KEHAMILAN
Perjalanan IVF Tak Mudah, Ini Tips agar Pasutri Tetap Optimistis dan Kuat
Melly Febrida | HaiBunda
Jumat, 03 Jul 2026 13:20 WIBPasangan suami istri (pasutri) yang menjalani program bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF) tidak hanya menghadapi tantangan medis, tapi juga perjalanan emosional. Agar tetap optimistis selama menjalani program bayi tabung, ada tipsnya.
Proses yang panjang, melewati berbagai pemeriksaan, hingga menunggu hasil, seringkali memicu stres, kecemasan, serta kelelahan. Perasaan tersebut sebenarnya wajar. Namun, para ahli menilai bahwa menjaga kesehatan mental selama proses IVF tidak kalah penting ketimbang menjalani perawatan medis itu sendiri.
Tips tetap optimistis selama menjalani program bayi tabung
Pengalaman menjalani perawatan kesuburan bukan hal yang mudah. Bunda mungkin dihadapkan dengan berbagai hal yang menegangkan dan penuh emosional. Munculnya perasaan negatif selama proses ini merupakan hal yang normal, namun tetap saja sulit diatasi.
Menurut dr. Ivan Sini Sp.OG, pasutri juga butuh pendampingan konseling ketika menjalani program
"Biasanya yang gagal, akan malas untuk memulainya lagi. Kita tak bisa paksakan itu, tapi di klinik biasanya ada program konseling," kata Ivan saat ditemui HaiBunda beberapa waktu lalu.
Ada beberapa tips untuk pasutri agar tetap optimistis selama menjalani program bayi tabung seperti dilansir Chelsea Fertility Nyc.
1. Bersikap baik pada diri sendiri
Pasutri yang menjalani perawatan kesuburan kemungkinan besar akan mengalami stres, baik mental maupun fisik. Kondisi tersebut mudah membuat seseorang jatuh dalam pikiran negatif.
Untuk itu, pasutri dapat mencoba mengingat bahwa kesulitan apapun yang dihadapi bukan karena kesalahan diri sendiri. Tak ada yang perlu disalahkan karena itu hanyalah situasi yang dihadapi.
Jadi, saat Bunda dan Ayah menghadapinya, ingatlah untuk berdialog dengan diri sendiri, seperti saat melakukan kepada seorang teman yang menjalani perawatan infertilitas.
Bunda mungkin tidak akan mengatakan kepada teman bahwa ia tidak dapat hamil karena pilihan gaya hidup yang tidak sehat, atau bahwa memang "tidak ditakdirkan" untuk memiliki anak.
Pada saat itu Bunda akan mengatakan kepada teman bahwa Bunda ada untuk mereka, bahwa mereka pantas mendapatkan setiap kebahagiaan, dan bahkan jika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana, mereka akan dikelilingi orang-orang yang mencintai mereka.
Ketika Bunda menyadari diri sedang terjebak ke dalam pembicaraan negatif pada diri sendiri, ingatlah untuk tetap menjadi teman untuk diri sendiri juga.
2. Pelajari cara terbaik untuk mengatasi perasaan stres dan negatif
Ketika Bunda menjalani perawatan kesuburan, perasaan marah, stres, sedih, tak berdaya, maupun cemas menjadi umum. Meskipun penting untuk bersikap baik kepada diri sendiri, penting juga untuk tidak menekan perasaan ini. Tidak apa-apa merasa kesal, sedih, atau marah. Itu manusiawi, Bunda.
Bunda dapat menemukan cara yang cocok untuk menyalurkan emosi yang rumit ini. Misalnya saja menulis jurnal tentang perasaan, atau berolahraga untuk melepaskan stres.
Atau mungkin Bunda merasa nyaman berbagi pengalaman dengan orang lain, Misalnya bergabung dengan komunitas pendukung perjuangan.
Memasak, meluangkan waktu untuk membaca buku yang bagus sebelum tidur, atau sekadar menikmati alam di hari yang cerah juga dapat membantu Bunda menerima dan melepaskan emosi sulit. Temukan apa yang cocok untuk Bunda.
3. Terbuka kepada orang yang tepat
Beberapa perempuan merasa malu karena menjalani perawatan kesuburan, sementara yang lain mungkin menganggapnya sebagai masalah yang sangat pribadi dan tidak mau membicarakannya dengan siapa pun. Jika Bunda merasakannya maka ingatlah bahwa ribuan perempuan di seluruh dunia juga menghadapi masalah infertilitas.
Bunda mungkin ingin menjaga privasi selama masa sensitif ini, namun penting untuk mengatasi perasaan dengan orang-orang yang Bunda percayai. Memendam emosi di dalam diri hanya akan menyebabkan lebih banyak hal negatif dan stres.
4. Ingatlah untuk terus menjalani hidup
Dalam menjalani program bayi tabung, sangat mudah bagi pasutri merasa terbebani baik secara fisik maupun emosional. Tapi, cobalah untuk meluangkan waktu untuk hal-hal yang Bunda sukai dan orang-orang terdekat
Cobalah untuk tidak terlalu terpaku pada rutinitas. Perawatan kesuburan melibatkan banyak dokumen, banyak tes, dan banyak rutinitas lainnya. Sekali seminggu atau lebih, cobalah melakukan sesuatu yang baru, sekecil apa pun. Ini bisa berupa bereksperimen dengan bahan-bahan baru di dapur, atau meluangkan waktu untuk liburan singkat bersama pasangan atau teman-teman Bunda.
Tetap positif selama perawatan kesuburan
Menjalani program bayi tabung memang dapat melelahkan secara emosional dan fisik, tetapi mengingat beberapa poin ini dapat sangat membantu menjaga semangat pasutri tetap tinggi.
Cobalah meluangkan waktu untuk hal-hal yang pasutri sukai, menemukan seseorang yang dapat dipercaya untuk tempat curhat, belajar cara mengelola emosi negatif, dan bersikap baik pada diri sendiri. Semua ini dapat membantu Bunda tetap positif dan sehat selama masa ini.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)