HaiBunda

KEHAMILAN

Kisah Jennifer Lawrence Alami Depresi Postpartum hingga Krisis Identitas Usai Melahirkan

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 23 Nov 2025 19:40 WIB
Jennifer Lawrence/ Foto: AP Photo/Chris Pizzello
Jakarta -

Bintang film Hunger Games, Jennifer Lawrence, melahirkan anak keduanya berjenis kelamin laki-laki pada akhir Maret 2025. Setelah melahirkan, Lawrence mengaku alami depresi postpartum hingga krisis identitas, Bunda.

Lawrence mengungkap bahwa ia sebenarnya sangat gembira saat mengetahui kehamilan keduanya. Ia bahkan merasa sudah siap untuk memiliki bayi lagi setelah anak pertamanya genap berusia tiga tahun.

"Saya sangat gembira akan memiliki bayi lagi. Anak pertama saya sudah mencapai usia di mana ia berkata: 'Kamu (Ibu) memiliki aroma tidak sedap. Menjauhlah dariku!' dan saya membayangkan betapa menyenangkannya memiliki bayi kecil lagi," katanya kepada Telegraph.


Namun, apa yang terjadi tidak seperti apa yang dibayangkan Lawrence. Perempuan 35 tahun ini justru harus berhadapan dengan depresi postpartum atau depresi pasca persalinan setelah melahirkan anak keduanya.

Lawrence mengalami perubahan hidup yang berbeda setiap harinya. Dalam satu momen, ia bahkan mengalami krisis identitas, Bunda.

"Tetapi setelah dia lahir, saya justru mengalami (depresi) pasca persalinan yang sangat parah, yang benar-benar mengejutkan bagi saya, karena saya merasa seperti tahu apa yang diharapkan saat menjadi seorang ibu. Saya benar-benar terpukul, itu benar-benar mengejutkan," ujarnya.

"Bayi saya berusia enam minggu. Saya agak lelah, saya mengalami momen-momen 'Oh, wow, seluruh hidup saya berbeda, setiap hari berbeda'. Tentu saja, saya mengalami krisis identitas."

Sebelum melahirkan, Lawrence sempat memerankan karakter seorang ibu yang berjuang melawan depresi pasca persalinan di film Die, My Love. Bila tawaran itu datang setelah melahirkan, ia mungkin akan menolaknya karena tak ingin mengenang momen tersebut lagi.

"(Jika saya) mengalami seperti itu, saya akan menutup buku setelah halaman kedua. Saya tidak akan bisa sampai di sana, karena ingin menjauh dari perasaan itu. Kamu pasti tidak ingin menyelaminya," ungkap Lawrence.

Gejala depresi postpartum yang dialami Jennifer Lawrence

Menurut Lawrence, ia mengalami depresi postpartum yang cukup parah. Ia ingat pernah mengira putranya meninggal dunia saat sedang tidur. Tak hanya itu, ia juga menganggap anak keduanya itu tak menyukainya sebagai ibu.

"Saya selalu berpikir setiap kali ia tidur, ia sudah meninggal," ujarnya kepada The New Yorker.

"Saya pikir ia menangis karena ia tidak menyukai hidupnya, atau saya, atau keluarganya. Saya pikir saya melakukan semuanya dengan salah, dan saya akan menghancurkan anak-anak saya."

Untuk mengatasi depresi postpartum, Lawrence sampai mengonsumsi obat Zurzuvae. Obat yang baru ini diklaim dapat dengan cepat dan signifikan mengatasi gejala-gejala depresi postpartum. Selain minum obat, Lawrence juga meminta 'bantuan' kepada ChatGPT.

"Kamu melakukan hal yang luar biasa untuk bayimu. Kamu ibu yang sangat penyayang," kenang Lawrence saat mengingat jawaban ChatGPT kepadanya.

Apa itu depresi postpartum?

Depresi postpartum merupakan suatu bentuk depresi yang terjadi setelah bayi lahir. Menurut ulasan di March of Dimes, kondisi ini relatif umum terjadi, namun dianggap serius. Setidaknya, depresi postpartum memengaruhi 1 dari 7 ibu baru setelah melahirkan.

Depresi postpartum dapat membuat Bunda merasa hampa, tanpa emosi, dan mengalami kesedihan yang luar biasa berat. Hal tersebut juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati, kelelahan, dan rasa putus asa yang berlangsung dalam waktu lama setelah persalinan.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menjelaskan bahwa seseorang dengan depresi postpartum tidak dapat melakukan tugas sehari-hari, termasuk mengasuh anaknya. Kondisi ini dapat terjadi hingga 1 tahun setelah melahirkan, namun paling sering dimulai sekitar 1 sampai 3 minggu setelah melahirkan.

"Orang-orang tidak boleh menganggap enteng depresi postpartum. Ini adalah kondisi yang serius, namun berbagai program pengobatan dapat membantu mengatasinya. Jika mengalami depresi postpartum, maka perempuan itu perlu tahu bahwa ia tidak sendirian dan bisa pulih," ujar profesor, peneliti, dan praktisi kesehatan holistik, Debra Rose Wilson, Ph.D, dilansir Healthline.

Penelitian menunjukkan bahwa semakin lama seseorang mengalami depresi postpartum, maka semakin besar mereka mengalami depresi kronis. Misalnya, dalam sebuah penelitian di JAMA Psychiatry tahun 2018 menemukan bahwa sebagian besar perempuan yang mengalami depresi berat di 2-8 bulan pasca persalinan akan terus mengalami gejala depresi lebih dari 10 tahun kemudian.

Tanpa pengobatan, depresi postpartum bisa memburuk. Dampak paling berbahaya dari kondisi ini dapat mengarah pada pemikiran untuk melukai diri sendiri atau melukai orang lain, hingga berujung pada kematian

"Seperti halnya kelainan apa pun, semakin cepat depresi postpartum diobati, semakin baik prognosisnya bagi orang tua dan seluruh keluarga," ujar psikolog klinis yang ahli dalam kondisi pasca persalinan, Shoshana Bennett, Ph.D., mengutip Parents.

Cara mengatasi depresi postpartum

Menurut ACOG, depresi pasca persalinan dapat diobati dengan obat yang disebut antidepresan. Terapi bicara juga digunakan untuk mengobati depresi, dan sering kali dikombinasikan dengan obat-obatan.

Antidepresan adalah obat yang bekerja menyeimbangkan bahan kimia di otak yang mengontrol suasana hati. Ada banyak jenis antidepresan.

"Obat ini terkadang digabungkan bila diperlukan untuk mendapatkan hasil terbaik. Mungkin diperlukan waktu 3-4 minggu setelah minum obat sebelum seseorang mulai merasa lebih baik," kata ACOG.

Selain obat dan terapi, dukungan dari keluarga juga sangat dibutuhkan untuk mengatasi depresi postpartum. Keluarga diharapkan bisa terus memberikan afirmasi positif dan berada di samping ibu yang mengalami kondisi ini.

Demikian cerita Jennifer Lawrence tentang depresi postpartum yang pernah dialaminya setelah melahirkan anak kedua.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

4 Perbedaan Baby Blues dan Postpartum Depression

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

THR PNS Belum Cair hingga Pekan Kedua Ramadhan, Intip Besaran yang Didapatkan

Mom's Life Annisa Karnesyia

Nilai Positif Kartun Bluey, Bisa Bantu Anak Mengekspresikan Emosinya

Parenting Indah Ramadhani

Turun 40 Kg Tanpa Cara Ribet, Dokter Ungkap Satu Aturan Penting agar Diet Sukses

Mom's Life Amira Salsabila

Momen Oki Setiana Dewi Ajak Anak & Ibunda Tarawih di Masjid Tertua di Mesir

Mom's Life Amira Salsabila

Perjalanan Kehamilan-Melahirkan Gracia Indri, Baby Bump Sudah Terlihat saat Liburan di Bali

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Konflik Timur Tengah, Apa kata Kemenhaj Soal Bunda yang Berencana Umroh?

Kisah Bunda Kehilangan Bayi yang Baru Lahir karena Minum Susu 'Mentah' Selama Hamil

Nilai Positif Kartun Bluey, Bisa Bantu Anak Mengekspresikan Emosinya

Turun 40 Kg Tanpa Cara Ribet, Dokter Ungkap Satu Aturan Penting agar Diet Sukses

THR PNS Belum Cair hingga Pekan Kedua Ramadhan, Intip Besaran yang Didapatkan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK