Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Vagina Gatal saat Hamil: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Melly Febrida   |   HaiBunda

Minggu, 30 Nov 2025 21:20 WIB

Ovulation, Cervical Cancer, Infographic, Vagina
Vagina Gatal saat Hamil: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya/Foto: iStock
Daftar Isi
Jakarta -

Vagina gatal saat hamil? Ini menjadi keluhan umum ibu hamil yang membuatnya merasa tidak nyaman. Ada berbagai penyebab, karena itu ibu hamil sangat penting menjaga kesehatan vaginanya.

Chioma Ndubisi, MD, Dokter Kandungan/Ginekolog, menjelaskan bahwa gatal pada vagina selama kehamilan umumnya berkaitan dengan perubahan hormon atau infeksi jamur. 

"Obat-obatan dan infeksi menular seksual (IMS) adalah kemungkinan penyebab lainnya. Bicaralah dengan dokter Anda karena beberapa kondisi memerlukan perawatan medis untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan," kata Ndubisi dilansir dari VeryWellHealth.

8 Penyebab keluhan vagina gatal saat hamil

Ada banyak penyebab ibu hamil mengalami gatal pada vagina selama kehamilan. Sebagian besar tidak memerlukan perawatan agresif, tetapi beberapa memang memerlukan obat. Delapan kemungkinan penyebabnya antara lain:

1. Infeksi jamur vagina

Ini juga dikenal sebagai sariawan vagina atau kandidiasis vagina. Penyebabnya adalah jamur bernama Candida albicans. Infeksi ini sangat umum terjadi selama trimester kedua. Meskipun tidak nyaman, risikonya kecil untuk janin.

2. Infeksi menular seksual (IMS)

Infeksi menular seksual (IMS) seperti herpes, klamidia, gonore, dan trikomoniasis. Semua kondisi tersebut dapat menyebabkan gatal pada vagina selama kehamilan.

"Mengobati infeksi ini penting karena dapat menular ke janin Anda dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius," ujar Ndubisi.

3. Vaginosis bakterial

Vaginosis bakterial adalah infeksi bakteri yang terjadi ketika bakteri sehat di vagina menjadi tidak seimbang dan tumbuh berlebihan, yang menyebabkan iritasi dan gatal.Infeksi ini dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan masalah pernapasan pada janin.

4. Infeksi streptokokus grup B

Ini adalah bakteri umum yang dibawa 10 hingga 30 persen ibu hamil. Selama persalinan, streptokokus grup B dapat menular ke bayi baru lahir yang menyebabkan masalah kesehatan serius. Skrining untuk streptokokus grup B biasanya dilakukan setelah 35 minggu kehamilan dan dapat diobati untuk melindungi ibu dan bayinya.

5. Perubahan hormon

Perubahan hormon selama kehamilan dapat membuat kulit lebih sensitif, menyebabkan kulit kering, pecah-pecah, ruam, dan gatal. 

6. Menyusui

Menyusui dan persiapannya dapat menurunkan kadar estrogen dan dapat menyebabkan vagina kering dan gatal.

7. Obat-obatan

Obat-obatan seperti antihistamin dan antidepresan tertentu, juga dapat menyebabkan vagina kering dan gatal.

8. Bulu kemaluan

Bulu kemaluan dapat tumbuh panjang dan kusut selama kehamilan dan menyebabkan gatal karena bergesekan dengan kulit. Terutama jika ibu hamil mengenakan pakaian dalam atau celana ketat.

Gejala lain yang perlu diwaspadai ketika mengalami vagina gatal

Ibu hamil harus menemui penyedia layanan kesehatan jika tubuhnya tidak merespons pengobatan untuk infeksi vagina selama kehamilan, terutama jika mengalami gejala lain di bawah ini maka perlu waspada:

  1. Gejala tidak membaik atau memburuk setelah beberapa hari pengobatan.
  2. Disertai nyeri atau keputihan yang kental dan berbau. 
  3. Infeksi vagina kembali setelah pengobatan.
  4. Ibu hamil mengalami gejala baru selama atau setelah pengobatan.
  5. Ibu hamil mengalami beberapa infeksi vagina selama kehamilan.

Cara mencegah dan mengatasi vagina gatal saat hamil

Dilansir Healthline, pakar kesehatan Deborah Weatherspoon, Ph.D., MSN, mengatakan bahwa sulit bagi ibu hamil sepenuhnya menghindari rasa gatal pada vagina selama kehamilannya.

Tapi prilaku proaktif tertentu dapat membantu mencegahnya. Berikut cara mencegah dan mengatasi vagina gatal saat hamil.

  1. Menjaga pH vagina dalam kisaran yang sehat dengan mengonsumsi yogurt yang mengandung kultur hidup. Ibu hamil juga dapat mengonsumsi suplemen Lactobacillus acidophilus setiap hari dengan persetujuan dokter.
  2. Jaga kebersihan dan kekeringan area vagina. Gunakan sabun lembut tanpa pewangi dan air, lalu keringkan dengan handuk bersih dan lembut.
  3. Kenakan pakaian dalam yang terbuat dari katun atau kain lain yang dapat menyerap keringat.
  4. Hindari mengenakan pakaian yang terlalu ketat.
  5. Segera mengganti pakaian yang lembap, seperti baju renang atau perlengkapan olahraga.
  6. Hindari penggunaan produk yang mengandung pewangi, bahan kimia, atau iritan.
  7. Jaga kebersihan diri dengan baik, terutama setelah buang air besar. Selalu usap dari depan ke belakang.
  8. Jangan melakukan douche. Douche mengubah keseimbangan pH alami vagina. 
  9. Cobalah mengurangi tingkat stres dengan yoga prenatal, meditasi, atau bernapas dalam-dalam.
  10. Hindari bak mandi air panas dan mandi air panas yang dapat mengeringkan kulit vagina.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda