sign up SIGN UP search


kehamilan

6 Jenis USG untuk Memeriksa Kondisi Janin Sesuai dengan Kebutuhan Bumil

Annisa Karnesyia   |   Haibunda Kamis, 21 Jul 2022 22:20 WIB
Ilustrasi Pemeriksaan USG caption
Jakarta -

Pemeriksaan USG (Ultrasound) dibutuhkan selama kehamilan untuk melihat kondisi janin, Bunda. Dari pemeriksaan USG, Bunda juga dapat melihat perkembangan janin sebelum lahir.

USG disebut juga ultrasonografi atau diagnosis medis sonografi. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menjelaskan, USG merupakan metode pemeriksaan menggunakan energi dalam bentuk gelombang suara.

Selama pemeriksaan, transduser akan mengirimkan gelombang suara ke seluruh tubuh. Nah, gelombang suara ini lalu bersentuhan dengan jaringan, cairan tubuh, dan tulang. Kemudian, gelombang akan memantul kembali seperti gema.


"Transduser menerima gema ini, lalu diubah menjadi gambar. Gambar dapat dilihat pada layar," tulis ACOG di laman resminya.

Secara umum, USG dapat digunakan untuk tindakan medis dan non medis. Pada tindakan medis, USG digunakan untuk mendeteksi masalah pada kehamilan. Sedangkan, USG non medis kerap digunakan untuk melihat jenis kelamin buah hati, Bunda.

Pemeriksaan USG tergolong aman untuk ibu hamil dan janinnya. Tapi, penggunaan alat ini tidak dianjurkan bila tanpa alasan ya.

Bunda perlu konsultasi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dengan USG.

Proses pemeriksaan USG saat hamil

Prosedur USG dilakukan saat Bunda berbaring di tempat tidur sesuai arahan dokter atau petugas medis. Kemudian, dokter akan mengoleskan gel khusus ke area perut dan panggul Bunda. Gel yang digunakan ini berbahan dasar air, sehingga aman dan tidak meninggalkan bekas di kulit.

Selanjutnya, dokter akan menggunakan transduser ke perut Bunda. Dari alat ini, kondisi janin akan terlihat di layar USG dalam bentuk gambar hitam putih.

Sebelum diperiksa dengan USG, Bunda sebaiknya tidak mengosongkan perut ya. Seseorang yang ingin USG disarankan untuk minum dua hingga tiga gelas air sekitar satu jam sebelum pemeriksaan agar gambaran kondisi janin terlihat jelas. Sebelum diperiksa, Bunda juga dilarang buang air kecil (BAK).

Manfaat pemeriksaan USG

Ilustrasi Pemeriksaan USGIlustrasi Pemeriksaan USG/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Pemeriksaan USG memiliki banyak manfaat untuk Bunda hamil. Berikut 10 manfaat pemeriksaan USG:

  1. Melihat posisi, gerakan, pernapasan dan detak jantung janin
  2. Memperkirakan ukuran dan berat janin
  3. Mengetahui jumlah cairan ketuban di dalam rahim
  4. Mengetahui lokasi plasenta
  5. Mengetahui kehamilan kembar atau lebih
  6. Mengetahui jenis kelamin bayi bila janin berada dalam kondisi yang tepat
  7. Mendeteksi kehamilan ektopik (hamil di luar rahim)
  8. Mendiagnosis kelainan kongenital
  9. Memeriksa kondisi rahim, ovarium, dan leher rahim
  10. Menentukan Hari Perkiraan Lahir (HPL)

Pemeriksaan USG memang bermanfaat untuk mengetahui kondisi janin. Tapi, pemeriksaan ini terbatas untuk menjawab pertanyaan tertentu, seperti memeriksa posisi janin saat proses persalinan.

Jadwal pemeriksaan USG tiap trimester

Bunda setidaknya perlu menjalani satu kali pemeriksaan USG selama kehamilan. Tapi, paling baik pemeriksaan dilakukan di tiap trimester dan menjelang persalinan ya, Bunda.

Pemeriksaan USG di trimester 1

Biasanya, USG dilakukan pertama kali pada usia kehamilan 12 minggu untuk memastikan kehamilan. Pemeriksaan mungkin bisa lebih awal di minggu ke-7.

Di trimester pertama, USG juga berfungsi untuk mengetahui kondisi janin, seperti detak jantungnya. Selain itu, USG juga dapat memastikan tidak ada kehamilan ektopik dan mengetahui HPL.

Pemeriksaan USG di trimester 2 dan 3

Di trimester kedua dan ketiga, pemeriksaan USG dapat dilakukan untuk lebih detail mengetahui kondisi janin ya. Pemindaian USG kedua dapat dilakukan pada usia kehamilan minggu ke-10 sampai ke-14.

Pemeriksaan USG di waktu ini dapat dilakukan untuk:

  • Memonitor posisi janin
  • Mengetahui jenis kelamin bayi
  • Mengetahui kehamilan kembar
  • Melihat kondisi plasenta, ada atau tidaknya masalah plasenta seperti plasenta previa
  • Memeriksa sindrom Down di usia kehamilan 13-14 minggu
  • Memeriksa kelainan kongenital
  • Memantau kadar cairan ketuban
  • Melihat apakah janin mendapatkan cukup oksigen atau tidak
  • Mengukur panjang serviks
  • Mendeteksi masalah di ovarium atau rahim

Jenis pemeriksaan USG untuk Bumil

Ilustrasi Pemeriksaan USGIlustrasi Pemeriksaan USG/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Ada beberapa jenis pemeriksaan USG yang dapat Bunda lakukan selama kehamilan. Jenis pemeriksaan ini memiliki detail yang berbeda dalam melihat kondisi janin, Bunda.

"Teknik USG yang lebih maju dapat digunakan bila gambar yang dihasilkan lebih detail lagi. Ini mungkin dapat memberikan informasi yang diperlukan dokter untuk mendiagnosis atau mendeteksi masalah," kata perawat senior, Debra Sullivan, Ph.D, dilansir Healthline.

Berikut 6 jenis pemeriksaan USG untuk ibu hamil:

1. USG 2D

USG 2D (dimensi) adalah jenis pemeriksaan ultrasound yang paling klasik. Hasil USG 2D adalah gambar hitam putih yang memperlihatkan kondisi janin, Bunda.

Pada awal kehamilan, gambar 2 dimensi ini dapat dikumpulkan menggunakan stik probe transvaginal untuk membantu menentukan tanggal kehamilan atau melihat di mana implantasi rahim telah terjadi. Saat bayi semakin besar, USG ini dapat kembali dilakukan untuk melihat kondisi janin.

"USG 2 dimensi merupakan pemeriksaan paling umum yang akan ditawarkan oleh dokter untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan janin," ujar spesialis anak, Karen Gill, MD.

2. USG 3D

USG 3D lebih detail dalam melihat janin dibandingkan USG 2D. USG ini bahkan dapat melihat fitur wajah janin, seperti bibir, hidung, pipi, dan mata.

Pemindaian USG 3D menggunakan probe yang sedikit berbeda dengan 2D, terutama untuk mengambil banyak gambar pada bidang yang berbeda. USG ini juga menggunakan perangkat lunak khusus untuk menghasilkan gambar.

3. USG 4D

USG 4D pada dasarnya adalah ultrasound 3D, namun dalam bentuk video bergerak. Melalui pemindaian USG ini, Bunda bisa melihat perubahan wajah janin seperti wajah tersenyum, cemberut, mengisap jempol, dan beberapa gerakan kecil lainnya.

Menurut First View Ultrasound di Westminster, Colorado, waktu terbaik untuk melakukan USG 4D yakni antara minggu ke-24 dan minggu ke-32. Waktu ini mungkin akan berbeda pada kehamilan kembar.

4. USG 5D

Janin dalam kandunganIlustrasi Pemeriksaan USG/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Zffoto

Dr. Welsey Lee, co-director dari Texas Children's Fetal Center di Texas Children's Pavilion for Women mengatakan bahwa USG 5D pada dasarnya sama dengan USG 3D dan 4D. Salah satu produsen USG 5D mengomersialkannya untuk berbagai spesialisasi, seperti pemeriksaan jantung, organ tubuh, dan sistem saraf pusat.

"Ini adalah merek USG 3D dan 4D yang telah dikembangkan dengan perangkat lunak," kata Lee, dikutip dari Parents.

Perangkat lunak USG 5D dapat menangkap gambar dengan resolusi lebih tinggi, Bunda. Tak hanya itu, hasil USG juga bisa memberikan gambar berwarna yang membuat bentuk janin terlihat seperti bayi yang sudah lahir.

Sama seperti USG 4D, Bunda dapat memeriksa kondisi janin dengan USG 5D saat usia kehamilan antara 24 sampai 32 minggu. Saat ini, sudah banyak klinik dan perusahaan mengklaim USG 5D menawarkan kualitas terbaik untuk melihat perkembangan janin.

Menurut FDA dan ACOG, USG 5D tidak terbukti membahayakan janin yang sedang berkembang. USG ini tidak menggunakan sinar-X, radiasi, atau yang terkait dengan masalah kesehatan atau perkembangan apa pun.

Namun, USG 5D hanya dapat dilakukan oleh profesional terlatih dan berdasarkan kebutuhan medis ya. Beberapa ilmuwan masih khawatir bahwa energi dari gelombang USG dapat memengaruhi janin.

5. USG fetomaternal

USG fetomaternal berfungsi untuk mendeteksi kelainan pada janin dan kehamilan dengan risiko tinggi. USG fetomaternal dapat dilakukan pada usia kehamilan di atas 20 minggu sampai 30 minggu.

Pemeriksaan ini berfungsi untuk mendeteksi kelainan organ janin, seperti penyakit jantung. USG Fetomaternal juga dianjurkan bagi Bunda yang hamil di atas usia 35 tahun.

6. Ekokardiografi

Ekokardiografi dapat dilakukan bila dokter mencurigai bayi mengidap penyakit jantung bawaan. Pemeriksaan ekokardiografi mirip dengan USG kehamilan tradisional, tetapi mungkin perlu waktu lebih lama untuk mengetahui hasilnya.

Ekokardiografi menangkap gambar lebih detail dari jantung janin, yang menunjukkan ukuran, bentuk, dan struktur jantung. Jenis USG ini juga akan memberi tahu dokter tentang gambaran fungsi jantung bayi dan membantu dalam mendiagnosis masalah jantung.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga 3 manfaat mengukur lingkar perut selama hamil, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rap)
kehamilan
Kehamilan Trimester 1 Ketahui perkembangan kehamilan Trimester 1 setiap minggu. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!