HaiBunda

KEHAMILAN

60 Persen Perempuan Takut Melahirkan, Studi Terbaru Ungkap Cara Tetap Tenang

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 16 Aug 2025 08:10 WIB
60 Persen Perempuan Takut Melahirkan, Studi Terbaru Ungkap Cara Tetap Tenang/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Melahirkan dapat menjadi momen tak terlupakan bagi seorang perempuan. Meski momen ini begitu dinantikan, tak sedikit perempuan mengalami ketakutan saat ingin menjalani proses persalinan.

Dilansir dari Times of India, setidaknya 60 persen perempuan takut melahirkan, terutama pada mereka yang pertama kali menjalaninya. Sementara itu, studi terbaru yang diterbitkan di Journal of Psychosomatic Obstetrics & Gynaecology pada Juli 2025 menemukan bahwa 12 persen ibu hamil memiliki rasa takut akan persalinan yang 'parah' atau fear of childbirth (FOC).

Studi yang dipimpin oleh para peneliti di Robert Gordon University di Skotlandia dan University of South Australia (UniSA) ini mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap rasa takut tersebut. Untuk memahami bagaimana beberapa perempuan tetap tenang dan percaya diri saat melahirkan, para peneliti melakukan survei pada 88 ibu hamil di trimester tiga sebelum menghadiri kelas antenatal.


Peneliti lalu menggunakan skala kesejahteraan mental Warwick-Edinburgh untuk mengukur hubungan antara kesejahteraan mental, keyakinan perempuan akan kemampuannya menghadapi tantangan persalinan, dan rasa takut akan proses melahirkan.

Menurut penulis utama studi Dr. Katrina Forbes-McKay, perawatan antenatal dapat ditingkatkan untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada ibu. Selain itu, perawatan juga bisa meningkatkan emosi positif, yang pada akhirnya mendukung persalinan yang lebih sehat bagi ibu dan bayi.

"Saat banyak studi mengeksplorasi efek negatif dari ketakutan saat melahirkan, termasuk persalinan yang lama, operasi caesar darurat, dan gangguan mental pasca persalinan, hanya sedikit penelitian yang mengungkap cara melindungi perempuan dari ketakutan-ketakutan tersebut," ujar Forbes-McKay.

"Temuan kami menyoroti perlunya perawatan antenatal yang tidak hanya mengajarkan perempuan apa yang harus dilakukan selama persalinan, tapi juga memberdayakan mereka untuk percaya bahwa mereka bisa melakukannya."

Hal yang sama juga disampaikan rekan penulis studi dan Professor UniSA, Tracy Humphrey. Menurutnya, semua hal yang diabaikan dalam persalinan perlu mendapatkan perhatian untuk mencegah ketakutan.

"Ini termasuk semua hal yang sering diabaikan dalam perawatan persalinan, seperti memiliki tujuan, emosional yang positif, dan hubungan sosial yang baik. Prediktor kunci lainnya adalah efikasi diri saat melahirkan, bagaimana perempuan yakin mereka dapat menerapkan strategi koping.

Para peneliti juga menemukan bahwa kesejahteraan mental seorang perempuan merupakan prediktor terkuat dari seberapa takutnya ia menghadapi persalinan.

Cara mengatasi ketakutan akan persalinan

Menurut studi, ada beberapa cara yang dapat Bunda lakukan untuk mengatasi ketakutan akan persalinan, yakni:

  • Menumbuhkan rasa percaya diri dalam penggunaan teknik persalinan seperti pernapasan, visualisasi, dan relaksasi.
  • Meningkatkan kesejahteraan psikologis dengan mendapatkan support sosial, tujuan hidup, dan kepuasan.
  • Mengadopsi pendekatan yang berfokus pada kesehatan, alih-alih memikirkan risikonya saja.

Studi menemukan, perempuan yang menerapkan teknik relaksasi melaporkan 'peningkatan signifikan' dalam kesejahteraan mental dan kepercayaan diri dalam menghadapi persalinan, dan tetap stabil hingga 4-8 minggu setelah melahirkan.

"Temuan ini sejalan dengan prioritas global Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk meningkatkan kesehatan mental dan fisik ibu selama kehamilan," ujar dosen kebidanan di Robert Gordon University.

"Dengan mengatasi rasa takut melahirkan melalui intervensi psikologis dan edukatif, kami tidak hanya mendukung perempuan untuk memiliki pengalaman melahirkan yang lebih positif, tetapi juga berpotensi mengurangi intervensi medis dan meningkatkan hasil baik bagi ibu dan bayi," sambungnya.

Demikian studi terbaru yang mengungkap cara tetap tenang menghadapi persalinan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kontraksi Setelah Melahirkan: Penyebab, Cara Atasi, dan Kapan Harus ke Dokter

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Alice Norin Temukan Chat Ayah asal Norwegia untuk Erling Haaland yang Curi Perhatian di Piala Dunia

Mom's Life Annisa Karnesyia

Deretan Pekerjaan di Indonesia dengan Gaji Minimal Rp100 Juta

Mom's Life Tim HaiBunda

Kang Mina Ungkap Cara Turun 10 Kg Tanpa Olahraga, Begini Pola Makannya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Diare yang Tidak Diobati Selama Hamil Bisa Memicu Keguguran, Ini Kata Pakar

Kehamilan Annisa Karnesyia

Saat Si Buah Hati Mulai Berkata "Aku Bisa Sendiri", Begini Cara Dukung Kemandiriannya

Parenting Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Jadwal Hari Pertama Masuk Sekolah Wilayah DKI Jakarta hingga Jawa Timur

Deretan Pekerjaan di Indonesia dengan Gaji Minimal Rp100 Juta

5 Fakta Menarik Soal Masa Kecil Lionel Messi, Sempat Alami Gangguan Pertumbuhan Tulang

5 Panci Dandang Ukuran Besar Stainless Steel yang Berkualitas

Diare yang Tidak Diobati Selama Hamil Bisa Memicu Keguguran, Ini Kata Pakar

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK