HaiBunda

KEHAMILAN

Keguguran Sebabkan Risiko Kanker Payudara & Menopause? Simak Hasil Studi Terbaru

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 24 Mar 2026 17:00 WIB
Ilustrasi Keguguran/ Foto: Getty Images/iStockphoto/megaflopp
Jakarta -

Kanker payudara menjadi salah satu jenis kanker yang banyak menyerang perempuan. Penyebab dan faktor risikonya sering kali dikaitkan dengan faktor genetik hingga gaya hidup, Bunda.

Beberapa orang juga percaya bahwa risiko kanker payudara dapat meningkat sebelum dan sesudah menopause, terutama pada perempuan yang memiliki riwayat keguguran. Mereka yang pernah kehilangan janin disebut dapat mengembangkan 'penanda' kanker ini di kemudian hari.

Lantas, benarkah riwayat keguguran terkait dengan risiko kanker payudara sebelum dan setelah menopause?


Kaitan riwayat keguguran dengan kanker payudara dan menopause

Sebuah studi yang diterbitkan di Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica belum lama ini tidak menemukan kaitan antara riwayat aborsi atau keguguran dengan peningkatan risiko terkena kanker payudara pada sebelum dan setelah menopause. Dalam studi berbasis data registri nasional Finlandia ini, para peneliti menganalisis data dari 31.687 perempuan dengan kanker payudara yang didiagnosis pada tahun 1972-2021 dan 158.433 perempuan tanpa kanker payudara.

Di antara pasien kanker payudara, 49 persen didiagnosis sebelum usia 50 tahun. Usia saat aborsi pertama dan keguguran pertama masing-masing adalah 26 tahun dan 31 tahun untuk perempuan pramenopause, baik dalam kelompok kasus maupun kelompok kontrol. Untuk perempuan pascamenopause, usia masing-masing adalah 29 dan 32 tahun untuk kelompok kasus dan kelompok kontrol.

Hasil penelitian menemukan bahwa risiko kanker payudara tidak bervariasi secara signifikan berdasarkan jumlah aborsi atau keguguran, atau berdasarkan waktu aborsi dan keguguran pertama.

Secara detail, hasil penelitian mengungkap bahwa perempuan yang memiliki riwayat keguguran tidak memiliki kemungkinan lebih besar untuk didiagnosis kanker payudara bila dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami keguguran.

Selain itu, usia saat aborsi pertama kali dilakukan juga tidak berdampak pada risiko kanker payudara pramenopause. Meski begitu, usia perempuan di bawah 20 tahun saat aborsi pertama kali dilakukan tampaknya sedikit meningkatkan risiko kanker payudara pascamenopause dibandingkan dengan usia 20 hingga 24 tahun.

"Keguguran atau aborsi yang diinduksi sebagai faktor risiko potensial kanker payudara terus menimbulkan kekhawatiran dan menyebabkan penyebaran informasi yang salah," kata penulis studi dari University of Helsinki dan Helsinki University Hospital, Oskari Heikenheimo, MD, PhD.

"Dalam studi yang menggunakan data registri Finlandia berkualitas tinggi, kami dapat menghilangkan kekhawatiran tersebut. Aborsi yang diinduksi atau keguguran bukanlah faktor risiko kanker payudara, bahkan jika ada beberapa faktor risiko. Informasi ini penting dan dapat menenangkan bagi jutaan perempuan di seluruh dunia," sambungnya, dilansir laman News Medical dan Cancer Therapy Advisor.

Kaitan kanker payudara dan menopause

Kanker payudara telah lama dikaitkan dengan gejala menopause, Bunda. Melansir dari laman Breast Cancer Now, pengobatan kanker payudara seperti kemoterapi, terapi hormon (endokrin) atau penekanan ovarium dapat menyebabkan gejala menopause.

Sebagian perempuan merasa gejala-gejala ini dapat diatasi. Tetapi, banyak juga yang merasa sulit untuk menghadapinya, sehingga dapat memengaruhi kualitas hidup mereka.

"Pengobatan kanker payudara dapat mempercepat proses dan memperburuk gejalanya," kata pakar kesehatan Meghan Karuturi, MD, dikutip dari University of Texas MD Anderson Cancer Center.

Pada perempuan yang memasuki masa pra-menopause, beberapa pengobatan kanker dapat menyebabkan menopause dini. Salah satunya adalah pengobatan dengan kemoterapi, yang digunakan untuk melawan kanker dengan menyerang sel-sel yang tumbuh dengan cepat.

Selain kemoterapi, perawatan dengan ovarian suppression juga dapat menyebabkan gejala menopause. Ovarian suppression berarti menghentikan ovarium dalam memproduksi estrogen, baik sementara atau permanen. Tindakan pengobatan ini dapat dilakukan dengan menggunakan terapi hormon, operasi pengangkatan ovarium, dan radioterapi pada ovarium.

Demikian studi terbaru yang menjelaskan tentang hubungan riwayat keguguran dengan kanker payudara dan menopause. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Harapan Baru, Peneliti Temukan Cara Baru Lawan Kanker Payudara Paling Agresif

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Enno Lerian Mudik ke Blitar, Habiskan 30 Jam Perjalanan

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Wajah Berubah Saat Hamil, Influencer Kecantikan Ini Mengaku Tak Mengenali Dirinya

Kehamilan Amrikh Palupi

11 Ciri Ayah yang Tidak Nyaman Saat Menjadi Orang Tua Menurut Psikolog

Parenting Nadhifa Fitrina

Rekomendasi Tempat Staycation Bersama Keluarga

Mom's Life Triyanisya & Dwi Rachmi

5 Resep Seblak Rumahan dengan Bumbu Sederhana, Bisa Buat Kumpul Keluarga

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Deretan Anak Artis Punya Adik Lagi di Usia Balita, Putra Nikita Willy hingga Lesti Kejora

Wajah Berubah Saat Hamil, Influencer Kecantikan Ini Mengaku Tak Mengenali Dirinya

Potret Enno Lerian Mudik ke Blitar, Habiskan 30 Jam Perjalanan

Rekomendasi Tempat Staycation Bersama Keluarga

5 Resep Seblak Rumahan dengan Bumbu Sederhana, Bisa Buat Kumpul Keluarga

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK