KEHAMILAN
Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil Melonjak Tajam di Negara Ini, Ketahui Penyebabnya
Indah Ramadhani | HaiBunda
Jumat, 09 Jan 2026 13:27 WIBAngka diabetes gestasional terus melonjak di Amerika Serikat. Dilaporkan bahwa kasus diabetes gestasional pada ibu hamil terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat dari tahun 2016 sampai 2024, kenaikan kasusnya bahkan menyentuh angka 36 persen.
Kondisi ini semakin serius, Bunda. Sebab, tak hanya mempengaruhi kehamilan, tetapi juga berbahaya untuk kesehatan ibu dan bayi jika tidak ditangani dengan tepat. Risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan pun akan meningkat.
Peningkatan kasus diabetes gestasional ini terjadi hampir di semua kelompok ras dan etnis. Penelitian ini juga melibatkan lebih dari 12 juta ibu yang melahirkan dengan berbagai latar belakang usia dan etnis, sehingga menjadi bukti nyata bahwa lonjakan ini bersifat luas.
Lalu, apa saja yang menyebabkan timbulnya penyakit diabetes gestasional, serta bagaimana cara untuk mencegahnya? Penting bagi Bunda untuk memahami kondisi ini dan menerapkan langkah pencegahan mulai dari sebelum hingga selama kehamilan.
Baca Juga : Diabetes Gestasional |
Apa itu diabetes gestasional?
Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang pertama kali terdiagnosis selama kehamilan. Kondisi ini membuat kadar glukosa dalam darah menjadi lebih tinggi dari biasanya, sebab selama kehamilan tubuh tak mampu memproduksi insulin dengan jumlah yang cukup.
Pada sebagian besar kasus, kadar gula darah akan kembali normal setelah melahirkan. Namun, kemungkinan akan risiko diabetes tipe 2 juga semakin meningkat bila saat hamil Bunda mengalami diabetes gestasional ini.
Lonjakan kasus diabetes gestasional di Amerika Serikat
Peningkatan diabetes gestasional terjadi pada semua kelompok ras dan etnis, meskipun tingkatnya berbeda-beda. Tingkat tertinggi tercatat pada kelompok Penduduk Asli Alaska, yang meningkat dari 113,2 menjadi 136,7 per 1.000 kelahiran hidup.
Sebaliknya, kelompok kulit putih memiliki tingkat kenaikan terendah, yakni dari 51,2 menjadi 70,7 per 1.000 kelahiran hidup. Penulis utama dari studi ini, Emily L. Lam, menyebut bahwa peningkatan diabetes gestasional yang signifikan dan konsisten di berbagai kelompok ras dan etnis, menjadi temuan yang cukup mencolok. Ia menjelaskan bahwa lonjakan ini kemungkinan besar dipengaruhi beberapa faktor utama.
“Peningkatan tersebut bisa disebabkan oleh kondisi obesitas sebelum hamil, usia ibu yang tua saat melahirkan anak pertama, faktor risiko metabolik, serta dampak dari pandemi COVID-19,” jelas Emily.
Penyebab diabetes gestasional pada ibu hamil
Selain faktor yang telah disebutkan, ada beberapa penyebab lain yang turut mempengaruhi risiko diabtes gestasional. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Kurangnya aktivitas fisik.
- Memiliki riwayat diabetes gestasional di kehamilan sebelumnya.
- Sindrom ovarium polikistik (PCOS).
- Riwayat diabetes dalam keluarga.
- Ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari empat kg.
Kombinasi faktor dan penyebab ini dapat saling memperkuat risiko seorang Bunda mengalami diabetes gestasional. Oleh karena itu, penting bagi Bunda sekalian untuk mengenali, mengelola, dan peka terhadap kondisi tersebut sejak sebelum hamil.
Gejala yang sering tidak disadari
Sebagian besar Bunda yang hamil dengan diabetes gestasional tidak merasakan gejala yang jelas. Kondisi ini biasanya baru terdeteksi melalui pemeriksaan rutin kehamilan. Berikut adalah gejala umum dari diabetes gestasional dilansir dari laman American Pregnancy:
- Bunda akan merasa haus yang berlebihan.
- Sering buang air kecil.
- Kelelahan.
- Mual.
- Infeksi saluran kemih.
- Penglihatan yang kabur.
Gejala-gejala ini sering samar dan bahkan menyerupai keluhan kehamilan pada umumnya. Oleh karena itu, disarankan semua ibu hamil untuk menjalani skrining diabetes gestasional, terutama pada trimester kedua atau lebih awal jika memiliki faktor risiko.
Cara mencegah diabetes gestasional
Meskipun pencegahan tak bisa menjamin sepenuhnya, tetapi menerapkan banyak kebiasaan sehat sebelum kehamilan bisa memberikan manfaat yang begitu besar. Dengan begitu, pola hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko diabetes gestasional.
Berikut adalah rekomendasi pola hidup sehat yang bisa dijalani oleh Bunda baik sebelum hamil maupun saat kehamilan:
1. Mengonsumsi makanan sehat
Bunda bisa memilih makanan yang kaya akan serat dan rendah lemak atau kalori. Memperolehnya sangat mudah, bisa melalui buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian.
2. Tetap aktif bergerak
Bunda bisa melakukan olahraga rutin agar membuat tubuh tetap aktif bergerak. Minimalnya, dalam sehari Bunda harus melakukan 30 menit aktivitas sedang, seperti berjalan cepat, berenang, atau naik sepeda.
3. Mulai kehamilan dengan berat badan yang sehat
Jika Bunda berencana untuk hamil, lebih baik targetkan berat badan mencapai batas ideal terlebih dahulu. Sebab, ketika hamil, Bunda tidak dianjurkan untuk melakukan diet.
4. Selalu jaga berat badan
Berat badan bertambah saat hamil merupakan hal yang normal dan sehat. Namun, menambah berat badan terlalu cepat bisa meningkatkan risiko diabetes gestasional. Bunda juga bisa konsultasikan dengan dokter terkait berat badan yang normal.
Demikian informasi yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat bagi Bunda yang sedang merencanakan kehamilan untuk lebih waspada terhadap risiko diabetes gestasional ini.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Sakit Perut Sebelah Kiri saat Hamil Trimester 2? Ini Penyebabnya, Bun!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Simak Tanda hingga Risiko Diabetes Gestasional, Sering Diabaikan Ibu Hamil
7 Penyebab Ibu Hamil Cepat Lapar Tengah Malam dan Cara Mengatasinya
Tes Toleransi Glukosa Oral saat hamil, Ketahui Manfaat dan Biayanya Bun
Waspadai 4 Risiko Penyakit di Usia Kandungan 6 Bulan
TERPOPULER
Kasus Campak di Indonesia Tertinggi Kedua di Dunia, Berujung Kematian akibat Tidak Vaksin
Kenali Apa saja Perubahan Warna Payudara saat Hamil Muda
5 Pohon Jeruk yang Bisa Ditanam di Pot, Mudah Tumbuh dan Berbuah
Penerbangan Ditutup, UEA Tanggung Biaya Akomodasi Turis yang Terjebak di Negaranya
8 Ciri Kepribadian Langka yang Dimiliki Orang yang Lebih Suka di Rumah Saja Menurut Psikolog
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi MPASI Instan untuk Bayi 7 Bulan ke Atas, Praktis buat Mudik
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Madu untuk Sahur, supaya Kuat Puasa dan Tetap Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Baju Lebaran 2026 Anak Laki-Laki 1-14 Tahun, Bisa Kembaran sama Ayah
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Alat Pel Persiapan Ditinggal ART, Harga Terjangkau
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vitamin Bikin Sehat Saat Puasa untuk Jaga Daya Tahan Tubuh
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Potret Sulaiman Anak Oki Setiana Dewi yang Alami Prader Willi Syndrome, Pindah Sekolah ke Mesir
5 Pohon Jeruk yang Bisa Ditanam di Pot, Mudah Tumbuh dan Berbuah
Kasus Campak di Indonesia Tertinggi Kedua di Dunia, Berujung Kematian akibat Tidak Vaksin
Kenali Apa saja Perubahan Warna Payudara saat Hamil Muda
Penerbangan Ditutup, UEA Tanggung Biaya Akomodasi Turis yang Terjebak di Negaranya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
6 Tanda WhatsApp Kamu Diblokir Orang Lain, Cek Sekarang
-
Beautynesia
6 Ciri Kepribadian Orang yang Manipulatif dalam Hubungan
-
Female Daily
Kaya Manfaat untuk Kesehatan, Yuk Kenalan dengan Beragam Jenis Kurma!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Video Sosok Hasna Hasni, Kembar Tunarungu Viral yang Tembus Dunia Kerja
-
Mommies Daily
Nggak Sempat Masak? Ini 7 Rekomendasi Katering Lebaran untuk Keluarga