KEHAMILAN
Bayi yang Lahir Lewat Operasi Caesar Miliki Hormon Stres Lebih Rendah, Simak Faktanya
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Jumat, 16 Jan 2026 11:10 WIBPersalinan lewat operasi caesar umumnya dilakukan karena alasan medis, Bunda. Prosedurnya dilakukan dengan melibatkan sayatan di dinding perut dan rahim untuk mengeluarkan bayi.
Sudah banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kerugian melahirkan caesar. Baru-baru ini, studi kembali mengungkap hal mengejutkan tentang persalinan caesar. Menurut studi, bayi yang lahir lewat operasi caesar memiliki hormon stres lebih rendah dibandingkan bayi yang lahir melalui prosedur pervaginam.
Studi yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini dilakukan oleh para peneliti dari Dartmouth College. Studi melibatkan lebih dari 3.500 anak di Brasil.
Hasil studi menemukan bahwa anak-anak yang lahir melalui operasi caesar sebelum waktu persalinan atau terencana memiliki kadar kortisol di rambut sekitar 6 hingga 7 persen lebih rendah pada usia 4 hingga 7 tahun, dibandingkan dengan anak-anak yang lahir secara pervaginam atau tidak terencana.
Perlu diketahui, kortisol merupakan 'hormon stres' yang memainkan peran penting dalam mengatur pertumbuhan, metabolisme, fungsi kekebalan tubuh, dan perilaku. Hormon stres yang tinggi atau terlalu rendah dapat menimbulkan keluhan medis.
Pada penelitian ini, ilmuwan menggunakan kortisol yang berasal dari rambut untuk memberikan gambaran tentang kadar kortisol sistemik selama beberapa bulan. Kortisol di rambut menjadi alat yang tepat untuk studi skala besar. Perbedaannya secara statistik dapat bertahan hingga anak berusia 4 dan 6 hingga 7 tahun.
"Makalah ini mengeksplorasi potensi signifikan perkembangan dari proses persalinan pada biologi jangka panjang anak-anak. Kita ketahui bahwa proses persalinan dapat berlangsung lama dan secara fisiologis menegangkan," kata penulis utama studi, Profesor Madya Antropologi Zaneta Thayer, dilansir MedicalXpress.
Persalinan bukan hanya proses mekanis, tapi juga serangkaian rangsangan hormonal dan fisik yang dibentuk oleh tekanan evolusi. Selama persalinan, bayi mengalami kontraksi ritmis dan lonjakan hormon seperti kortisol dan oksitosin, yang menjadi sinyal untuk membantu mempersiapkan bayi dengan kehidupan di luar rahim. Pada persalinan caesar yang direncanakan, isyarat-isyarat tersebut diabaikan.
"Anak-anak yang lahir melalui operasi caesar sebelum waktunya persalinan, seperti operasi caesar terencana, memiliki kadar kortisol rambut yang lebih rendah pada usia 4-7 tahun dibandingkan dengan anak-anak yang lahir setelah waktu persalinan, baik melalui persalinan pervaginam maupun operasi caesar yang tidak direncanakan," kata Thayer.
"Efek ini sangat terasa terutama ketika bayi dilahirkan dalam keadaan relatif belum berkembang, atau setelah masa kehamilan yang lebih pendek."
Perlu dipahami, kadar kortisol yang lebih rendah ini masih belum jelas, tetapi pola dari penelitian lain memberikan petunjuk serupa. Kadar kortisol yang lebih rendah pada masa kanak-kanak telah dikaitkan dengan kelahiran prematur, trauma di awal kehidupan, dan kondisi seperti gangguan perhatian defisit hiperaktif (ADHD).
Dalam penelitian ini, Thayer menemukan bahwa anak-anak yang lahir setelah masa kehamilan yang lebih pendek juga memiliki kadar kortisol yang secara signifikan lebih rendah, dan efek ini paling menonjol jika anak lahir melalui operasi caesar sebelum waktunya persalinan.
Perbedaan kadar kortisol antara anak-anak yang lahir secara pervaginam dan melalui operasi caesar sebelum waktu persalinan diketahui berkurang bila anak-anak tersebut lahir setelah 39,5 minggu.
Tim peneliti berencana untuk memantau anak-anak di subjek studi dari waktu ke waktu untuk melihat apakah kadar kortisol yang lebih rendah memengaruhi hasil kesehatan lain yang sebelumnya dikaitkan dengan persalinan caesar, misalnya obesitas dan gangguan perilaku. Penelitian di masa mendatang diharapkan dapat mengeksplorasi intervensi yang meniru sinyal hormonal atau mekanis persalinan pada bayi yang lahir melalui persalinan ceasar terencana.
"Proses persalinan bisa jadi merupakan tahapan perkembangan penting yang dibentuk oleh evolusi Mengabaikan proses ini dapat menimbulkan konsekuensi biologis yang tidak diinginkan," ungkap Thayer.
Apa itu persalinan caesar terencana?
Operasi caesar kini dapat direncanakan oleh pasangan suami istri. Tindakan ini dikenal sebagai operasi caesar selektif.
Dikutip dari laman Pregnancy Birth Baby, operasi caesar selektif dapat dilakukan sesuai request atau permintaan pasangan suami istri. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan tindakan operas caesar sebelum melahirkan karena alasan medis.
Berikut beberapa alasan dokter mungkin merekomendasikan operasi caesar terencana untuk pasien hamil:
- Bunda sudah pernah menjalani beberapa operasi caesar.
- Bayi dalam posisi sungsang atau melintang di dalam kandungan.
- Bunda mengandung bayi kembar dan bayi kembar pertama berada dalam posisi sungsang.
- Plasenta menutupi seluruh atau sebagian leher rahim (bukaan ke rahim) atau disebut plasenta previa.
- Bunda atau bayi di dalam kandungan memiliki masalah medis lainnya.
Operasi caesar dianggap sebagai operasi besar. Komplikasi memang jarang terjadi tetapi bisa serius. Jadi, penting bagi Bunda dan suami untuk membuat keputusan yang tepat setelah berkonsultasi dengan dokter.
Demikian hasil studi yang mengungkap dampak melahirkan melalui operasi caesar terencana. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Angka Kelahiran Turun, Bunda yang Melahirkan di Desa Ini Dapat Bonus Rp27 Juta
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
8 Makanan yang Perlu Bunda Hindari setelah Melahirkan secara Caesar
Vagina Terasa Nyeri meski Melahirkan secara Caesar? Normal kok Bun
4 Tips Mempercepat Pemulihan Luka Operasi Caesar, Salah Satunya 'Puasa' Seks
4 Produk untuk Merawat Luka Sayatan Operasi Caesar agar Cepat Sembuh
TERPOPULER
Dulu Ramai, Kini Kota Ini jadi Tersepi di Dunia dengan 1 Penduduk
Diet Ekstrem Park Min Young Jadi Sorotan, Hanya Minum 3 Liter Air Sehari
Vidi Aldiano Meninggal, Begini Ketegaran Sheila Dara Diungkap Para Rekan Artis
11 Outfit Baju Lebaran Artis untuk Ibu Hamil, Stylish tapi Tetap Nyaman!
Chaca Thakya & Ricky Perdana Dikaruniai Anak Ketiga, Intip Potret Harunya saat Persalinan
REKOMENDASI PRODUK
9 Perlengkapan Rumah Tangga Praktis untuk Bersihkan Rumah dengan Cepat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Bagaimana Memilih Merek Ice Cream yang Tepat untuk Ibu Hamil?
Annisa Aulia RahimREKOMENDASI PRODUK
Keloid Bekas SC: Cara Menghilangkan, Tanda Bahaya & Rekomendasi Obat Salep
Melly FebridaREKOMENDASI PRODUK
6 Stok Makanan Wajib Saat Ditinggal ART Mudik, Praktis dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Skincare Anak Travel Size, Wajib Dibawa saat Mudik
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Dulu Ramai, Kini Kota Ini jadi Tersepi di Dunia dengan 1 Penduduk
11 Outfit Baju Lebaran Artis untuk Ibu Hamil, Stylish tapi Tetap Nyaman!
7 Alasan Bermain Kotor-kotoran Bagus untuk Perkembangan Anak
Diet Ekstrem Park Min Young Jadi Sorotan, Hanya Minum 3 Liter Air Sehari
Chaca Thakya & Ricky Perdana Dikaruniai Anak Ketiga, Intip Potret Harunya saat Persalinan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Sering Jadi Perdebatan, Ini Penjelasan Hukum Berfoto di Pemakaman Menurut Islam
-
Beautynesia
4 Zodiak yang Paling Tidak Suka Dikekang dalam Hubungan
-
Female Daily
Liburan sampai Bisnis Global, Ini Cara Singapore Airlines Group Dukung Indonesia Terhubung ke Dunia!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
7 Momen Manis Jisoo BLACKPINK & Seo In Guk, Kelewat Gemas Jadi Couple
-
Mommies Daily
Daftar Lomba dan Kompetisi yang Diakui Puspresnas untuk Siswa SD, SMP, SMA