KEHAMILAN
Kehamilan Ternyata Bisa Menghapus Beberapa Kenangan Buruk Bunda
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Senin, 16 Mar 2026 06:20 WIBKehamilan sering membawa banyak perubahan bagi perempuan, mulai dari perubahan fisik, emosi, hingga cara kerja otak. Tak sedikit Bunda yang merasa lebih mudah lupa saat hamil, misalnya lupa menaruh barang atau sulit mengingat hal-hal kecil.
Menariknya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kehamilan juga bisa memengaruhi cara otak menyimpan kenangan, bahkan membuat sebagian pengalaman buruk terasa lebih 'memudar'.
Lalu, benarkah kehamilan bisa menghapus kenangan buruk? Simak penjelasannya berikut ini.
Perubahan otak selama kehamilan
Selama kehamilan, tubuh Bunda mengalami lonjakan hormon yang sangat besar, terutama hormon estrogen, progesteron, dan oksitosin. Perubahan hormon ini tidak hanya memengaruhi tubuh, tetapi juga memengaruhi struktur dan fungsi otak.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Neuroscience menemukan bahwa kehamilan dapat menyebabkan perubahan pada beberapa area otak yang berhubungan dengan empati, emosi, dan hubungan sosial. Perubahan ini diyakini membantu ibu lebih peka terhadap kebutuhan bayinya setelah lahir.
Para peneliti menyebut bahwa otak ibu mengalami proses 'penyesuaian' agar lebih fokus pada peran baru sebagai orang tua.
Fenomena pregnancy brain
Bunda mungkin pernah mendengar istilah pregnancy brain. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika ibu hamil menjadi lebih pelupa atau sulit berkonsentrasi.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Medical Journal of Australia menemukan bahwa ibu hamil memang mengalami sedikit perubahan pada fungsi memori, terutama memori jangka pendek dan kemampuan mengingat detail.
Namun, perubahan ini sebenarnya merupakan bagian dari adaptasi alami tubuh. Otak seolah 'menyaring' informasi sehingga Bunda lebih fokus pada hal-hal penting yang berkaitan dengan kehamilan dan bayi.
Mengapa kenangan buruk bisa terasa memudar?
Sebagian Bunda mungkin merasa pengalaman buruk di masa lalu tidak lagi terasa sekuat sebelumnya saat sedang hamil. Meski kehamilan tidak benar-benar menghapus ingatan, perubahan yang terjadi pada tubuh dan otak dapat membuat kenangan negatif terasa lebih 'memudar' atau tidak terlalu mengganggu.
Hal ini terjadi karena beberapa faktor berikut.
1. Perubahan hormon yang memengaruhi emosi
Selama kehamilan, tubuh memproduksi hormon dalam jumlah besar, seperti estrogen, progesteron, dan oksitosin. Hormon-hormon ini berperan penting dalam mengatur emosi, suasana hati, dan respons terhadap stres.
Peningkatan hormon oksitosin, yang sering disebut sebagai hormon kasih sayang, dapat meningkatkan perasaan hangat, empati, dan keterikatan emosional dengan bayi. Akibatnya, fokus emosional Bunda lebih banyak tertuju pada hal-hal positif dan masa depan, sehingga kenangan negatif terasa tidak terlalu dominan.
2. Otak beradaptasi untuk mempersiapkan peran sebagai ibu
Dalam jurnal Nature Neuroscience menemukan bahwa kehamilan dapat memicu perubahan struktur pada beberapa bagian otak yang berkaitan dengan emosi dan hubungan sosial.Perubahan ini membantu ibu menjadi lebih peka terhadap kebutuhan bayi dan lebih fokus pada peran baru sebagai orang tua. Dalam prosesnya, otak dapat memprioritaskan informasi yang dianggap lebih penting, sehingga kenangan lama yang tidak relevan menjadi kurang sering diingat.
3. Fokus mental berpindah ke masa depan
Saat hamil, banyak perhatian Bunda tertuju pada perkembangan janin, persiapan persalinan, hingga rencana merawat bayi. Fokus baru ini membuat pikiran lebih banyak dipenuhi hal-hal yang berkaitan dengan masa depan. Akibatnya, pengalaman negatif di masa lalu bisa terasa lebih jauh karena tidak lagi menjadi pusat perhatian sehari-hari.
4. Mekanisme perlindungan psikologis
Secara psikologis, tubuh juga memiliki mekanisme alami untuk melindungi kesehatan mental. Beberapa ahli menjelaskan bahwa otak dapat “meredam” respons emosional terhadap kenangan yang menyakitkan agar seseorang dapat beradaptasi dengan situasi baru yang lebih menuntut secara emosional.
Menurut penjelasan dari American Psychological Association, perubahan emosi selama kehamilan dapat membantu perempuan menyesuaikan diri dengan peran sebagai ibu sekaligus membangun ikatan yang lebih kuat dengan bayinya.
5. Kelelahan dan perubahan memori
Banyak ibu hamil juga mengalami apa yang sering disebut pregnancy brain, yaitu kondisi ketika daya ingat terasa menurun atau mudah lupa. Perubahan ini berkaitan dengan adaptasi kognitif selama kehamilan. Ketika otak memprioritaskan informasi baru yang berkaitan dengan bayi, memori lain yang tidak terlalu penting bisa menjadi kurang aktif.
Cara menjaga kesehatan mental saat hamil
Kehamilan tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga perubahan emosional yang cukup besar. Perasaan senang, cemas, hingga mudah sensitif adalah hal yang wajar dialami Bunda. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental selama kehamilan sangat penting agar Bunda dapat menjalani masa kehamilan dengan lebih nyaman dan sehat.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental saat hamil.
1. Istirahat yang cukup
Tubuh Bunda bekerja lebih keras selama kehamilan, sehingga kebutuhan istirahat juga meningkat. Kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati, meningkatkan stres, dan membuat Bunda lebih mudah merasa lelah secara emosional.
Usahakan tidur cukup setiap malam dan berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat, terutama jika Bunda merasa lelah atau mudah emosional.
2. Berbagi cerita dengan orang terdekat
Jangan memendam perasaan sendirian. Berbagi cerita dengan pasangan, keluarga, atau sahabat dapat membantu Bunda merasa lebih lega. Dukungan emosional dari orang terdekat juga dapat membuat Bunda merasa lebih tenang dalam menghadapi perubahan selama kehamilan.
3. Lakukan aktivitas relaksasi
Melakukan aktivitas yang menenangkan dapat membantu mengurangi stres. Beberapa aktivitas yang bisa dicoba antara lain meditasi, pernapasan dalam, mendengarkan musik, atau yoga khusus ibu hamil. Selain membantu menenangkan pikiran, aktivitas ini juga dapat membuat tubuh lebih rileks.
4. Tetap aktif bergerak
Olahraga ringan seperti berjalan kaki, peregangan, atau senam hamil dapat membantu meningkatkan suasana hati. Aktivitas fisik diketahui dapat merangsang pelepasan hormon endorfin yang membuat Bunda merasa lebih bahagia.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Journal of Affective Disorders menunjukkan bahwa aktivitas fisik selama kehamilan dapat membantu menurunkan risiko stres dan depresi pada ibu hamil.
5. Batasi informasi yang memicu kecemasan
Di era digital, informasi tentang kehamilan sangat mudah ditemukan. Namun, terlalu banyak membaca cerita negatif atau pengalaman yang menakutkan bisa membuat Bunda menjadi lebih cemas.
Pilih sumber informasi yang terpercaya dan fokus pada hal-hal yang membantu Bunda merasa lebih siap dan tenang.
6. Luangkan waktu untuk diri sendiri
Kehamilan adalah momen penting, tetapi Bunda juga tetap perlu memberikan waktu untuk diri sendiri. Melakukan hal-hal yang disukai, seperti membaca buku, menonton film, atau melakukan hobi ringan, dapat membantu menjaga keseimbangan emosi.
7. Konsultasi dengan tenaga profesional jika diperlukan
Jika Bunda merasa sangat cemas, sedih berkepanjangan, atau kesulitan mengendalikan emosi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog. Dukungan profesional dapat membantu Bunda menemukan cara yang tepat untuk menjaga kesehatan mental selama kehamilan.
Yang perlu Bunda ingat, menjaga kesehatan mental selama kehamilan sangat penting karena kondisi emosional ibu dapat memengaruhi kesejahteraan ibu dan perkembangan bayi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Ibu Hamil Simpan Kolostrum Sebelum Bayi Lahir, Ini Kata Ahli
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Fenomena Cuaca Panas Bisa Berdampak Serius Pada Bumil, Waspadai Dehidrasi
6 Manfaat Ikan untuk Ibu Hamil, Termasuk Ikan Kakap
3 Penyebab Bumil Sering Enggak Fokus dan Mudah Lupa
Kenali Penyebab Pregnancy Brain, Ibu Hamil Mendadak Jadi Pelupa
TERPOPULER
7 Ciri Kepribadian Orang yang Tidak Pilih-pilih Makanan
Anti Boros Gas, Ini 5 Cara Merebus Ketupat Agar Matang Sempurna dan Tahan Lama
10 Stimulasi Mudah untuk Mendukung Perkembangan Bayi di Bulan-bulan Pertama Kehidupannya
5 Potret Rumah Raisa yang Aesthetic dan Instagramable
Kehamilan Ternyata Bisa Menghapus Beberapa Kenangan Buruk Bunda
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bakso Kemasan Enak dan Terjangkau, Daging Sapi Berkualitas!
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Vitamin Anak untuk Daya Tahan Tubuh Selama Libur Lebaran
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Android TV Box Terbaik & Terjangkau untuk Streaming dan Gaming 2026
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Tas Brand Lokal untuk Ibu & Mertua di Bawah Rp500 Ribu, Bagus Semua!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
6 Rekomendasi Vacuum Cleaner Handy dan Terjangkau
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Apakah Kolesterol Tinggi Harus Langsung Minum Obat? Ini Kata Dokter
Nama Anak Nita Vior dan Vincent Beserta Arti & 30 Rangkaian Namanya
Anti Boros Gas, Ini 5 Cara Merebus Ketupat Agar Matang Sempurna dan Tahan Lama
7 Ciri Kepribadian Orang yang Tidak Pilih-pilih Makanan
10 Stimulasi Mudah untuk Mendukung Perkembangan Bayi di Bulan-bulan Pertama Kehidupannya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Lirik Lagu Menerima Luka - Natasya Sabella
-
Beautynesia
4 Manfaat Membayar Zakat saat Ramadan, Salah Satunya Membersihkan Hati
-
Female Daily
Mau Mukena Baru untuk Lebaran? Ini Rekomendasi yang Cantik dan Nyaman!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
5 Pasangan Drama China Paling Populer, Chemistry-nya Bikin Baper
-
Mommies Daily
10 Pertanyaan Menyebalkan saat Lebaran yang Sering Muncul dan Cara Menjawabnya dengan Santai