kehamilan
Diare Jadi Tanda Hamil Muda, Mitos atau Fakta?
HaiBunda
Jumat, 27 Feb 2026 14:55 WIB
Daftar Isi
Bunda tentu sudah paham jika morning sickness menjadi salah satu gejala awal kehamilan. Tapi, bagaimana dengan diare. Ada yang bilang, diare juga menjadi tanda hamil muda. Ini mitos atau fakta?
Kehamilan dapat membuat Bunda mengalami perubahan hormonal. Tahap awal kehamilan, hal pertama yang menjadi perhatian Bunda adalah menstruasi yang terlambat. Kemudian mual atau muntah, nyeri payudara, kelelahan, serta sering buang air kecil. Bagaimana dengan gejala diare?
Benarkan diare menjadi tanda hamil muda?
Diare itu jika Bunda buang air besar (BAB) cair tiga kali atau lebih dalam satu hari. Beberapa perempuan mengalami diare di awal kehamilan, tapi ini bukan indikator kehamilan yang terbaik. Bunda bisa yakin hamil hanya dengan melakukan tes kehamilan yang valid.
Menurut First Cry Parenting, diare dapat disebabkan berbagai alasan, dan biasanya tidak ada hubungannya dengan kehamilan. Gangguan pencernaan dan gangguan urogenital juga bisa menjadi penyebab diare.
Melansir Healthline, diare selama kehamilan menjadi hal yang umum karena Bunda mengalami perubahan hormon yang mempengaruhi sistem pencernaan. Tetapi ini tidak dianggap sebagai gejala utama kehamilan.
Hal senada disampaikan Christine Greves, MD, seorang dokter kandungan bersertifikat. Menurutnya, tidak sesederhana itu mengatakan bahwa diare sebagai gejawa awal kehamilan. Apakah diare merupakan gejala kehamilan? Jika Anda sekarang sering ke kamar mandi. Jawabannya tidak sesederhana itu.
"Kehamilan dapat memengaruhi pergerakan usus Anda, tetapi diare juga umum terjadi karena alasan lain," kata Greves dilansir Self.Â
Namun, kebiasaan buang air besar dapat memberi petunjuk tentang kondisi saluran pencernaan dan rahim.
Temeka Zore, MD, seorang dokter kandungan dan ahli endokrinologi reproduksi bersertifikasi di Spring Fertility, mengatakan bahwa, diare sebagai tanda hamil muda itu bisa dibilang mitos. Sering buang air besar tidak terkait dengan awal sebagian besar kehamilan. Bahkan, sembelit lebih mungkin terjadi.
Zore bilang, jika seseorang mengalami masalah perut melampaui kram sesekali, kembung, dan rasa begah, ini adalah tanda-tanda bahwa rahim membesar dan menekan usus. Kemungkinan ada hal lain yang terjadi.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Gastroenterology and Hematology, jika seseorang sudah mengetahui dirinya memiliki penyakit radang usus, selama kehamilan gejalanya dapat kambuh.
Jika calon ibu belum pernah didiagnosis dengan kondisi gastroenterologi apa pun dan mengalami diare yang sering selama kehamilan, ini perlu diperiksa, karena ini bisa menjadi tanda kondisi radang usus yang lebih serius, seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn.Â
"Ini termasuk beberapa episode diare per hari, tinja berdarah, demam, dan sakit perut," jelas Dr. Zore dilansir Yahoo. Untuk itu, Bunda penting untuk memperhatikan gejala-gejalanya, baik ringan, sedang, maupun berat.
Cara mengatasi diare saat hamil muda
Diare membuat Bunda merasa sangat tidak nyaman dan menjengkelkan. Walau akan berkurang dengan sendirinya, lebih baik melakukan sesuatu untuk mempercepat prosesnya. Berikut beberapa cara mengatasinya yang dirangkum dari berbagai sumber:
1. Tetap terhidrasi
Diare dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Ibu hamil muda usahakan untuk tetap minum air putih atau oralit sepanjang hari untuk mencegah dehidrasi.
2. Mengonsumsi makanan ringan dan lembut
Bunda dapat memilih makanan yang mudah dicerna seperti pisang, nasi putih, kentang rebus, maupun roti tawar. Makanlah makanan rendah serat yang akan membantu mengencangkan feses.
3. Menghindari makanan pemicu
Beberapa makanan cenderung dapat memperparah diare. Seperti makanan pedas, makanan berlemak tinggi, maupun produk susu.
4. Konsultasi ke dokter
Apabila diare sudah berlangsung lebih dari 2 hingga 3 hari, yang disertai demam, darah pada tinja, serta gejala dehidrasi seperti pusing maupun lemah, maka konsultasikan ke dokter. Bunda sebaiknya tidak mengonsumsi obat-obatan untuk diare tanpa rekomendasi dokter, apalagi jika hamil.
5. Hindari makan makanan cair
Jangan mengonsumsi sup jika sedang diare. Itu bisa memperburuk gerakan usus .
6. Makanan berprobiotik
Makan makanan seperti yoghurt dan keju cottage yang kaya akan probiotik. Ini akan membantu meningkatkan bakteri baik di usus dan menormalkan sistem pencernaan.
Diare memang tidak bisa dijadikan patokan sebagai tanda awal kehamilan. Jika Bunda diare, jangan dulu menganggap itu sebagai pertanda hamil. Cobalah melakukan tes kehamilan dan konfirmasi.Â
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Diare pada Ibu Hamil Bisa Picu Keguguran?
Kehamilan
Diare pada Ibu Hamil Trimester 3, Bagaimana Cara Mengatasinya?
Kehamilan
5 Jenis Hidangan Lebaran Ini Berisiko Bikin Bumil Mencret, Jangan Berlebihan Ya
Kehamilan
Obat Diare Alami untuk Ibu Hamil, Jahe hingga Kaldu Ayam
Kehamilan
Penyebab dan Cara Mengatasi Diare pada Ibu Hamil
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Posisi Tidur saat Alami Flek di Usia Kehamilan Muda
Habis Makan Mual, Apakah Tanda Hamil?
Haid Cuma 3 Hari, Apakah Normal atau Tanda Kehamilan?