HaiBunda

KEHAMILAN

Bolehkah Masturbasi saat Program Hamil? Ini Penjelasan Dokter

Melly Febrida   |   HaiBunda

Sabtu, 04 Jul 2026 21:40 WIB
Bolehkah Masturbasi saat Program Hamil? Ini Penjelasan Dokter/Foto: Getty Images/Rattankun Thongbun
Jakarta -

Masturbasi saat program hamil kerap dikaitkan dengan anggapan dapat menurunkan peluang kehamilan. Sebagian perempuan bahkan khawatir kontraksi rahim saat orgasme dapat menyebabkan embrio gagal menempel. Benarkah anggapan tersebut?

Kekhawatiran tersebut sudah lama beredar di masyarakat. Namun, benarkah masturbasi dapat mengganggu peluang kehamilan? Simak penjelasan para ahli berikut ini, Bunda.

Apakah masturbasi saat program hamil memengaruhi kesuburan

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa masturbasi dapat mengurangi peluang kehamilan. Para ahli berpendapat bahwa aktivitas ini tidak memengaruhi proses reproduksi, mulai dari ovulasi, pembuahan, hingga implantasi embrio.


Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Dr Valinda Nwadike menegaskan bahwa anggapan tersebut hanyalah mitos.

"Masturbasi sama sekali tidak memengaruhi kesuburan Anda," ujar Nwadike, dikutip dari Healthline.

Nwadike menjelaskan, masturbasi memang dapat memicu pelepasan sejumlah hormon, seperti dopamin, endorfin, oksitosin, prolaktin, dan testosteron. Hormon-hormon tersebut dapat meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, serta memberikan rasa nyaman setelah orgasme. 

Namun, peningkatan hormon tersebut hanya bersifat sementara sehingga tidak mengubah kadar hormon secara permanen. Karena itu, masturbasi tidak memengaruhi fungsi ovarium, kualitas sel telur, maupun kemampuan tubuh untuk ham

Jika pasangan mengalami kesulitan memperoleh kehamilan, penyebabnya umumnya berkaitan dengan faktor lain, seperti gangguan ovulasi, kualitas sperma, kondisi rahim, sindrom ovarium polikistik (PCOS), atau faktor gaya hidup.

Benarkah masturbasi dapat mengganggu implantasi embrio?

Setelah terjadi pembuahan, embrio akan bergerak menuju rahim untuk menempel pada dinding rahim atau mengalami implantasi.

Kekhawatiran terbesar biasanya muncul pada fase implantasi, yaitu saat embrio menempel pada dinding rahim setelah terjadi pembuahan. Namun, hingga kini belum ada penelitian yang mendukung anggapan tersebut.

Ahli endokrinologi reproduksi Dr. Jennifer Hirshfeld-Cytron mengatakan perempuan tidak perlu khawatir. Singkatnya, masturbasi perempuan tidak memengaruhi implantasi.

"Perempuan dapat merasa tenang karena orgasme tidak berdampak negatif terhadap ovulasi, pembuahan, maupun implantasi," ujarnya, dikutip dari Romper.

Pendapat serupa disampaikan Dr. Elie Hobeika, ahli endokrinologi reproduksi dari Fertility Centers of Illinois. Menurutnya, embrio berimplantasi tujuh hingga delapan hari setelah ovulasi, atau dua hingga tiga hari setelah transfer blastokista selama perawatan kesuburan.

"Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa masturbasi memengaruhi implantasi," katanya.

Sementara itu, dokter spesialis obstetri dan ginekologi sekaligus ahli fertilitas Dr. Edward Marut menjelaskan bahwa pada kehamilan alami, hubungan seksual tetap dapat terjadi pada masa implantasi dan embrio tetap mampu menempel pada dinding rahim.

Apakah masturbasi bisa membantu program hamil?

Hingga kini belum ada bukti bahwa masturbasi dapat meningkatkan peluang kehamilan secara langsung. Namun, aktivitas ini dapat membantu sebagian orang merasa lebih rileks karena memicu pelepasan hormon endorfin dan dopamin.

Hal tersebut dapat membantu mengurangi stres selama menjalani program hamil.

Mengelola stres penting selama menjalani program kehamilan karena stres berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, dan berpotensi mengganggu proses reproduksi.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior pada 1998 juga menemukan bahwa perempuan yang mengalami orgasme setelah ejakulasi pasangan cenderung mempertahankan lebih banyak sperma di saluran reproduksi.

Namun, temuan tersebut masih terbatas sehingga belum dapat disimpulkan sebagai cara untuk meningkatkan peluang hamil.

Kapan sebaiknya menghindari masturbasi?

Dulu, masturbasi dilarang selama perawatan infertilitas, tetapi sekarang tidak lagi demikian. Secara umum, mastrubasi aman dilakukan saat program hamil. Namun, dokter dapat menyarankan istirahat panggul pada kondisi tertentu.

Misalnya setelah prosedur transfer embrio pada program bayi tabung, terjadi perdarahan yang belum diketahui penyebabnya, atau terdapat komplikasi tertentu. Karena itu, jika Bunda sedang menjalani program hamil dengan bantuan teknologi reproduksi, sebaiknya ikuti anjuran dokter yang menangani.

Daripada menghindari masturbasi karena khawatir mengganggu kehamilan, para ahli menyarankan pasangan suami istri (pasutri) untuk lebih fokus pada faktor yang terbukti memengaruhi kesuburan.

Seperti berhubungan intim pada masa subur, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi, berhenti merokok, membatasi alkohol, serta mengelola stres.

Berdasarkan bukti ilmiah yang ada hingga saat ini, masturbasi saat program hamil tidak terbukti mengganggu ovulasi, pembuahan, maupun implantasi embrio. Selama tidak ada kondisi medis tertentu yang membuat dokter menyarankan sebaliknya, aktivitas ini umumnya aman dilakukan.

Jika Bunda belum juga hamil setelah menjalani program hamil dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Luna Maya Hiatus Demi Promil, Inginkan Bayi Kembar

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Sosok Destry Gubenur BI Perempuan Pertama, Menambah Daftar Bos Bank Sentral Wanita di Dunia Jadi 27

Mom's Life Tim HaiBunda

7 Ciri Orang yang Tidak Terbiasa Mandiri Sejak Kecil

Mom's Life Tim HaiBunda

Program Hamil Anak Kedua Disebut Lebih Sulit, Benarkah?

Kehamilan Amrikh Palupi

3 Kali Gagal Bayi Tabung, Pasangan Ini Akhirnya Punya Anak setelah Dokter Temukan Penyebabnya

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Es Batu Bisa Bikin Jerawat Kempes? Ini Faktanya

Mom's Life Tiara Jasmine & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri-ciri Kepribadian Orang yang Malas Terima Telepon & Lupa Kirim Pesan Balik

Program Hamil Anak Kedua Disebut Lebih Sulit, Benarkah?

9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu

Sosok Destry Gubenur BI Perempuan Pertama, Menambah Daftar Bos Bank Sentral Wanita di Dunia Jadi 27

Es Batu Bisa Bikin Jerawat Kempes? Ini Faktanya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK