HaiBunda

KEHAMILAN

Bahaya Ibu Hamil Makan Ultra Processed Food, Bisa Picu Kelahiran Prematur

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 29 Apr 2026 18:30 WIB
Ilustrasi Ultra Processed Food/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Mykola Sosiukin
Jakarta -

Ultra Processed Food (UPF) atau makanan ultra-olahan kini mendominasi sumber pangan masyarakat di dunia. Makanan jenis ini telah lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, Bunda.

Dilansir BBC, tidak ada definisi tunggal untuk menjelaskan makanan ultra-olahan. Tetapi secara umum, makanan ini mengandung bahan-bahan yang tidak digunakan dalam masakan rumahan, seperti memiliki kandungan bahan kimia, pewarna, dan pemanis, yang digunakan untuk meningkatkan penampilan, rasa, atau tekstur makanan.

Bahaya konsumsi Ultra Processed Food juga dikaitkan dengan masalah pada kehamilan. Studi terbaru mengungkap bahwa setiap peningkatan 10 poin persentase dalam asupan kalori UPF selama kehamilan, dikaitkan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur sekitar 11 persen, dan gangguan tekanan darah tinggi sebesar 5 persen.


Studi yang diterbitkan di jurnal Nutrients pada Februari 2026 ini menganalisis lebih dari 6.600 kehamilan. Studi berhasil menambah bukti bahwa produk-produk mengandung UPF dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin.

Dalam studi terpisah di American Journal of Clinical Nutrition yang dipublikasikan belum lama ini, dijelaskan bahwa peningkatan asupan makanan UPF dari trimester kedua hingga ketiga kehamilan, dikaitkan dengan risiko preeklampsia yang lebih tinggi di antara 1.221 perempuan berisiko.

"Semakin banyak bukti yang menghubungkan asupan UPF yang lebih tinggi dengan hasil kesehatan yang lebih buruk, termasuk pada populasi rentan seperti ibu hamil dan anak-anak," kata ahli epidemiologi dan asisten profesor kedokteran di Harvard Medical School, Dr. Mingyu Zhang, dilansir laman US Right to Know.

"Pada kehamilan, hal ini sangat mengkhawatirkan karena merupakan periode perkembangan yang sensitif di mana diet ibu dapat memengaruhi fungsi plasenta, pertumbuhan janin, dan risiko komplikasi seperti yang terlihat dalam penelitian ini."

Secara lebih rinci, para peneliti berfokus pada 6.693 partisipan yang mengisi kuesioner frekuensi makanan, mencakup sekitar 120 makanan dan minuman yang dikonsumsi selama tiga bulan sebelum konsepsi. Studi ini didasarkan pada data dari Nulliparous Pregnancy Outcomes Study: Monitoring Mothers-to-Be (nuMoM2b), salah satu kohort kehamilan terbesar dan paling rinci di Amerika Serikat.

Ilustrasi Ibu Makan/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Komplikasi kehamilan dikaitkan dengan asupan kalori di UPF

Di studi ini, para peneliti juga memperkirakan asupan kalori dan kemudian mengklasifikasikan makanan menggunakan sistem klasifikasi makanan NOVA (klasifikasi baru untuk makanan berdasarkan tingkat dan tujuan pengolahannya). Sebelum disesuaikan dengan faktor lain seperti usia dan massa tubuh, analisis awal menunjukkan bahwa asupan UPF yang lebih tinggi ditemukan pada ibu hamil yang mengalami beberapa komplikasi.

Tak hanya itu, peserta yang mendapatkan porsi kalori harian yang lebih tinggi dari UPF, juga ditemukan pada kasus kelahiran prematur, gangguan hipertensi kehamilan (HDP), bayi kecil untuk usia kehamilan, dan kematian janin atau neonatal.

"Rata-rata, lebih dari setengah asupan energi harian peserta berasal dari makanan ultra-olahan (UPF), dan asupan UPF yang lebih tinggi berkorelasi dengan beberapa hasil kehamilan yang merugikan," demikian tulis peneliti.

Para ilmuwan hingga kini masih berupaya memahami mekanisme biologis di balik hubungan antara UPF dan penyakit. Gangguan ini termasuk peradangan, gangguan hormon, kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan janin, dan peningkatan risiko kardiometabolik. UPF juga dapat mengubah bakteri usus.

"Hal ini dapat memicu peradangan berkelanjutan yang berkontribusi pada peningkatan risiko hasil kehamilan yang buruk, dan bahkan mungkin modifikasi epigenetik yang bertahan lama pada janin," ujar peneliti.

Studi ini tetap memiliki keterbatasan, Bunda. Data diet dikumpulkan beberapa bulan setelah periode waktu yang dinilai, sehingga meningkatkan kemungkinan bias. Beberapa peserta juga dikeluarkan dari studi karena data yang hilang, dan rendahnya angka diabetes gestasional dalam kohort.

Demikian hasil studi yang menjelaskan bahaya Ultra Processed Food pada kehamilan yang disebut dapat memicu kelahiran prematur hingga komplikasi kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Makanan Ibu Hamil Muda agar Anak Cerdas Sejak Dini

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Mengenal Multiorgasme dan Cara Mencapainya saat Berhubungan Intim

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Alice Norin Ungkap Karyawannya Jadi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Sempat Tergencet & Terlempar

Mom's Life Annisa Karnesyia

10 Contoh Cerita Inspiratif Singkat beserta Pesan Moralnya untuk Diceritakan ke Anak

Parenting Kinan

Sesama Perempuan, Simak Ungkapan Duka para Artis atas Kecelakaan Kereta Bekasi

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Viral Balita Nangis Diterapi "Totok Sirih", Ini Cara Pijat Bayi yang Aman Menurut IDAI

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Quiet Covering, Ketika Karyawan Gen Z Menyembunyikan Jati Diri Pribadi di Tempat Kerja

10 Contoh Cerita Inspiratif Singkat beserta Pesan Moralnya untuk Diceritakan ke Anak

Mengenal Multiorgasme dan Cara Mencapainya saat Berhubungan Intim

Alice Norin Ungkap Karyawannya Jadi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Sempat Tergencet & Terlempar

Viral Balita Nangis Diterapi "Totok Sirih", Ini Cara Pijat Bayi yang Aman Menurut IDAI

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK