KEHAMILAN
Jadi Bayi IVF Pertama di AS, Elizabeth Carr Masih Sering Dapat Pertanyaan Aneh setelah 44 Tahun
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Minggu, 16 Aug 2026 11:10 WIBBunda mungkin sudah sering mendengar istilah bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF). Sekarang, prosedur ini memang sudah cukup dikenal sebagai salah satu pilihan untuk membantu pasangan yang sedang berjuang mendapatkan momongan.
Tapi, tahukah Bunda kalau dulu IVF merupakan sesuatu yang sangat baru dan bahkan sempat membuat banyak orang bertanya-tanya?
Salah satu orang yang menjadi bagian penting dalam sejarah IVF adalah Elizabeth Jordan Carr. Ia merupakan bayi pertama yang lahir melalui IVF di Amerika Serikat. Elizabeth lahir pada 28 Desember 1981. Artinya, pada 2025 lalu, ia sudah berusia 44 tahun.
Meski sudah puluhan tahun berlalu, ternyata statusnya sebagai bayi IVF pertama di Amerika masih sering membuat Elizabeth mendapatkan pertanyaan dari orang-orang. Bahkan, beberapa di antaranya terdengar cukup aneh.
Berikut kisahnya dikutip dari People.
Elizabeth Carr, bayi IVF pertama di Amerika serikat
Sebelum ada Elizabeth, dunia sudah lebih dulu mengenal Louise Brown. Louise lahir di Inggris pada 25 Juli 1978 dan dikenal sebagai bayi pertama di dunia yang lahir melalui IVF. Tiga tahun kemudian, giliran Amerika Serikat memiliki bayi IVF pertamanya. Bayi tersebut adalah Elizabeth Carr.
Elizabeth lahir di Norfolk, Virginia, pada 28 Desember 1981. Kelahirannya menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pengobatan infertilitas di Amerika Serikat.
Pada masa itu, IVF masih merupakan teknologi yang sangat baru. Jadi, kelahiran Elizabeth bukan cuma menjadi kabar bahagia untuk keluarganya, tetapi juga menarik perhatian masyarakat dan media. Bahkan, Elizabeth sudah menjadi perhatian media sejak masih bayi.
"Saya lahir pada 28 Desember 1981, dan saat itu benar-benar menjadi sorotan besar media. Proses fertilisasi in vitro belum pernah dilakukan sebelumnya di Amerika Serikat, dan saya harus dilahirkan di Virginia. IVF sebenarnya ilegal di negara bagian asal saya, Massachusetts," ungkap Carr
Bayangkan, Bunda. Saat kebanyakan bayi baru sibuk tidur, menyusu, dan digendong orang tua, Elizabeth justru sudah menjadi bagian dari sejarah kedokteran.
Perjuangan orang tua Elizabeth untuk punya anak
Di balik kelahiran Elizabeth, ada perjuangan panjang kedua orang tuanya.
Sang ibu, Judy Carr, diketahui pernah mengalami kehamilan ektopik sebanyak tiga kali. Kondisi tersebut membuat peluangnya untuk mendapatkan kehamilan yang sehat menjadi lebih sulit.
"Saluran tuba ibunya pecah hingga menyebabkan pendarahan internal yang parah," jelasnya.
Carr menjelaskan bahwa saat masa pemulihan pascaoperasi, dokter kandungannya berkata, 'Yah, saya tidak tahu sejauh mana rencana Anda untuk memiliki keluarga, tetapi saya baru saja kembali dari sebuah konferensi di mana saya mempelajari metode yang disebut IVF. Ada sebuah tim pasangan suami-istri yang sedang berupaya mendirikan klinik di Norfolk, Virginia, dan mereka sedang mencari pasien. Menurut saya, Anda sebaiknya mendaftar,'" kata dokter kepada orang tua Carr.
Keluarga Carr kemudian mengikuti program IVF yang dikembangkan oleh dokter Howard dan Georgeanna Jones. Pada masa itu, IVF masih jauh dari teknologi yang kita kenal sekarang. Dokter dan peneliti masih terus mempelajari bagaimana cara mengambil sel telur, melakukan pembuahan di laboratorium, kemudian memindahkan embrio ke dalam rahim.
Setelah melalui proses tersebut, akhirnya lahirlah Elizabeth. Kelahirannya menjadi kabar besar karena membuktikan bahwa teknologi IVF bisa membantu pasangan dengan masalah kesuburan mendapatkan keturunan.
Menurut Mayo Clinic, IVF atau fertilisasi in vitro adalah jenis perawatan kesuburan paling efektif yang melibatkan penanganan sel telur atau embrio serta sperma. Selama prosedur ini, sperma dan sel telur dipertemukan di luar tubuh, kemudian embrio yang terbentuk ditanamkan ke dalam rahim. Carr mencatat bahwa ia baru berusia 3 hari saat konferensi pers pertamanya, karena peristiwa itu merupakan momen bersejarah yang penting.
Meskipun ia mengatakan bahwa dokter memberi orang tuanya pilihan untuk tetap menjaga privasi, mereka sangat yakin bahwa orang-orang perlu tahu bahwa mereka hanyalah pasangan biasa yang ingin membangun keluarga seperti orang lain dan bahwa anak mereka normal, bisa berjalan, berbicara, dan terdengar persis seperti anak-anak lainnya.
"Mereka tampil ke publik karena ingin orang-orang tahu bahwa ini adalah pilihan yang nyata dan bisa dilakukan," ujar Carr.
Kenapa Elizabeth sering ditanya hal aneh?
Menjadi bayi IVF pertama ternyata punya konsekuensi yang cukup unik. Sampai sudah dewasa, Elizabeth masih sering mendapatkan pertanyaan dari orang-orang tentang bagaimana dirinya bisa lahir.
Sebagian orang penasaran dengan proses IVF. Namun, ada pula yang pertanyaannya cukup di luar dugaan. Dalam wawancara, Elizabeth pernah bercerita bahwa dirinya mendapat pertanyaan tentang apakah ia memiliki pusar.
Ada juga orang yang tampaknya masih membayangkan bahwa 'bayi tabung' berarti bayi benar-benar tumbuh di dalam sebuah tabung di laboratorium. Padahal, Bunda, tentu saja bukan begitu. Bayi IVF tidak tumbuh di dalam tabung.
"Orang-orang benar-benar menanyakan hal itu karena mereka mengira saya tumbuh di dalam tabung atau laboratorium. Tabung reaksi tidak digunakan. Yang digunakan adalah cawan petri. Pembuahan terjadi di dalam cawan petri, lalu saya dimasukkan kembali ke rahim ibu saya, dan sembilan bulan kemudian, lahirlah saya seperti orang lain pada umumnya," ungkapnya.
Hal lain yang ingin ia sampaikan kepada masyarakat mengenai IVF adalah bahwa prosedur ini bukan hanya untuk mereka yang mengalami masalah kesuburan. Carr mencatat bahwa orang-orang juga sering terkejut saat mengetahui usianya baru menginjak 40-an tahun
"Menurut saya, teknologi ini sebenarnya masih dalam tahap awal perkembangannya. Masih banyak hal yang harus dicapai ke depannya," ujarnya.
"Seiring dengan semakin umumnya prosedur ini, di satu sisi saya merasa seperti kakak perempuan bagi banyak anak di seluruh dunia. Berdasarkan data terakhir, jumlah kami bayi hasil IVF mencapai sekitar 12 juta jiwa, dan hal itu membuat saya merasa sangat bangga," tambahnya.
Sebenarnya bayi IVF tumbuh di mana?
Ini memang masih sering bikin bingung. Dalam prosedur IVF, proses pertemuan sel telur dan sperma dilakukan di luar tubuh, tepatnya di laboratorium.
Jika terjadi pembuahan dan embrio berkembang dengan baik, embrio tersebut kemudian dipindahkan ke dalam rahim. Setelah itu, kehamilan berkembang di dalam rahim ibu.
Jadi, istilah "bayi tabung" sebenarnya bukan berarti bayinya tinggal di tabung selama sembilan bulan. Lebih tepatnya, bagian awal proses pembuahan dilakukan di laboratorium sebelum embrio ditempatkan kembali ke dalam rahim.
Menurut American Society for Reproductive Medicine (ASRM), perkembangan IVF selama beberapa dekade telah menghasilkan berbagai kemajuan dalam teknologi reproduksi berbantu. Dari yang awalnya masih sangat eksperimental, IVF kini menjadi salah satu prosedur yang digunakan dalam penanganan infertilitas.
Kalau melihat kondisi IVF saat ini, mungkin sulit membayangkan bahwa teknologi tersebut pernah dianggap sangat kontroversial. Ketika Louise Brown lahir pada 1978 dan Elizabeth Carr lahir pada 1981, IVF masih menjadi sesuatu yang benar-benar baru.
Para dokter pun masih terus melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana meningkatkan keberhasilan prosedur tersebut.
Seiring berjalannya waktu, teknologi berkembang semakin pesat. Ada pembekuan embrio, donor sel telur, hingga teknik injeksi sperma langsung ke dalam sel telur atau intracytoplasmic sperm injection (ICSI). Perkembangan ini membuat pilihan penanganan infertilitas menjadi semakin beragam.
Elizabeth sendiri kemudian tumbuh sebagai perempuan dewasa yang menyadari bahwa dirinya menjadi bagian dari sejarah tersebut.
Dari bayi IVF pertama menjadi bagian dari sejarah
Ada satu hal menarik dari kisah Elizabeth. Ia sebenarnya tidak pernah memilih untuk menjadi bayi IVF pertama di Amerika Serikat. Ia hanya lahir dari pasangan yang sedang berjuang mendapatkan anak dan memutuskan mencoba teknologi yang saat itu masih sangat baru.
Namun, sejak lahir, identitas tersebut sudah melekat padanya. Media memberitakan kelahirannya. Masyarakat penasaran dengannya. Bahkan ketika sudah dewasa, ia masih mendapatkan pertanyaan tentang IVF. Meski begitu, Elizabeth tidak melihat kisahnya sebagai sesuatu yang harus disembunyikan.
Justru, ia dapat menjadi gambaran bahwa seseorang yang lahir melalui IVF tetaplah manusia biasa yang tumbuh, belajar, bekerja, memiliki keluarga, dan menjalani kehidupan seperti orang lainnya.
Kini, Elizabeth sudah berusia 44 tahun. Artinya, Elizabeth bukan lagi 'bayi' dalam arti sebenarnya. Ia adalah perempuan dewasa yang kebetulan memiliki cerita kelahiran yang sangat istimewa. Kelahirannya juga menjadi pengingat tentang betapa cepatnya perkembangan dunia medis.
Empat puluh empat tahun lalu, IVF masih menjadi sesuatu yang membuat banyak orang penasaran. Sekarang, istilah tersebut sudah jauh lebih familiar di telinga masyarakat. Dan mungkin itulah bagian paling menarik dari cerita Elizabeth.
Ia bukan hanya menjadi bayi pertama yang lahir melalui IVF di Amerika Serikat. Ia juga menjadi saksi hidup bagaimana sebuah teknologi yang dulu masih dipertanyakan perlahan berkembang dan membantu semakin banyak keluarga.
Jadi, kalau suatu hari Bunda mendengar istilah 'bayi tabung', jangan membayangkan ada bayi yang tumbuh di dalam tabung, ya. Yang dilakukan di laboratorium hanyalah proses awal pembuahan dan perkembangan embrio. Setelah embrio dipindahkan, si kecil tetap tumbuh dan berkembang di dalam rahim ibu.
Sebuah teknologi mungkin dimulai dari laboratorium, tetapi di baliknya tetap ada cerita tentang harapan orang tua untuk bertemu dengan bayinya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Kenapa Operasi Caesar Semakin Sering Dipilih dalam Persalinan?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Tips Kelola Stres dan Emosi Selama Jalani Program Bayi Tabung
Berapa Batas Usia Wanita Bisa Menjalani Program Bayi Tabung?
3 Kisah Haru Bunda Sukses Bayi Tabung, Melahirkan Pertama Kali di Usia 73 Tahun
Zaskia Sungkar Jalani Transfer Embrio Bayi Tabung, Irwansyah Mohon Doa
TERPOPULER
Ciri-Ciri Orang Punya IQ Tinggi dari Kebiasaan yang Sering Dikira Egois
Jadi Bayi IVF Pertama di AS, Elizabeth Carr Masih Sering Dapat Pertanyaan Aneh setelah 44 Tahun
5 Ide Outfit Warna Merah Putih ala Tissa Biani, Formal hingga Kasual
150 Nama Bayi Terinspirasi Zamrud dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
55 Diskon & Promo 17 Agustus Hari Kemerdekaan HUT RI Tahun 2026, Lengkap Makanan-Wisata
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Reed Diffuser Lokal yang Wanginya Enak & Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri-Ciri Orang Punya IQ Tinggi dari Kebiasaan yang Sering Dikira Egois
9 Rekomendasi Reed Diffuser Lokal yang Wanginya Enak & Tahan Lama
Jadi Bayi IVF Pertama di AS, Elizabeth Carr Masih Sering Dapat Pertanyaan Aneh setelah 44 Tahun
150 Nama Bayi Terinspirasi Zamrud dan Artinya untuk Laki-laki dan Perempuan
5 Ide Outfit Warna Merah Putih ala Tissa Biani, Formal hingga Kasual
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Starterpack Wajib Bawa Buat Seharian di Lapangan Lomba 17 Agustus
-
Beautynesia
Seperti Indonesia, Ini 7 Negara dengan Warna Bendera Merah Putih dan Maknanya
-
Female Daily
6 Lip Treatment untuk Bibir Kering dan Pecah-Pecah, Vaseline hingga Rhode
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Terbaru Nicole Kidman di Majalah Vogue, Wajahnya Picu Spekulasi
-
Mommies Daily
Tanggal Tua? Ini 10 Ide Menu Keluarga Murah yang Nggak Bikin Bosan