sign up SIGN UP search


kehamilan

5 Infeksi Bakteri & Virus Yang Wajib Diwaspadai Ibu Hamil

Selasa, 22 Sep 2020 17:05 WIB
pregnant woman sit on the bed and feel depression at home caption
Jakarta -

Menjaga kesehatan selama kehamilan penting untuk dilakukan. Apalagi, ada janin di rahim Bunda yang sedang berkembang dan membutuhkan proteksi ekstra dari Bunda.

Berbagai risiko kesehatan memang dapat menyerang selama kehamilan, termasuk infeksi bakteri dan virus. Hal ini tentu sangat membahayakan bagi Bunda dan juga bayi yang ada dalam kandungan.

Sebab, Bunda yang tertular infeksi ini dapat menularkannya ke bayi selama kehamilan, melahirkan atau bahkan saat menyusui, seperti dikutip dari laman Integrisok.


Infeksi berbahaya ini tentunya perlu secara serius dicegah. Karena, tidak saja membuat bayi tertular tetapi kalau tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi parah pada bayi. Seperti menyebabkan cacat lahir, keterlambatan perkembangan, dan bahkan kematian.

Beberapa infeksi yang berpotensi dan berbahaya bagi ibu hamil, di antaranya berikut ini ya, Bunda, seperti dituturkan Dr Katherine Shepherd, seorang obgyn di Integris:

1. Cacar Air

Cacar air merupakan virus yang sangat menular dan dapat menimbulkan risiko kesehatan serius pada bayi. Penularan dapat terjadi selama kehamilan atau persalinan, Bunda. Jika Bunda berencana hamil dan belum pernah terkena cacar air dan belum diimunisasi, tanyakan kepada dokter Bunda tentang vaksin cacar air.

2. CMV (cytomegalovirus)

Ini merupakan anggota kelompok virus herpes dan biasanya asimtomatik pada anak-anak dan orang dewasa. Namun, jika bayi tertular CMV dari ibunya sebelum lahir, infeksi tersebut dapat menyebabkan pembesaran hati dan limpa, masalah kulit, komplikasi penglihatan, dan potensi kejang, serta mengembangkan masalah pendengaran dan koordinasi mental setelah lahir.

3. Hepatitis B

Penyakit hati akibat virus ini dapat menyebar melalui cairan tubuh. Hepatitis B dapat ditularkan dari ibu kepada bayi selama persalinan pervaginam atau operasi caesar. Penting untuk menjalani tes hepatitis B saat hamil. Jika hasilnya positif, bayi akan menerima dua suntikan setelah lahir untuk mencegah penyebaran penyakit.

4. Influenza atau flu

Risiko ini bisa berbahaya bagi bumil karena wanita yang sedang hamil lebih mungkin mengalami penyakit parah akibat flu. Jika Bunda sedang hamil, demam yang disebabkan flu mungkin terkait dengan potensi cacat lahir pada bayi. Untuk itu, penting segera mencari pengobatan jika mengalami gejala seperti flu, termasuk kelelahan, nyeri tubuh, menggigil, demam, batuk, sakit tenggorokan, dan masalah gastrointestinal.

5. Listeria

Listeria merupakan penyakit bawaan makanan yang diseabkan bakteri yang disebut listeria monocytogenes. Wanita hamil memiliki risiko lebih tinggi tertular listeria, dan dapat mengancam nyawa bayi yang belum lahir.

"Inilah salah satu alasan kami merekomendasikan wanita untuk tidak makan daging atau keju yang tidak dipasteurisasi, karena wanita hamil dapat mengambil risiko dengan makanan tersebut," ujar Dr Shepherd.

Melansir dari laman CDC, untuk mencegah risiko berbagai infeksi selama kehamilan sebaiknya selalu menjaga kebersihan dan kesehatan, serta pola hidup sehat dalam keseharian.

Pastikan Bunda mencuci tangan dengan sabun dan air setelah menggunakan kamar mandi, hindari telur mentah, sayuran yang tidak dicuci, dan daging mentah. Bunda juga sebaiknya mengurangi kontak dengan air liur dan urin dari bayi dan anak kecil, serta memastikan mencuci tangan setelah mengganti popok.

Hindari juga mengonsumsi susu mentah yang tidak dipasteurisasi dan makanan yang dibuat darinya. Selain itu, Bunda juga sebaiknya tidak menyentuh atau mengganti kotoran kucing yang mungkin mengandung parasit berbahaya. Serta, konsultasikan selalu dengan dokter Bunda ketika terjadi keluhan selama kehamilan.

Semoga membantu ya, Bunda!

Bunda, cari tahu lebih banyak mengenai listeria dalam video berikut yuk:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi