HaiBunda

KEHAMILAN

Fakta atau Mitos, Nyeri Batu Ginjal Lebih Sakit daripada Melahirkan?

Nurul Jasmine Fathia   |   HaiBunda

Sabtu, 27 Jul 2024 18:20 WIB
Fakta atau Mitos, Nyeri Batu Ginjal Lebih Sakit daripada Melahirkan?/Foto: Getty Images/iStockphoto/globalmoments
Jakarta -

Bunda, banyak yang menyebutkan bahwa nyeri batu ginjal lebih sakit daripada melahirkan. Pernyataan ini sering kali menjadi topik perdebatan di kalangan masyarakat, terutama di antara para perempuan yang telah mengalami keduanya. 

Nyeri akibat batu ginjal digambarkan sebagai salah satu rasa sakit yang paling intens dan tak tertahankan. Di sisi lain, proses melahirkan khususnya melahirkan secara pervaginam alias normal juga dikenal sebagai pengalaman yang menyakitkan.

Namun, benarkah nyeri batu ginjal lebih sakit daripada melahirkan? Nah, artikel akan memberikan jawabannya. Simak selengkapnya ya, Bunda.


Mengenal penyakit batu ginjal

Batu ginjal atau nefrolitiasis, adalah kondisi terbentuknya kristal keras di dalam ginjal. Kristal ini terbentuk dari mineral dan garam yang menumpuk dan mengeras. 

Seperti dikutip dari laman resmi Mayo Clinic, batu ginjal dapat terbentuk karena berbagai faktor, termasuk dehidrasi, diet, obesitas, dan kondisi medis tertentu. Batu ginjal dapat menyebabkan nyeri hebat terutama saat bergerak melalui saluran kemih atau saat menyumbat aliran urine.

Gejala utama dari batu ginjal adalah nyeri yang tiba-tiba dan intens di punggung atau perut bagian bawah, serta di selangkangan. Nyeri ini sering digambarkan sebagai rasa sakit yang berombak-ombak dan berubah intensitasnya, Bunda.

Selain nyeri, batu ginjal juga bisa menyebabkan mual, muntah, darah dalam urine, serta sering buang air kecil. Penanganan batu ginjal bisa bervariasi, mulai dari mengonsumsi banyak cairan hingga prosedur medis seperti litotripsi atau operasi untuk menghilangkan batu yang besar.

Nyeri batu ginjal setara dengan rasa sakit saat melahirkan?

Dikutip dari laman resmi Scott D Miller MD,  nyeri akibat batu ginjal sering kali dianggap setara dengan rasa sakit saat melahirkan. Hal ini karena intensitas dan karakteristik nyeri yang serupa, dengan rasa sakitnya bisa sangat tajam dan intens. 

Perempuan yang pernah mengalami rasa sakit saat melahirkan dan batu ginjal, sering melaporkan bahwa nyeri batu ginjal bisa sebanding. Bahkan, pada beberapa kasus rasa sakit karena batu ginjal bisa lebih parah daripada nyeri saat melahirkan.

Nyeri batu ginjal disebabkan oleh tekanan dan peregangan di saluran kemih saat batu ginjal bergerak atau menyumbat aliran urine. Hal ini akhirnya menyebabkan kontraksi dan spasme otot yang sangat menyakitkan, mirip dengan kontraksi yang terjadi selama persalinan. 

Namun, ada juga faktor subjektif dalam persepsi nyeri, di mana pengalaman pribadi dan toleransi terhadap rasa sakit dapat memengaruhi bagaimana seseorang merasakan dan menilai intensitas nyeri tersebut.

Mengenal Teknik Rebozo untuk Kurangi Nyeri Persalinan/ Foto: HaiBunda / Dwi Rachmi

Memiliki penanganan yang berbeda

Penanganan nyeri akibat batu ginjal dan nyeri saat melahirkan memiliki pendekatan yang berbeda. Untuk nyeri batu ginjal, penanganan awal biasanya melibatkan penghilang rasa sakit seperti NSAID atau opioid. 

Obat-obatan tersebut juga diiringi dengan prosedur hidrasi untuk membantu batu keluar dari tubuh. Dalam kasus yang lebih parah, prosedur medis seperti litotripsi (menghancurkan batu dengan gelombang kejut) atau pembedahan mungkin diperlukan.

Sebaliknya, penanganan nyeri saat melahirkan bisa mencakup teknik relaksasi dan pernapasan, pemberian epidural, atau penggunaan obat penghilang rasa sakit lainnya. Beberapa wanita mungkin memilih melahirkan tanpa obat, menggunakan metode alami seperti hypnobirthing atau teknik pengelolaan nyeri lainnya.

Bunda, baik nyeri batu ginjal maupun nyeri saat melahirkan merupakan pengalaman yang sangat menyakitkan dan intens. Meskipun banyak yang berpendapat bahwa nyeri batu ginjal lebih sakit daripada melahirkan, persepsi nyeri sangat subjektif dan bisa berbeda antara individu. 

Namun, yang pasti kedua kondisi tersebut memerlukan penanganan yang tepat dan efektif untuk mengurangi ketidaknyamanan dan memastikan pemulihan yang optimal. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Tips untuk Mempercepat Kontraksi Asli, Persalinan Jadi Lancar Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

10 Ciri Kepribadian Orang yang Tidur dengan Hewan Peliharaan, Salah Satunya Kesepian

Mom's Life Nadhifa Fitrina

5 Potret Anak Artis yang Paras Cantiknya Disebut Bak Princess Negeri Dongeng

Parenting Nadhifa Fitrina

5 Zodiak Paling Sederhana Meski Punya Banyak Kelebihan

Mom's Life Amira Salsabila

20 Lagu Pengantar Tidur Bayi Terbaik dan Liriknya, Bantu Si Kecil Terlelap

Parenting Nadhifa Fitrina

10 Cara Menjadi Content Creator Pemula, dari Hobi Jadi Penghasilan

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

10 Ciri Kepribadian Orang yang Tidur dengan Hewan Peliharaan, Salah Satunya Kesepian

5 Potret Anak Artis yang Paras Cantiknya Disebut Bak Princess Negeri Dongeng

10 Cara Menjadi Content Creator Pemula, dari Hobi Jadi Penghasilan

20 Lagu Pengantar Tidur Bayi Terbaik dan Liriknya, Bantu Si Kecil Terlelap

Riset Sebut Kehamilan Kedua Bisa Bikin Ibu Punya Kemampuan Khusus dalam Mengasuh

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK