HaiBunda

KEHAMILAN

Salah Kaprah, Ketahui Bahaya 'Makan untuk Dua Orang' saat Hamil

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Sabtu, 19 Sep 2026 18:30 WIB
Salah Kaprah, Ketahui Bahaya 'Makan untuk Dua Orang' saat Hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/SementsovaLesia

Kehamilan memang perlu didukung oleh asupan nutrisi yang maksimal untuk menunjang pertumbuhan janin. Namun, tak berarti ibu hamil harus makan dobel ya. Jangan sampai salah kaprah, ada bahaya makan untuk dua orang saat hamil, Bunda.

Konsep makan dobel sepertinya banyak dianut sebagian besar ibu hamil karena merasa ada dua orang yang perlu dipenuhi asupannya. Padahal, konsep tersebut malah salah kaprah karena bisa menimbulkan risiko yang justru memengaruhi janin.

Mengutip laman Healthwise, ibu hamil memang tidak perlu menggandakan asupan makanan dengan dalih makan untuk dua orang. Pakar menekankan bahwa kehamilan membutuhkan pola makan seimbang, bukan makan berlebihan.


Para ahli kesehatan ibu juga menjelaskan bahwa meskipun ibu hamil membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan bayi, hal ini tidak berarti mereka harus makan dua kali lebih banyak. Konsep makan untuk dua orang selama kehamilan merupakan mitos dan justru tidak sehat.

Hal tersebut bahkan tidak direkomendasikan oleh para dokter kandungan maupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Risiko berat badan berlebih selama kehamilan

Makan dobel selayaknya kebutuhan dua orang memang dianggap berlebihan selama kehamilan. Hal tersebut lantas dikaitkan dengan kenaikan berat badan berlebih, Bunda.

Kenaikan berat badan yang berlebihan selama kehamilan sangat tidak disarankan. Sebab, hal itu bisa meningkatkan risiko diabetes, tekanan darah tinggi, hingga risiko medis lainnya.

Pakar dari Obafemi Awolowo University Teaching Hospitals Complex, Profesor Ernest Orji mengatakan bahwa kebutuhan kalori perempuan hamil akan berubah seiring berjalannya kehamilan. Oleh karena itu, dia menentang anggapan ibu hamil harus makan porsi dobel.

"Makan untuk dua orang atau dengan menggandakan asupan makanan tidak disarankan selama kehamilan," katanya.

Orji menambahkan, perempuan yang memulai kehamilan dengan berat badan sehat umumnya tidak membutuhkan kalori tambahan selama trimester pertama. Pada trimester kedua, ia menyarankan penambahan sekitar 340 kalori ekstra per hari. Kemudian, pada trimester ketiga, sekitar 450 hingga 500 kalori tambahan per hari.

"Kenaikan berat badan berlebihan dapat menyebabkan komplikasi seperti diabetes gestasional dan kondisi itu bisa menyebabkan tekanan darah tinggi," ungkap Orji.

Jangan hanya fokus pada porsi makan

Orji secara khusus mendorong agar para ibu hamil dapat memperhatikan nilai gizi dari makanan yang mereka konsumsi. Ibu hamil juga sebaiknya tidak sekadar fokus menambah jumlah makanan yang mereka konsumsi.

"Ketimbang makan dua kali lipat, fokuslah pada makanan kaya nutrisi yang mendukung perkembangan bayi dan kesehatan diri sendiri," ungkapnya.

Orji merekomendasikan buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh, sambil menyoroti pemenuhan asam folat, zat besi, kalsium, dan vitamin D sebagai nutrisi penting selama kehamilan. Ia juga menyarankan agar ibu hamil untuk mengonsumsi vitamin prenatal sesuai rekomendasi dokter dan minum cukup air sepanjang hari.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar ibu hamil menjalankan saran sehat mengenai pola makan sehat dan aktivitas fisik untuk membantu mereka mempertahankan berat badan yang sehat selama kehamilan.

Pola makan sehat penting diaplikasikan dalam keseharian guna menunjang kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan. Penting diketahui bahwa pola makan sehat yang diterapkan harus menyediakan cukup energi, protein, vitamin, dan mineral dari berbagai makanan, termasuk sayuran, daging, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan buah-buahan.

Pada kasus perempuan yang mungkin kekurangan gizi, mereka tentunya membutuhkan lebih banyak energi dan protein selama kehamilan. Jangan sampai kondisi ini juga berakhir pada kesimpulan kalau ibu hamil harus makan porsi dobel.

Hal serupa juga disampaikan oleh Konsultan Obstetri dan Ginekolog serta Direktur Medis Living Spring Hospital and Maternity Home, Dr. Joseph Akinde. Menurutnya, ibu hamil justru perlu memperhatikan asupan nutrisi yang mereka dan bayinya butuhkan.

"Hal yang dibutuhkan ibu hamil hanyalah diet seimbang dalam jumlah yang cukup agar bisa dia toleransi. Penekanan makan selama kehamilan harus pada makanan yang cukup bergizi dengan lima kelas makanan dalam rasio yang seimbang," ujar dokter kandungan tersebut.

Nah, terlepas dari apa pun itu, mengonsumsi makanan secara bijak dengan memperhatikan kandungan gizi sesuai kebutuhan usia kehamilan jauh lebih penting ya, Bunda. Selain mengenyangkan, tentunya dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan janin agar dapat bertumbuh maksimal.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/ank)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bunda Perlu Tahu, Ini 6 Jenis Vitamin yang Dibutuhkan Ibu Hamil

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

4 Shio Paling Ambisius, Punya Tekad Kuat dan Tak Mudah Menyerah

Mom's Life Elia Amaliana

10 Kalimat Toksik Orang Tua Zaman Dulu yang Menyakiti Anak Gen Z

Parenting Annisa Karnesyia

Ciri Kepribadian Orang yang Punya Kebiasaan Membiarkan Kopi sampai Dingin

Mom's Life Azhar Hanifah

Salah Kaprah, Ketahui Bahaya 'Makan untuk Dua Orang' saat Hamil

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Anak Sering Ngorok saat Tidur? Studi Ungkap Dampaknya pada Kemampuan Kognitif

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

4 Shio Paling Ambisius, Punya Tekad Kuat dan Tak Mudah Menyerah

10 Kalimat Toksik Orang Tua Zaman Dulu yang Menyakiti Anak Gen Z

Salah Kaprah, Ketahui Bahaya 'Makan untuk Dua Orang' saat Hamil

Ciri Kepribadian Orang yang Punya Kebiasaan Membiarkan Kopi sampai Dingin

Anak Sering Ngorok saat Tidur? Studi Ungkap Dampaknya pada Kemampuan Kognitif

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK