KEHAMILAN
Perut Terasa Keras dan Kembung setelah Keguguran, Normalkah?
Melly Febrida | HaiBunda
Rabu, 22 Jan 2025 08:30 WIBSetelah ibu hamil mengalami keguguran, tubuhnya akan mengalami berbagai perubahan. Baik itu perubahan fisik maupun hormonal. Gejala yang mungkin kerap dikeluhkan yakni perut keras dan kembung setelah keguguran. Namun, normalkah?
Dilansir dari Parents, banyak orang yang terkejut karena dampak fisik dari keguguran dapat bertahan selama berminggu-minggu dan bahkan berbulan-bulan. Inilah yang harus diketahui setiap orang tua agar pengalaman tersebut tidak terlalu membuatnya terasing.
Normalkah perut keras dan kembung setelah keguguran?
Bunda mungkin merasa tidak nyaman selama fase pemulihan pasca keguguran. Berbagai keluhan dapat Bunda rasakan seperti perut keras dan kembung yang dapat disebabkan berbagai faktor. Apa itu normal?
Setelah keguguran gejala seperti perut keras dan kembung bisa menjadi hal yang normal. Ini akibat berbagai faktor. Namun, Bunda penting untuk memperhatikan gejala yang mungkin menandakan masalah serius.
Hormon progesteron yang tinggi selama kehamilan dapat memengaruhi saluran pencernaan, memperlambat motilitas usus, sehingga menyebabkan kembung dan sensasi keras di perut.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), banyak orang dapat kembali beraktivitas seperti biasa beberapa hari setelah keguguran. Namun, tidak semua perempuan memiliki pengalaman yang sala karena setiap keguguran bersifat unik.
Sejumlah Bunda mungkin memerlukan waktu pemulihan yang lebih lama. Beberapa orang akan mengalami gejala yang lebih sedikit atau lebih ringan, sementara yang lain mengalami keseluruhan efek samping yang mungkin terjadi dengan tingkat keparahan yang lebih atau kurang.
Umumnya, ketika keguguran terjadi pada tahap awal, gejala fisiknya akan lebih sedikit. "Semakin lanjut usia kehamilan keguguran terjadi, semakin signifikan gejalanya," kata Megan Gray, MD, seorang dokter kandungan dan ginekologi di Orlando Health Physician Associates.
Penyebab perut terasa keras dan kembung setelah keguguran
Seringkali gejala seperti perut terasa keras dan kembung muncul setelah keguguran. Apa saja penyebabnya?
1. Hormon
Dokter percaya bahwa hormon kehamilan yang berperan menyebabkan gejala tersebut masih dirasakan Bunda.
Hormon Bunda tidak langsung kembali seperti sebelum hamil. Jadi Bunda masih mungkin merasakan seperti gejala kehamilan, bahkan jika Bunda baru saja mengalami dilatasi dan kuretase (D&C). Beberapa hormon kehamilan tetap berada dalam darah setelah keguguran, bahkan setelah diagnosis keguguran yang pasti, Bunda mungkin akan terus mengalami gejala kehamilan untuk beberapa waktu, terutama jika keguguran terjadi di trimester pertama.
2. Pemulihan rahim
Salah satu gejala fisik yang mungkin Bunda alami adalah ketidaknyamanan perut setelah keguguran. Saat rahim berkontraksi untuk mengeluarkan lapisan rahim dan jaringan janin yang tersisa dan menyusut kembali ke ukuran aslinya, Bunda dapat mengalami kram. Perut terasa keras.
Gray menjelaskan kam ini akan berakhir dalam sehari setelah pendarahan paling banyak, setelah semua hasil konsepsi keluar dari rahim. Namun, saat rahim berkontraksi kembali ke ukuran sebelum hamil, Bunda mungkin juga mengalami kram ringan.
Rahim membutuhkan waktu untuk kembali ke ukuran normalnya setelah keguguran. Proses kontraksi rahim yang dapat memberikan sensasi keras pada perut.
3. Gas menumpuk
Perubahan hormonal dapat menurunkan aktivitas pencernaan, ini yang akhirnya menyebabkan penumpukan gas. Akhirnya Bunda merasa kembung.
4. Infeksi
Perut terasa kembung dan keras juga dapat menjadi tanda-tanda infeksi pasca keguguran. Konsultasikan ke dokter jika Bunda khawatir sehingga dapat segera mendapatkan perhatian medis.
5. Stres
Keguguran dapat membuat seseorang terpuruk dan stres. Ini dapat mempengaruhi pencernaan sehingga memperburuk rasa kembung.
Cara mengatasi perut keras dan kembung usai keguguran
Jika Bunda merasa tidak nyaman dengan perut keras dan kembung usai keguguran, beberapa langkah ini dapat dilakukan untuk mengatasinya:
1. Makanan kaya serat
Sejumlah makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayur-sayuran, serta biji-bijian dapat melancarkan pencernaan.
2. Cukupi kebutuhan air
Minum air dengan cukup dapat membantu proses pemulihan serta mencegah sembelit.
3. Cukup istirahat
Jangan remehkan istirahat. Karena istirahat yang cukup dapat membantu tubuh lebih cepat pulih.
4. Konsultasi dengan dokter
Jika gejala tidak membaik atau semakin buruk, dokter mungkin meresepkan obat untuk mengurangi peradangan atau infeksi.
Kapan Bunda harus hubungi dokter?
Bunda, sebaiknya segera menghubungi dokter jika mengalami beberapa tanda ini seperti dilansir Tommys:
- Pendarahan vagina yang banyak atau pendarahan yang berlangsung lama.
- Keputihan yang berbau busuk.
- Nyeri perut.
Jika Bunda juga mengalami demam dan gejala seperti flu, kemungkinan Bunda mengalami infeksi pada lapisan rahim (uterus). Kondisi ini dapat diobati dengan antibiotik. Gejala-gejala ini juga dapat berarti masih ada beberapa jaringan dari kehamilan di rahim, yang disebut keguguran tidak lengkap.
Jika Bunda juga mengalami demam, kehilangan nafsu makan, dan muntah, ini mungkin disebabkan oleh kerusakan rahim. Bunda mungkin perlu dirawat di rumah sakit.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
7 Rekomendasi Obat untuk Mengatasi Gusi Bengkak saat Hamil
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
9 Penyebab Keguguran, dari Faktor Genetik hingga Penyakit Kronis
Yuk, Bunda Lakukan Ini Usai Keguguran Supaya Cepat Pulih
Perlukah Menjalani Kuret Setelah Keguguran?
Bisakah Bunda Keguguran Tanpa Mengalami Pendarahan?
TERPOPULER
Bacaan Doa Niat Mandi Keramas Puasa Ramadhan Lengkap: Arab, Latin, Arti & Tata Caranya
Deretan Artis Rayakan Imlek 2026, Serunya Keluarga Patricia Gouw hingga Dion Wiyoko
Jumlah Ibu Melahirkan di Usia 40-an Meningkat, Simak Penyebabnya Bunda
Kenali 5 Ciri Rumah Berenergi Negatif dan Cara Mengatasinya
Tanggapan Ashanty soal Isu Aurel Hermansyah Dicuekin Keluarga Halilintar
REKOMENDASI PRODUK
12 Obat Diare untuk Ibu Hamil yang Aman dan Efektif
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Keju untuk MPASI Bayi yang Enak & Aman untuk Tambahan Lemak, Pilih yang Paling Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
16 Pelumas yang Aman & Bagus untuk Berhubungan Intim
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Merek Lulur untuk Ibu Hamil yang Aman & Bagus
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Alat Penyedot Ingus Bayi yang Aman Digunakan
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Barang Tak Boleh Disimpan di Rumah Menurut Feng Shui, Bisa Pancarkan Energi Negatif
Ciri Kepribadian Anak yang Bisa Terlihat dari Tontonan Favoritnya
Jumlah Ibu Melahirkan di Usia 40-an Meningkat, Simak Penyebabnya Bunda
Deretan Artis Rayakan Imlek 2026, Serunya Keluarga Patricia Gouw hingga Dion Wiyoko
Kenali 5 Ciri Rumah Berenergi Negatif dan Cara Mengatasinya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Video: Ingin Menikah, Anwar BAB Bangun Rumah sebagai Investasi
-
Beautynesia
Cek Pengetahuan Kamu dengan Jawab 5 Quiz Seputar Pengetahuan Umum Ini!
-
Female Daily
Mothercare Indonesia Rilis Koleksi Ramadan dan Kolaborasi Eksklusif dengan Klamby dan KAMI
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Foto: Koleksi Imlek 2026 Wilsen Willim, Perpaduan Wastra & Gaya Neo-Chinese
-
Mommies Daily
10 Tips untuk Kepuasan Seksual Perempuan yang Lebih Maksimal