HaiBunda

KEHAMILAN

Cerita Bunda Turun 21 Kg dalam Waktu 10 Bulan usai Melahirkan Tanpa Diet Ketat

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Senin, 05 Jan 2026 08:00 WIB
Menurunkan BB usai melahirkan/ Foto: Getty Images/ANRproduction

Seperti yang Bunda rasakan ketika usai melahirkan, menurunkan berat badan bukanlah suatu hal yang mudah. Perubahan hormon, kurang tidur, hingga mengurus bayi baru lahir kerap membuat kita jarang memikirkan bentuk tubuh ataupun berat badan.

Kondisi ini juga dialami oleh Bunda berasal dari India bernama Smarica. Ia memutuskan untuk bertanggung jawab atas tubuh dan kesehatannya.

Smarica bercerita tentang bagaimana ia berjuang mengembalikan berat badannya menjadi lebih ideal secara perlahan, realistis, dan tanpa diet ketat. Harapannya, para bunda di luar sana yang merasa lelah, stuck, atau kehilangan kepercayaan diri tahu bahwa mereka tak sendirian.


Bagaimana perjalanan Smarica  hingga dirinya berhasil? Simak kisah lengkapnya berikut ini, Bunda.

Perjuangan Smarica yang berbuah manis

Sejak remaja, Smarica memang merasa gemuk. Namun, perubahan terbesar terjadi setelah ia hamil dan berat badannya naik hampir 10 kilogram dari berat biasanya. Baginya, kehamilan adalah masa yang indah, tetapi secara bersamaan kepercayaan dirinya juga hilang.

Setelah putrinya lahir, Smarica pun tak langsung memutuskan untuk menurunkan berat badan. Ia memberikan waktu untuk tubuhnya beristirahat dan pulih selama tiga bulan. Setelah itu, ia mulai menurunkan berat badannya dengan cara-cara yang sederhana namun konsisten.

Apa saja langkah yang dilakukannya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

1. Melewati fase menerima kondisi tubuh setelah melahirkan

Fase ini ternyata sangat penting, Bunda. Alih-alih memaksakan diri untuk berolahraga dengan keras, Smarica justru mengatur mindset untuk menerima kondisinya dengan lebih realistis dan berempati terhadap tubuhnya sendiri.

Saat itu, rasanya sulit sekali bagi dirinya berolahraga. Tidurnya tidak tenang, tidak punya energi, bahkan rutinitas sehari-hari menurutnya sudah membuat kewalahan. Ia pun memutuskan untuk lebih baik fokus pada pola makan.

2. Belajar memahami makanan dan porsinya

Setelah memutuskan untuk fokus mengatur pola makan, ia mulai mempelajari kebutuhan gizi dan nutrisi melalui bacaan dan tayangan yang tersedia secara gratis. Ia sangat berusaha untuk memahami apa yang ia makan dan bagaimana dampaknya bagi tubuh.

Perlahan, Smarica mengurangi junk food, gula, dan makanan olahan tinggi. Ia mulai memasak sendiri di rumah, mengganti makanan pokok tinggi kalori dengan alternatif yang lebih sehat, seperti beras merah dan quinoa, serta memilih camilan lebih bernutrisi.

3. Puasa intermiten yang dilakukan bertahap

Untuk mencapai goals-nya, Smarica juga mencoba puasa intermiten. Ia memulainya dengan puasa 14 jam, lalu meningkat ke 16 jam, hingga akhirnya nyaman di 18 jam. Transisi perlahan ini membuat tubuhnya bisa beradaptasi tanpa tekanan berlebihan.

Puasa intermiten membantunya mengurangi kebiasaan ngemil tanpa sadar di malam hari dan membuatnya lebih peka terhadap rasa lapar yang sebenarnya. Selain itu, tubuhnya juga dirasa lebih bertenaga, pencernaan membaik, dan pikirannya lebih jernih.

4. Defisit kalori dan disiplin menjadi kunci utama

Pelajaran terbesar yang didapat Smarica adalah pentingnya melakukan defisit kalori. Ia memahami bahwa yang terbaik dan tepat adalah ketika ia harus mengurangi konsumsi kalori dibandingkan membakarnya.

Dengan defisit kalori, ia lebih banyak memasukkan makanan yang kaya akan protein dan serat agar tetap kenyang lebih lama. Menurutnya, cara ini sangat efektif dan memberikan hasil nyata, karena nutrisi yang masuk ke dalam tubuh membuat berat badan lebih terkontrol.

Dalam 10 bulan, berat badannya turun dari 81 kg menjadi 60 kg, atau berkurang sekitar 21 kg. Meski belum mencapai target akhir, Smarica merasa bangga atas progresnya. Menurutnya keberhasilan bukan soal motivasi, melainkan disiplin dan konsisten.

Tips pola makan sehat setelah melahirkan

Mengikuti langkah yang dilakukan Smarica, Bunda juga bisa menerapkan pola makan sehat dengan mengacu pada panduan para ahli dari laman resmi Healthline. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti:

1. Fokus pada pola makan seimbang setelah melahirkan

Untuk menerapkan pola makan seimbang, Bunda bisa dengan memilih makanan yang banyak protein, buah-buahan, karbohidrat tinggi serat, serta lemak sehat seperti alpukat dan kacang-kacangan.

2. Jaga hidrasi tubuh

Menjaga cairan tubuh sangatlah penting, terutama bagi Bunda yang menyusui. Bunda wajib minum air putih yang cukup, minimal tiga liter sepanjang hari.

3. Perhatikan kebutuhan kalori masing-masing

Bunda yang menyusui membutuhkan 2.000 hingga 2.800 kalori, sedangkan Bunda yang tidak menyusui membutuhkan 1.600 hingga 2.400 kalori per hari. Meski begitu, jumlah tetap bergantung pada ukuran tubuh, usia, dan tingkat aktivitas, serta seberapa banyak Bunda menyusui.

4. Minimalkan konsumsi makanan tinggi gula, olahan, dan alkohol

Bunda bisa mengurangi camilan kemasan dan minuman manis, seperti softdrink, dessert, junk food, dan makanan cepat olah lainnya. Selain itu, bagi Bunda yang memang mengonsumsi alkohol, dianjurkan untuk menghindari alkohol terlebih dahulu selama menyusui.

5. Lanjutkan konsumsi vitamin prenatal

Apabila Bunda menyusui, lebih baik dan dianjurkan untuk melanjutkan konsumsi vitamin prenatal atau vitamin yang dibuat untuk postnatal period. Namun, jika Bunda tidak menyusui tetapi ingin memperoleh vitamin tambahan, bicarakan dengan dokter untuk rekomendasinya.

Demikian informasi mengenai cara menurunkan berat badan usai melahirkan. Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi dan memberi semangat bagi Bunda untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat, sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Momen Haru Steffi Zamora Melahirkan Anak Pertama, Nino Fernandez Setia Mendampingi

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kirana Anak Anggun, Berdarah Blasteran tapi Warisi Kecantikan Khas Perempuan Indonesia

Mom's Life Nadhifa Fitrina

4 Kata Psikologis yang Bikin Permintaanmu Lebih Sering Disetujui Orang Lain

Mom's Life Amira Salsabila

Kisah Ibu Hamil Hadapi Persalinan Berisiko Tinggi Sendirian saat Sang Suami Pilih Liburan

Kehamilan Indah Ramadhani

Cara Ibu Hamil Tidur Lebih Nyaman Meski Janin Tengah Aktif Menendang di Malam Hari

Kehamilan Melly Febrida

Ungkapan Rindu Anak Almarhum Gary Iskak, Mimpi Wajah Sang Ayah Bersih Banget

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Playground di Jakarta Utara dan Alamat Lengkapnya, Tempat Main Seru Buat Anak

4 Kata Psikologis yang Bikin Permintaanmu Lebih Sering Disetujui Orang Lain

Cara Ibu Hamil Tidur Lebih Nyaman Meski Janin Tengah Aktif Menendang di Malam Hari

Suami Boiyen Resmi Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penipuan Investasi

Kirana Anak Anggun, Berdarah Blasteran tapi Warisi Kecantikan Khas Perempuan Indonesia

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK