KEHAMILAN
Merasa Aroma Parfum Favorit Tiba-Tiba Berubah saat Hamil, Apa Penyebabnya?
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Rabu, 24 Jun 2026 20:30 WIBKehamilan membawa berbagai perubahan pada tubuh, termasuk cara seseorang mencium aroma. Misalnya, aroma parfum yang selama ini menjadi favorit mendadak terasa terlalu tajam, kurang harum, atau bahkan menyebabkan mual.
Fenomena parfum berbau berbeda saat hamil sebenarnya cukup umum, Bunda. Ahli endokrinologi reproduksi Anate Brauer, MD, mengatakan bahwa perubahan dalam cara saya mempersepsikan bau atau aroma selama periode kehamilan bisa terjadi karena perubahan hormon.
"Disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan, perubahan dalam persepsi penciuman biasanya terjadi pada trimester pertama," kata Brauer, dilansir laman Allure.
"Saat perempuan hamil, tubuhnya menjadi 'bersiaga tinggi' untuk melindungi diri dan bayi."
Di minggu-minggu awal kehamilan, terjadi lonjakan hormon human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon kehamilan yang bertanggung jawab atas perkembangan janin ini mencapai puncaknya sekitar 8 hingga 11 minggu kehamilan.
Pergeseran hormon besar hCG dapat mengejutkan berbagai sistem dalam tubuh, termasuk sistem penciuman. Tetapi, hCG bukanlah satu-satunya hormon yang bertanggung jawab. Perubahan aroma juga bisa disebabkan fluktuasi hormon estrogen dan progesteron.
Simak penjelasan lengkapnya berikut ini ya, Bunda!
Hormon kehamilan yang menyebabkan indra penciuman sensitif
Berikut beberapa hormon yang dapat memengaruhi indra penciuman selama kehamilan:
1. Human chorionic gonadotropin (hCG)
Human chorionic gonadotropin (hCG) adalah hormon yang menunjukkan bahwa Bunda positif hamil saat melakukan tes kehamilan di rumah. Hormon yang diproduksi oleh plasenta ini, berfungsi untuk mendukung perkembangan janin dengan memberi sinyal kepada tubuh untuk mempertahankan kehamilan dan menekan hormon yang menyebabkan menstruasi. Hormon ini juga membantu toleransi imun, memastikan bahwa tubuh ibu tidak menolak embrio.
"Ada reseptor untuk hCG di sistem saraf pusat, yang dapat meningkatkan sensasi mual," ungkap Brauer.
Mual sendiri dapat meningkatkan rasa 'jijik', sehingga mengubah aroma yang dulunya disukai menjadi pemicu keluhan. Kondisi tersebut bisa membuat wangi parfum yang dulu disukai berubah menjadi aroma yang bikin mual selama hamil.
2. Hormon esterogen
Estrogen adalah hormon yang sangat penting untuk mengatur sistem reproduksi perempuan. Hormon ini berfluktuasi selama kehamilan, pubertas, sepanjang siklus menstruasi, dan menopause. Estrogen juga bertanggung jawab atas perkembangan payudara selama pubertas, pertumbuhan lapisan rahim, dan pembentukan tuba fallopi Bunda.
Bauer mengatakan bahwa reseptor estrogen di seluruh sistem saraf pusat, termasuk di bagian dalam hidung. Ketika kadar estrogen melonjak, aroma dapat tercium lebih intens.
Intensitas itu terkadang terasa 'menyenangkan'. Namun di lain waktu, intensitas itu bisa sangat kuat, hingga memicu rasa mual.
3. Hormon progesteron
Hormon progesteron diproduksi di ovarium setelah ovulasi. Hormon ini bertanggung jawab untuk mengatur siklus menstruasi. Sepanjang kehamilan, progesteron akan terus meningkat, membantu menebalkan lapisan rahim, dan mencapai puncaknya tepat sebelum melahirkan.
"Progesteron kemungkinan berkontribusi pada perubahan penciuman selama kehamilan melalui pengaruhnya pada sistem saraf pusat dan pemrosesan sensorik," kata ginekolog bersertifikasi di Cleveland, Maral Malekzadeh, MD.
"Namun, progesteron tidak berkontribusi pada perubahan indra penciuman secara signifikan seperti estrogen atau hCG," sambungnya.
Tak hanya pada kehamilan, perubahan hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi juga bisa meningkatkan sensitivitas penciuman. Bunda yang sedang haid bisa menjadi lebih sensitif terhadap aroma parfum.
"Sepanjang siklus menstruasi, estrogen dan progesteron berfluktuasi dalam pola yang terkoordinasi, dan selama ovulasi, beberapa orang melaporkan sensitif terhadap parfum. Estrogen, khususnya, meningkat selama fase folikuler dan selama ovulasi," ujar Malekzadeh.
Demikian penyebab perempuan sering merasakan perubahan aroma parfum selama hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)