HaiBunda

KEHAMILAN

Negara Ini Janjikan IVF Gratis untuk Anak Kedua dan Seterusnya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 27 May 2026 12:00 WIB
Negara Ini Janjikan IVF Gratis untuk Anak Kedua dan Seterusnya/ Foto: Getty Images/iStockphoto/PrathanChorruangsak
Jakarta -

Program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) kini menjadi pilihan banyak pasangan untuk memiliki anak. Program hamil ini bahkan disebut bisa membantu dalam meningkatkan angka kelahiran di sebuah negara, Bunda.

Salah satu negara yang menganggap IVF dapat mengatasi penurunan angka kelahiran adalah Swedia. Menurut ulasan di laman Lund University, angka kelahiran di Swedia terus menurun.

Badan Statistik Swedia (SCB) melaporkan 98.451 anak lahir pada tahun 2024 atau 1.600 lebih sedikit daripada tahun 2023. Tren ini terlihat di semua kelompok masyarakat dan wilayah di negara ini.


Tak hanya itu, penelitian menunjukkan bahwa satu dari empat perempuan muda saat ini ragu untuk memiliki anak. Pada tahun 2024, angka kesuburan rata-rata di Swedia adalah 1,43 anak per perempuan atau menjadi angka terendah yang pernah tercatat.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan angka kelahiran menurun di negara ini. Selain karena faktor ekonomi, pasangan suami istri enggan memiliki anak karena biaya hidup yang mahal.

"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa insentif ekonomi mungkin tidak sesignifikan yang diperkirakan. Faktor lain mungkin lebih penting. Misalnya, ada bukti bahwa membentuk pasangan menjadi lebih sulit karena perumahan, kesetaraan gender, dan tantangan menyeimbangkan kehidupan keluarga dengan ambisi karier," kata Profesor Madya Ekonomi di Lund University, Asa Hansson.

"Faktor lainnya mungkin adalah bahwa pengasuhan anak menjadi lebih menuntut, di mana intensitas pengasuhan anak telah meningkat, mungkin sebagai akibat dari meningkatnya ketidaksetaraan dalam masyarakat. Dan tentu saja, ketidakpastian global dan menurunnya kesejahteraan mental di kalangan anak muda kemungkinan juga berkontribusi."

Janji untuk memberikan IVF gratis

Untuk mengatasi penurunan angka kelahiran, Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson, berjanji untuk menjadikan IVF sebagai inti dari kampanye pemilihan ulangnya. Baru-baru ini, ia diketahui meningkatkan jumlah upaya IVF yang didanai negara dan diberikan kepada calon orang tua untuk pertama kalinya dari tiga percobaan menjadi enam kali.

Kristersson mengatakan, bila ia berhasil mempertahankan kekuasaan dalam pemilihan umum September mendatang, maka ia dan partainya juga akan mendanai program bayi tabung (IVF) program hamil anak kedua dan seterusnya.

"Ini (penurunan angka kelahiran) adalah tingkat yang belum pernah kita alami di Swedia," ujar Kristersson, dilansir The Guardian.

"Dan itu membuat saya berpikir. Bisa jadi karena banyak orang tidak ingin memiliki anak. Tetapi saya cukup yakin bahwa itu juga karena banyak orang yang tidak pernah mendapatkan anak yang benar-benar mereka inginkan."

Berdasarkan undang-undang baru, seseorang yang mencoba untuk memiliki anak pertama berhak atas enam putaran IVF gratis. Anak-anak 'tambahan' atau anak kedua dan seterusnya tidak didanai. Biaya untuk satu kali percobaan bayi tabung sendiri adalah 50.000 kronor atau sekitar Rp94 juta.

Sebagai janji kampanye, Kristersson juga berjanji untuk mendanai upaya bagi mereka yang ingin memiliki lebih dari satu anak. "Tidak ada yang salah dengan memiliki satu anak, tetapi banyak orang yang memiliki satu anak juga ingin memiliki saudara kandung," katanya.

Rencana Kristersson juga turut dikomentari oleh Menteri Kesehatan, Elisabet Lann dari Partai Demokrat Kristen. Lann diketahui mendukung perluasan program bayi tabung, Bunda.

"Kami ingin memberi lebih banyak orang kesempatan untuk mewujudkan impian keluarga dan keinginan mereka untuk menjadi orang tua. Satu dari enam pasangan di Swedia tidak memiliki anak secara sukarela. Hal ini memengaruhi kualitas hidup, kehidupan sosial, kesehatan mental, dan seluruh keberadaan mereka ditandai oleh kerinduan untuk memulai sebuah keluarga," ungkap Lann.

Sementara itu, Partai oposisi Sosial Demokrat sebagai partai terbesar di Swedia, mengatakan bahwa bantuan lebih lanjut memang diperlukan bagi mereka yang ingin memiliki anak. Namun, mereka memperingatkan agar IVF untuk anak kedua dan selanjutnya tidak digunakan sebagai 'langkah politik jangka pendek' atau menawarkan 'harapan palsu'.

"Masalah demografi dan angka kelahiran yang menurun merupakan isu penting dalam politik. Kita perlu membangun masyarakat di mana orang merasa optimis dan percaya pada masa depan, dan di mana sektor publik juga menghilangkan hambatan bagi orang-orang yang ingin memiliki anak," kata juru bicara sosial politik Partai Sosial Demokrat, Fredrik Lundh Sammeli.

Demikian berita terkait negara yang menjanjikan IVF gratis untuk anak kedua dan seterusnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Serba-serbi Bayi Tabung: Penyebab Kegagalan dan Efek bagi Pasien

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang yang Suka Playing Victim, Selalu Merasa Paling Tersakiti

Mom's Life Annisa Karnesyia

100 Ucapan Idul Adha 2026 Lengkap Menyentuh Hati

Mom's Life Azhar Hanifah

Negara Ini Janjikan IVF Gratis untuk Anak Kedua dan Seterusnya

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Momen Ultah Tasya Farasya Diberi Kejutan Keluarga & Sahabat, Dapat Hadiah Spesial dari Ibunda

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Brandon Salim Bagikan Momen Manis Sang Istri Dhika Himawan Menyusui Anak Pertama

Menyusui Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kerbau 'Donald Trump' Mendadak Viral dan Bikin Heboh, Seperti Ini Penampilannya

Ciri Kepribadian Orang yang Suka Playing Victim, Selalu Merasa Paling Tersakiti

Negara Ini Janjikan IVF Gratis untuk Anak Kedua dan Seterusnya

7 Resep Salad Buah Hemat untuk Ide Jualan Praktis & Segar

5 Momen Ultah Tasya Farasya Diberi Kejutan Keluarga & Sahabat, Dapat Hadiah Spesial dari Ibunda

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK