HaiBunda

KEHAMILAN

Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Menurunkan Kesuburan, Hentikan dari Sekarang Bun

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 15 Jul 2026 14:30 WIB
Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Menurunkan Kesuburan, Catat Ya Bunda!/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio
Jakarta -

Kesuburan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah kebiasaan yang dilakukan sehari-hari, Bunda.

Ya, tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang terlihat sepele, seperti merokok, dapat memengaruhi kualitas kesuburan, baik pada perempuan maupun laki-laki. Asap rokok mengandung ribuan zat kimia, termasuk nikotin, karbon monoksida, dan logam berat, yang banyak di antaranya dapat merusak sel reproduksi.

Menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat (CDC AS), merokok dalam mempersulit kehamilan dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan serta hasil yang buruk bagi bayi.


"Merokok tidak hanya memengaruhi paru-paru dan jantung, tetapi juga dapat berdampak serius pada kesehatan reproduksi baik pada laki-laki dan perempuan," kata spesial kesuburan senior di Nova IVF Fertility, Dr. Vandana Bhatia.

Menurut Bhatia, banyak pasangan hanya fokus pada pola makan dan olahraga dalam mempersiapkan kehamilan. Mereka sering mengabaikan kebiasaan merokok, yang ternyata juga bisa memengaruhi kesuburan.

"Bertentangan dengan kepercayaan umum bahwa merokok hanya dapat memengaruhi paru-paru atau jantung, kenyataannya adalah merokok juga dapat secara diam-diam berdampak buruk pada kesuburan, kehamilan, dan bahkan perkembangan jangka panjang anak. Itulah mengapa para ahli kesehatan sangat menganjurkan pasangan untuk 'berhenti bersama dan hamil bersama'," ungkap Bhatia, dilansir The Times of India.

Merokok bisa merusak kualitas sel telur dan sperma

Kebiasaan merokok bisa mengganggu pembuahan. Bhatia mengatakan bahwa merokok dapat merusak kualitas sel telur dan sperma, hingga mememgaruhi peluang hamil pada program bayi tabung.

"Pada perempuan, merokok dapat merusak kualitas sel telur, memengaruhi kadar hormon, mengurangi cadangan ovarium, dan meningkatkan kemungkinan keguguran, kehamilan ektopik, dan menopause dini," ungkap Bhatia.

"Pada laki-laki, merokok bisa menurunkan jumlah sperma, mengurangi pergerakan sperma, merusak kualitas sperma, dan meningkatkan risiko sperma abnormal. Semua faktor ini bahkan berkontribusi terhadap tingkat keberhasilan yang lebih rendah pada perawatan kesuburan, seperti program bayi tabung."

Tak hanya perokok aktif, pasangan suami istri yang menjadi perokok pasif juga bisa kesulitan untuk hamil. Asap rokok memang tidak bisa bertahan lama di udara, tapi efeknya bisa bertahan lama di dalam tubuh.

"Bahkan perokok pasif pun dapat berdampak negatif pada kesuburan dan hasil kehamilan karena bahan kimia berbahaya yang dihirup dari asap rokok," kata Bhatia.

Kenapa penting berhenti merokok saat program hamil?

Kebiasaan merokok sebaiknya dihentikan bila pasangan suami istri mulai merencanakan kehamilan. Jika satu pasangan berhenti sementara yang lain masih merokok, maka godaan untuk kembali bisa datang kapan saja.

"Berhenti merokok bersama sebagai pasangan dapat meningkatkan motivasi dan dukungan emosional satu sama lain. Ketika salah satu pasangan terus merokok, akan lebih sulit bagi pasangan lainnya untuk berhasil berhenti. Mengambil keputusan bersama dapat menciptakan akuntabilitas dan mendorong kebisaan yang lebih sehat," ujar Bhatia.

"Pasangan yang berhenti merokok sebelum kehamilan juga sering mengalami peningkatan kesuburan secara keseluruhan yang lebih baik karena tubuh mulai memperbaiki dirinya sendiri dalam beberapa minggu setelah berhenti merokok."

Dampak merokok sebelum hamil pada bayi

Seorang perempuan memang bisa mendapatkan kehamilan meski tidak sepenuhnya berhenti merokok. Tapi, risikonya tetap ada, Bunda.

Kualitas sel telur dan sperma sebelum pembuahan dapat memengaruhi kesehatan anak di masa depan. Studi telah mengaitkan kebiasaan merokok dengan risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan masalah pada pernapasan bayi.

"Merokok selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, asma, masalah pernapasan pada bayi, serta masalah perkembangan di kemudian hari. Semua risiko ini dapat dicegah dengan berhenti merokok sebelum memulai keluarga," kata Bhatia.

Demikian dampak kebiasaan merokok pada kesuburan laki-laki dan perempuan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Luna Maya Hiatus Demi Promil, Inginkan Bayi Kembar

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Kebiasaan Pagi Orang Bermental Kuat, Bisa Ditiru Bun

Mom's Life Annisa Karnesyia

Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Menurunkan Kesuburan, Hentikan dari Sekarang Bun

Kehamilan Annisa Karnesyia

Syifa Hadju Ultah, El Rumi Unggah Foto Romantis & Ucapan Manis untuk Sang Istri

Mom's Life Amira Salsabila

5 Negara Didik Anak Mandiri Sejak Dini, Jepang Izinkan Anak 6 Th ke Sekolah Sendiri

Parenting Annisa Karnesyia

Anak Begadang Nonton Piala Dunia Bisa Ganggu Tumbuh Kembang, Dokter Jelaskan Risikonya

Parenting Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Harga Tabung Bright Gas 5,5 Kg Turun Jadi Rp103.000, Efektif per 14 Juli 2026

5 Kebiasaan Pagi Orang Bermental Kuat, Bisa Ditiru Bun

Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Menurunkan Kesuburan, Hentikan dari Sekarang Bun

Anak Begadang Nonton Piala Dunia Bisa Ganggu Tumbuh Kembang, Dokter Jelaskan Risikonya

5 Negara Didik Anak Mandiri Sejak Dini, Jepang Izinkan Anak 6 Th ke Sekolah Sendiri

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK