saat Puasa, Kapan Waktu yang Tepat?