KEHAMILAN
Ucapan Dokter saat USG Berdampak Besar pada Persepsi Orang Tua ke Anak, Simak Penjelasannya
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Sabtu, 20 Dec 2025 21:30 WIBSebagian besar pasangan suami istri menganggap pemeriksaan USG saat hamil sebagai momen tak terlupakan. Melalui USG, suami istri bisa melihat janin di dalam kandungan yang akan menjadi anggota baru di keluarga.
Pengalaman menjalani pemeriksaan USG ternyata bukan cuma menciptakan memori manis, tapi juga dapat membantuk persepsi orang tua ke anaknya kelak. Persepsi ini termasuk apakah anak akan tumbuh menjadi pribadi yang aktif, sedikit nakal, atau pemalu.
Studi terbaru dari University of Notre Dame yang diterbitkan di salah satu jurnal Nature, Communications Psychology, menunjukkan bahwa persepsi awal tersebut mungkin saja terbentuk sebagai respons ketika dokter menggambarkan janin selama pemeriksaan USG. Ya, ucapan dokter saat USG ternyata berdampak besar pada persepsi Bunda ke Si Kecil di dalam kandungan.
"Pengalaman USG merupakan bagian yang sangat penting dan emosional dari masa kehamilan, yang memberikan pembenaran pada kehamilan itu sendiri, dan menciptakan peluang untuk membuat kenangan baru bersama bayi," kata asisten profesor di Departemen Psikologi Notre Dame dan penulis utama studi, Kaylin Hill, dilansir laman Notre Dame News.
"Kata-kata yang digunakan dalam percakapan dengan teknisi USG atau sonografer obstetri (dokter) dapat diserap dan memengaruhi persepsi calon orang tua tentang anaknya, bahkan sebelum mereka lahir," sambungnya.
Hill mengatakan bahwa penelitian ini menunjukkan bahwa deskripsi yang diberikan oleh dokter dapat melekat pada orang tua. Ketika peneliti meminta calon orang tua untuk menggambarkan bayinya, 70 persen dari mereka menunjukkan bahwa persepsi itu dikaitkan dengan kunjungan prenatal.
"Pernyataan yang dibuat oleh dokter kepada calon orang tua tentang bayi mereka mungkin memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan dan dapat berperan dalam memengaruhi masa depan seorang anak," tulis para peneliti.
Detail hasil studi
Secara detail, studi ini dilakukan dengan membagi dua segmen. Pertama, peneliti mengamati 320 ibu hamil antara usia kehamilan 11 dan 38 minggu yang memberikan deskripsi tentang bayi mereka, diikuti dengan laporan tentang kesulitan perilaku dan emosional anak pada usia 18 bulan.
Orang tua yang menggambarkan anak belum lahir secara lebih positif diketahui melahirkan bayi yang memiliki lebih sedikit kesulitan. Sedangkan, deskripsi negatif yang ditemukan dalam penelitian ini dikaitkan dengan kesulitan yang lebih besar dalam perilaku anak dan masalah pengaturan emosi, seperti reaksi emosional yang berlebihan, mengalami kecemasan atau depresi, kesulitan berkonsentrasi, menarik diri, kesulitan tidur, bertindak agresif, dan bahkan mengeluh tentang berbagai gejala fisik.
Pada segmen kedua, peneliti menguji hipotesis, yakni komentar negatif yang disampaikan selama pemeriksaan USG dapat menyebabkan persepsi orang tua menjadi lebih negatif.
Di segmen ini, peneliti meminta 161 peserta untuk melaporkan kepribadian bayi mereka setelah kunjungan perawatan prenatal di mana mereka secara acak melakukan pemeriksaan imajiner yang berbeda. Dalam setiap kasus, dokter mengatakan bahwa ibu hamil tidak dapat melakukan USG, tetapi dengan tiga alasan berbeda.
Beberapa peserta diberi tahu bahwa penyebabnya adalah kesalahan bayi yang tidak kooperatif selama USG. Beberapa ibu hamil lain mengetahui bahwa penyebabnya masalah teknis, dan kelompok terakhir hanya diberi tahu bahwa mereka perlu melakukan kunjungan ulang untuk melakukan USG.
Hasilnya, peserta yang diberi tahu untuk melakukan kunjungan ulang USG cenderung menggunakan kata-kata positif untuk menggambarkan bayi bila dibandingkan peserta dalam dua kondisi lainnya. Sementara itu, ibu hamil yang diberi tahu bahwa kegagalan USG disebabkan karena bayi tidak kooperatif menggunakan lebih banyak kata-kata negatif untuk menggambarkan bayinya, dibandingkan peserta di dua kondisi lainnya.
Menurut temuan penelitian, mengevaluasi bahasa yang digunakan oleh para profesional perawatan kesehatan atau dokter selama kunjungan prenatal sangat penting dalam membentuk hubungan orang tua dan anak yang positif. Peneliti juga menekankan pentingnya mendidik para profesional medis dan kesehatan mental tentang pengalaman prenatal dan masa kanak-kanak awal.
"Salah satu periode risiko tertinggi untuk mengalami depresi adalah periode perinatal, di mana individu mengalami perubahan di berbagai tingkat, dari fungsi fisik, psikologis, dan sosial," kata Hill.
"Jika pengalaman USG memengaruhi cara seseorang memandang anaknya, maka hal itu berpotensi memengaruhi aspek pola pengasuhan, yang sangat penting untuk hubungan orang tua dan anak dari waktu ke waktu."
Demikian studi yang menjelaskan tentang dampak USG pada persepsi orang tua ke anaknya sebelum lahir. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Berapa Kali Bumil Lakukan USG Janin saat Hamil? Ketahui Jadwal yang Tepat, Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Adakah Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi Tanpa USG? Simak Penjelasannya
7 Cara Mengatasi Kekecewaan Saat Jenis Kelamin Calon Bayi Tak Sesuai Harapan
Cara Hitung Usia Kandungan dengan Kalkulator Kehamilan, Ternyata Mudah Bun!
5 Cara Membaca Hasil USG, Perhatikan Perbedaan Warna Bun
TERPOPULER
6 Zodiak Dikenal Paling Humble, Pantang Bicara Sombong
5 Potret Outfit Aisha Anak Selebgram Miskah Shafa Curi Perhatian Netizen, Bikin Gemas!
Suami Bule Setia Temani Anggun Syuting di Gunung Kidul, Rela Panas-panasan & Digigit Nyamuk
Penyebab Bukaan Melahirkan 1 hingga Lengkap Berjarak Lama seperti Alyssa Daguise
10 Rekomendasi Tanaman Hias Artifisial yang Cocok Percantik & Segarkan Rumah
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Buku untuk Ibu Hamil yang Berikan Banyak Tips Bermanfaat
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kipas Angin Air Cooler Terbaik untuk Cuaca Panas Terik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci Susu Stainless Steel Terbaik Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
15 Rekomendasi Merek Vitamin Ibu Hamil Trimester 1, Anti Lemas & Bikin Bayi Cerdas
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Panci Listrik Serbaguna yang Bagus, Pilih yang Terbaik!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
6 Zodiak Dikenal Paling Humble, Pantang Bicara Sombong
5 Potret Outfit Aisha Anak Selebgram Miskah Shafa Curi Perhatian Netizen, Bikin Gemas!
10 Rekomendasi Tanaman Hias Artifisial yang Cocok Percantik & Segarkan Rumah
9 Resep Menu MPASI 9 Bulan Berkuah untuk Anak yang Susah Makan
Penyebab Bukaan Melahirkan 1 hingga Lengkap Berjarak Lama seperti Alyssa Daguise
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Insert Story: Nikmatnya Soto Brokot Kikil, Sate Kikil yang Lembut Bikin Nagih
-
Beautynesia
5 Manfaat Rutin Minum Air Rebusan Cengkeh di Pagi Hari
-
Female Daily
Tampil Iconic sebagai Seong Huiju, Lirik 5 Outfit IU di ‘Perfect Crown’!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Potret Risa Dewi, Ibu Alyssa Daguise Setia Dampingi Kelahiran Cucu Pertama
-
Mommies Daily
15 Psikolog Keluarga di Jakarta dan Tempat Praktiknya untuk Mengatasi Konflik Keluarga