KEHAMILAN
Ketahui Peran Hormon Serotonin dalam Mengatur Metabolisme Selama Kehamilan
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Senin, 05 Jan 2026 15:40 WIBSelama hamil, tubuh ibu bekerja ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil yang terus tumbuh. Tak hanya perubahan fisik yang terasa, sistem hormon dalam tubuh juga ikut 'berbenah'. Salah satu hormon yang perannya sering luput dari perhatian adalah serotonin. Padahal, hormon yang kerap dikaitkan dengan rasa bahagia ini ternyata punya tugas penting dalam mengatur metabolisme selama kehamilan.
Serotonin membantu tubuh ibu menyesuaikan kebutuhan energi, mengatur kadar gula darah, hingga mendukung kerja insulin yang meningkat selama hamil. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan serotonin berperan dalam membantu pankreas memproduksi insulin lebih optimal dan menjaga keseimbangan metabolik ibu, terutama saat risiko resistensi insulin mulai meningkat di trimester lanjutan.
Menariknya, serotonin tak hanya bekerja untuk ibu. Plasenta juga mampu memproduksi hormon ini dan menggunakannya sebagai bagian dari sistem pengantar nutrisi ke janin. Artinya, keseimbangan serotonin berkontribusi langsung pada kesehatan ibu sekaligus tumbuh kembang bayi dalam kandungan.
Itulah sebabnya, menjaga kesehatan fisik dan mental selama kehamilan menjadi satu paket yang tak terpisahkan. Tubuh yang lebih tenang, asupan gizi seimbang, dan gaya hidup sehat membantu sistem hormon termasuk serotonin bekerja lebih optimal demi kehamilan yang sehat dan nyaman. Yuk simak peran serotonin menurut sejumlah penelitian ilmiah terbaru.
Apa itu serotonin?
Dikutip dari National Library of Medicine, Serotonin, atau 5-hydroxytryptamine (5-HT), adalah neurotransmitter yang sebagian besar diproduksi oleh sel di usus, sekitar 90 persen dari total tubuh serta sejumlah jaringan non-saraf seperti sel β pankreas. Hormon ini dikenal luas dalam pengaturan mood dan tidur, namun juga memiliki fungsi penting dalam regulasi metabolisme tubuh secara luas termasuk selama kehamilan. Selain memengaruhi suasana hati dan tidur, serotonin berperan dalam:
- Regulasi nafsu makan
- Pengaturan energi dan metabolisme
- Fungsi insulin dan gula darah
Selama kehamilan, fungsi-fungsi ini menjadi sangat krusial.
Kehamilan secara alami menyebabkan resistensi insulin fisiologis, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Kondisi ini bertujuan agar lebih banyak glukosa tersedia bagi janin. Untuk mengimbanginya, tubuh ibu harus meningkatkan produksi dan efektivitas insulin. Di sinilah serotonin berperan penting.
Peran serotonin dalam sekresi insulin
Menurut penelitian yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), selama kehamilan, sel β pankreas meningkatkan produksi serotonin secara signifikan. Serotonin ini kemudian, meningkatkan respons sel β terhadap glukosa, mempermudah pelepasan insulin melalui aktivasi reseptor 5-HT3 dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil meski kebutuhan insulin meningkat. Studi ini membuktikan bahwa serotonin berperan langsung dalam pengaturan metabolisme glukosa ibu hamil.
“Selama kehamilan, ibu harus mempertahankan konsentrasi nutrisi dalam aliran darahnya lebih tinggi daripada pada janin untuk memastikan aliran nutrisi yang konstan ke janin,” jelas Michael German dari Universitas California, San Francisco.
“Jika tidak ada perubahan dalam metabolisme ibu, kadar glukosanya dapat sering turun terlalu rendah untuk memberi makan anak,” sambungnya
Serotonin dan pertumbuhan sel β pankreas
Penelitian lain yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine menemukan bahwa serotonin juga berperan dalam meningkatkan jumlah (massa) sel β pankreas selama kehamilan.
Hal ini terjadi melalui aktivasi hormon plasenta seperti placental lactogen dan prolaktin serta peningkatan ekspresi enzim tryptophan hydroxylase-1 (TPH1), yang bertanggung jawab atas sintesis serotonin Peningkatan massa sel β ini penting agar tubuh ibu mampu menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup untuk menghadapi perubahan metabolik selama kehamilan.
Hubungan serotonin dan risiko diabetes gestasional
Gangguan pada jalur serotonin–sel β dapat berdampak pada kemampuan tubuh mengatur gula darah. Beberapa studi menunjukkan bahwa produksi serotonin yang tidak optimal dapat menghambat adaptasi sel β. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko diabetes gestasional. Meski diabetes gestasional bersifat multifaktorial, serotonin kini dianggap sebagai salah satu komponen penting dalam sistem pengaturan metabolik selama kehamilan.
Peran serotonin yang diproduksi plasenta
Selain pankreas, plasenta juga mampu memproduksi serotonin dari asam amino triptofan yang berasal dari ibu. Menurut studi dalam Frontiers in Cellular Neuroscience, serotonin plasenta berperan dalam regulasi aliran nutrisi dari ibu ke janin, mendukung perkembangan awal otak janin dan menjadi bagian dari sinyal metabolik antara ibu dan janin
Selain itu, dalam sebuah studi baru yang dikutip dalam News.yale, para peneliti Yale menemukan bahwa serotonin berasal dari ibu hamil, dengan plasenta bertindak sebagai "perisai serotonin" yang mengontrol seberapa banyak serotonin yang mencapai embrio dan janin.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Endocrinology ini dapat memberikan wawasan penting tentang bagaimana kadar serotonin orang tua dapat memengaruhi perkembangan tubuh dan otak bayi mereka, kata para peneliti.
“Plasenta pada dasarnya adalah ‘perisai serotonin’ yang mengatur seberapa banyak serotonin yang akhirnya dikirim ke embrio dan janin, bukan sumber serotonin,” kata Harvey Kliman, seorang ilmuwan peneliti di Departemen Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Fakultas Kedokteran Yale. Hal ini menegaskan bahwa serotonin memiliki peran ganda, baik untuk metabolisme ibu maupun perkembangan janin.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
5 Kisah Kehamilan Langka Sepanjang 2025, dari Ektopik hingga Rahim Buatan
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Perkembangan Janin 4 Bulan yang Perlu Bunda Ketahui
3 Fase Perkembangan Janin Menurut Islam, Bunda Perlu Tahu
Bunda, Begini Lho Tahap Perkembangan Janin Trimester I
Bumil Jangan Bingung, Begini Cara Membaca Hasil USG
TERPOPULER
Viral Tren Olahraga 'Slow Jogging' di Korsel, Lari Lambat yang Bisa Bakar Lemak
Perkembangan Anak Usia 4 Tahun Secara Sosial dan Emosional
Penyebab Kesuburan Perempuan Lebih Cepat Menurun Menurut Studi, Bukan Hanya soal Sel Telur
10 Susunan Upacara Pembukaan & Penutupan MPLS SD-SMP Tahun Ajaran 2026/2027
Potret Seru Anggun Habiskan Waktu Bersama Kirana, Si Anak Tunggal yang Sudah Gadis
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Curling Iron Terbaik, Cocok untuk Styling Rambut Sehari-hari
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Kukus Dandang Bakso yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Botol Minum Tali Panjang untuk Anak TK, Awet & Mudah Dibersihkan
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sendok Panci dan Centong Stainless Steel yang Bagus
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Name Tag MPLS untuk PAUD, SD, SMP, dan SMA yang Kreatif
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Jangan Salah Paham! Ini Ciri Orang dengan IQ Tinggi yang Sering Dianggap sebagai Kekurangan
Perkembangan Anak Usia 4 Tahun Secara Sosial dan Emosional
Viral Tren Olahraga 'Slow Jogging' di Korsel, Lari Lambat yang Bisa Bakar Lemak
Istana Buckingham Tegaskan Pangeran Harry Tak Akan Menginap di Istana saat Kunjungan ke Inggris
Penyebab Kesuburan Perempuan Lebih Cepat Menurun Menurut Studi, Bukan Hanya soal Sel Telur
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Cara Bedakan Perak 925 Asli dan Palsu, Kenali Ciri-cirinya Sebelum Membeli
-
Beautynesia
10 Komentar Kocak Erling Haaland di Snapchat, Netizen: Naturally Funny!
-
Female Daily
Beauty Sticks Lebih Rentan Terkontaminasi Bakteri? Ini Kata Dermatologist soal Kebersihannya!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Tak Perlu Lahan Luas, Ini Cara Berkebun dari Rumah
-
Mommies Daily
Yoga Setelah Usia 40 Tahun: Manfaat, Tips, dan Gerakan yang Aman